Nikah Paksa

Nikah Paksa
Sakit hati Ayu


__ADS_3

Sebelum pergi ke kantor Andre pun menjemput Siska ke rumah nya, di dalam perjalanan mereka pun banyak bercerita hingga tidak ada lagi kekakuan diantara mereka.



"Makasih ya mas sudah antar aku ke kampus" kata Siska sambil membuka pintu mobil"



"Sama-sama, nanti kalau pulang kabarin ya? Kata Andre yang sudah mendapatkan no SIska.



Siska pun tersenyum sambil mengangguk, Andre pun menyalakan klakson lalu melajukan mobil nya menuju tempat kerja.



"Cie rupanya ada bau-bau makanan nih? Seru Dewi. "Maksud lo? Tanya Siska yang belum paham dengan ucapan Dewi sahabat nya.



"Masa lo ngga paham sih Nis? Tuh liat dia pagi-pagi sudah ada yang antar, dan senyum-senyum sendiri" seru Dewi.



"Seriously? Kamu udah jadian Sis? Kalau gitu kita akan makan-makan dong? Seru Nisa yang baru sadar.



Siska yang jadi bahan perbincangan kedua sahabat nya pun hanya menunduk malu, "Apaan sih kalian ini, udah ah ayo kita masuk" ajak Siska.



"Eh bentar Ayu belum datang kan? Teriak Dewi sambil berlari kecil ngejar Siska dan Nisa.



"Dia agak siangan soal nya mau ke kantor mas Raka dulu nganterin berkas nya yang ketinggalan" jawab Siska.



"Hai para ladies? Selamat pagi? Kesayangan nya aku ko ngga ada" teriak Faisal sambil menghampiri kearah tiga sahabat itu.



"Jangan ngarep lu Sal dia itu,,,,,,," mulut Dewi langsung di bekap sama Siska lalu diseret masuk kedalam.



"Kenapa Dewi di bekap sama SIska? Tanya Faisal ke Nisa.



"Entahlah aku ngga tahu, tapi dengar ya Sal aku kasih tahu, kamu jangan terlalu banyak berharap sama wanita apalagi sama Ayu" jawab Nisa yang terus berlari menghampiri Siska dan Dewi ke dalam kelas nya.



Sedangkan Faisal menatap tak mengerti kearah Nisa yang telah pergi meninggalkan nya.



"Sis lepas aku ngga bisa nafas ini" teriak Dewi yang suara nya ngga begitu jelas karena mulut nya dibekap Siska.



Siska pun melepaskan bekapan tangan nya dari mulut Dewi, "untung ya aku langsung bekap kamu Wi, kalau ngga udah bocor itu rahasia nya si Ayu" kata Siska.

__ADS_1



"Sorry Sis gue ngga bisa rem mulut gue" jawab Dewi sambil duduk ke kursi nya.



"Gila lo ya Wi, hampir saja semua nya terbongkar" teriak Nisa sambil masuk kedalam kelas, untung belum ada mahasiswa yang lain nya jadi mereka teriak pun ngga ada yang dengar.



"Sorry Nis, Sis, gue lupa kalau status nya dirahasiakan" kata Dewi sambil menunduk.



'Ya sudah ngga apa-apa yang penting belum terbongkar kan? lain kali kamu harus jaga tuh mulut asal jangan asal nyablak aja" jawab Nisa.



Mereka pun diam duduk di kursi masing-masing dan membahas yang lain nya, karena sudah ada beberapa mahasiswa yang mulai masuk kedalam kelas.


*


*


*


"Mau ngapain kamu nyari pak Raka? terdengar suara Yulia dari belakang tubuh Ayu.


Ayu pun membalik kan badan nya, "Ini saya mau,,,,,,,,,,,," belum juga Ayu menyelesaikan kalimat nya sudah dipotong sama Yulia.



"Oh mau godain pak Raka? Eh asal kamu tahu pak Raka itu milik saya, jadi saya harap kamu pergi dari sini sekarang juga" bisik Yulia pada Ayu.




"Siapa kamu sebenar nya? Sini identitas kamu, jangan-jangan kamu wanita bayaran untuk menjebak pak Raka, ingat tak akan kubiarkan kamu merebut pak Raka dari saya" teriak Yulia sambil merebut tas nya Ayu.



Yulia pun mengambil kartu mahasiswa Ayu. 'Rahayu agustina? Gumam Yulia sambil terus menatap kartu mahasiswa milik Ayu.



"Rupanya kamu seorang mahasiswa, butuh buat bayar kuliah ya, sampai-sampai mencari mangsa" jawab Yulia yang menyakitkan hati Ayu.



Ayu pun sudah menitik kan air mata nya, dia sudah ngga tahan lagi mendengar ocehan Yulia, Ayu pun malu karena jadi bahan tontonan oleh karyawan lain nya.



Ayu pun berniat pergi dari hadapan Yulia, tapi sayang Yulia menahan nya dengan mencekal tangan nya.



"Mau kemana? Malu ya ketahuan lagi mencari mangsa buat bayar kuliah? teriak Yulia sambil tersenyum miring.



"Kamu keterlaluan, andai pak Raka tahu kelakuan kamu, jangan harap kamu masih bisa bekerja lagi di kantor ini" teriak Ayu.


__ADS_1


"Siapa kamu ngancam saya? Teriak Yulia yang sudah terpancing emosi nya.



"Dia adalah is,,,,,,,,,," teriakan Andre pun terhenti kala mendengar teriakan dari Ayu.



"Tidak,, jangan Ndre saya mohon" teriak Ayu sambil merapatkan kedua tangan di atas dada nya.



"Lihat saja kamu akan menyesal telah memperlakukan wanita ini dengan tidak baik, Ayo kak ikut aku, mau ketemu Raka kan? Ajak Andre pada Ayu, Ayu pun mengikuti langkah Andre sambil berkaca-kaca.



"SIal,,,, siapa sih bocah itu sampai-sampai pak Andre begitu mengistimewakan nya pakai naik lift khusus presdir lagi" gumam batin Yulia.



"Wah perempuan tadi kayak nya orang spesial nya pak Raka ya? bisik salah satu karyawan kepada teman nya.



"iya soal nya pak Andre saja kelihatan mengistimewakan perempuan tadi, apalagi pak Raka" jawab karyawan lain.



"kalau benar perempuan tadi ada hubungan spesial dengan pak Raka, siap-siap aja tuh bu Yulia pasti di pecat sama pak Raka" bisik yang lain nya.



"Sedang apa kalian? Bubar sana bekerja kembali, kalian disini di gaji buat bekerja bukan buat menggibah" teriak Yulia.



Para karyawan yang berbisik -bisik pun akhirnya bubar dan kembali ke tempat masing-masing.



Yulia pun pergi dari sana menuju ruangan nya dengan hati yang kesal, entah kenapa akhir-akhir ini dia cepat sekali emosi dan selalu mengigin kan makanan yang pedas-pedas.



Pintu ruangan Raka pun terbuka dan me nampak kan wajah istri nya yang kelihatan menahan tangisan nya dan wajah Andre yang kelihatan kesal.



"Yang kenapa lama sekali? Di telepon pun ngga diangkat, untung kamu datang nya tepat waktu" seru Raka sambil menghampiri istri nya.



Ayu pun memeluk Raka erat sambil berkaca-kaca, Raka yang heran pun menatap kearah Andre sambil memeluk Ayu.



Andre yang paham dengan tatapan Raka pun menjelaskan, "Sekretaris mu membuat ulah, dia menghina kakak ipar di depan banyak karyawan, aku mau kasih tahu mereka kalau kakak ipar ini istri lo tapi, kakak ipar melarang gue buat ngomong" Andre pun menjelaskan yang dia tahu.



"Breng sek,,, panggil Yulia keruangan ku" teriak Raka, tapi Ayu menahan Andre yang mau memanggil sekretaris suami nya itu.



"Jangan Ndre, mas Raka kan mau meeting penting pagi ini, jangan sampai gara-gara masalah sepele ini meeting nya hancur.

__ADS_1


__ADS_2