Nikah Paksa

Nikah Paksa
Sakit hati Siska


__ADS_3

Raka dan Ayu pun naik ke dalam pesawat dan duduk bersampingan, Ayu yang baru pertama kali nya naik pesawat pun sedikit gemetar.



Raka tahu dengan ketakutan istrinya, Raka pun memegang erat tangan istrinya.



"Tenang ngga apa-apa, ada Aby" kata Raka sambil memasangkan sabuk pengaman Ayu, Ayu pun berusaha tenang.



Pramugari pun memberikan instruksi untuk mematikan ponsel dan memasang sabuk pengaman sebelum take off.



Semua penumpang pesawat sudah melakukan yang pramugari minta dan akhir nya pesawat pun take off.



Pesawat pun akhirnya lepas landas dan terbang melintasi cakrawala semakin tinggi dan tinggi akhirnya pesawat yang di tumpangi Raka dan Ayu pun menghilang dari pandangan keluarga nya.



Pak Purnama,, bu santi kami mohon izin mau langsung pulang ke rumah kami, soal nya terlalu lama di tinggal" kata pak Ramdan.



"lo, ngga nginep lagi? Tanya bu Santi.



"Ngga bu makasih, kapan-kapan kami nginap lagi nanti di kediaman bapak dan ibu" jawab pak Ramdan.



"Lo terus motor Rama gimana pak? Tanya Rama.



"Kamu nanti ikut saja sam pak sopir balik ke rumah terus kamu ambil motor kamu" kata pak Purnama.



"oh iya yah pak? Jawab Rama sambil cengengesan.



"Ya udah ayo kita pulang" ajak pak Ramdan, mereka pun pulang dengan tujuan berbeda.


*


*


*


Hari ini hari sabtu dimana Andre, Nisa, dan Dewi telah merencanakan sesuatu buat Siska.


"Sis nanti malam kita ke cafe gaul yuk? Ajak Nisa.



"Gimana ya? Siska pun berpikir, "Ngga usah kebanyakan mikir, kayak yang mau malam mingguan sama pacar saja" Teriak Dewi.



"Emang nya kamu sudah jadian sama kak Andre Sis? tanya Nisa.



"Jadian apa orang dia nembak aja kagak, kayak nya kak Andre juga sudah punya pacar deh" jawab Siska.



"Kalau emang dia sudah punya pacar gimana Sis? Tanya Dewi.



"Ya mau gimana lagi, aku juga ngga bisa apa-apa" jawab Siska sedikit agak sakit hati nya mendengar jika Andre sudah punya pasangan.



"Emang kamu ngga punya perasaan gitu sama kak Andre? Tanya Dewi.


__ADS_1


"Ya sebenar nya aku suka sama kak Andre, tapi mau gimana lagi, masa aku yang harus nembak duluan ngga banget deh" jawab SIska.



"iya juga ya? Kita kan cewek, masa kita yang nembak cowok duluan kayak ngga ada harga diri nya ya? Kata Dewi.



"Tapi ni ya Sis misalkan kita lagi jalan nih, terus lihat kak Andre lagi sama cewek, apa yang akan kamu lakukan? tanya Nisa.



"Ya ngga ngapa-ngapa in paling aku menghindar" jawab Siska santai tapi sedikit ada yang ngga rela di hati nya.



"Udah ah, kalian ini pada ngelantur jadi nya" kata Siska.



"Jadi kita nanti malam jadi kan ke cafe gaul? Udah lama kan kita ngga nongkrong di sana" tanya NIsa.



"Oke jam berapa? Tapi pulang nya jangan terlalu malam ya? Ntar aku ngga di bolehin keluar malam lagi sama ayah dan ibu" jawab Siska.



"Aman kita jamin ngga bakalan pulang malam, iya kan Wi? Tanya Nisa sambil melirik ke arah Dewi.



"Ya udah sekarang kita pulang dulu nanti jam tujuh kita ketemuan di sana ya? kata Nisa, Dewi dan Siska pun cuma mengangguk sambil mengangkat jempol nya ke arah Nisa.



"Hay para ladies, malam nanti pada mau kemana nih? Tanya Faisal yang baru datang dengan motor Ninja nya.



"Kemana pun kita ngapain bilang-bilang sama kamu" teriak Dewi.



"Ah manis kenapa sih kalau ketemu aku suka nge gas aja" tanya Faisal sama Dewi.




"Apa sih lo Nis" kata Dewi.



"Jodoh ku itu yayang Ayu ngga ada yang lain" kata Faisal dengan pede nya.



"Lagian siapa juga yang mau sama lo" Dewi pun mencebik kan bibir nya.



"Udah lah ayo kita pulang dari pada ngomong sama orang ngga jelas" kata Dewi lalu melangkahkan kaki nya meninggal kan Faisal di ikuti oleh Nisa dan Siska.



"Dasar kalian ini tidak tahu sopan santun, selalu saja berakhir seperti ini, nasib,,nasib" gumam Faisal lalu melajukan motor nya.


*


*


*


Jam pun sudah menunjuk kan jam enam sore, Nisa, Siska, dan Dewi sudah siap-siap untuk pergi ke cafe gaul.


Siska pun sampai di cafe gaul dia mencari-cari para sahabat nya.



Tanpa sengaja mata Siska menangkap sosok pria yang dia kenal lagi bercanda dengan seorang perempuan cantik.



"Kak Andre? Gumam Siska, terasa sedikit sesak di dada nya melihat Andre sedang bercanda dengan seorang perempuan.

__ADS_1



Selagi Siska menahan rasa sakit di dada nya datang lah Nisa dan Dewi.



"Hai Sis ternyata lo udah sampai gue kira belum sampai" teriak Dewi sambil menepuk pelan bahu Siska.



Siska pun membalik kan badan nya dan memaksakan senyuman nya.



"Hai Wi, Nis" sapa Siska.



"Yuk kita masuk Sis" tanya Nisa.



"Emmm Nis, Wi kita pindah cafe aja yuk? Ajak Siska.



"Lo ko pindah? Udah lah kan kita udah lama ngga nongkrong di sini" jawab Nisa.



"Emang kalau di sini kenapa sih Sis? Tanya Dewi.



"Ngga apa-apa sih, tapi aku merasa ngga nyaman aja di sini" kata Siska.



"Udah lah Sis, kita di sini aja, tanggung juga kita udah sampai di sini" kata Nisa sambil menarik tangan Siska.



Siska pun mau tidak mau terpaksa mengikuti langkah Dewi dan Nisa masuk ke dalam cafe.



Nisa pun sengaja duduk di meja yang dekat dengan meja nya Andre, Nisa dan Dewi pura-pura tidak melihat nya.



Nisa dan Dewi sengaja duduk membelakangi Andre sedangkan Siska menghadap ke arah Andre.



Dari awal duduk Siska sering curi-curi pandang pada Andre dan perempuan yang bersama nya, Andre yang melihat dari sudut pandangan mata nya pun tersenyum penuh arti melihat tingkah laku Siska di depan nya.



"Kamu kenapa sih Sis dari tadi diam saja" tanya Nisa.



"Iya, kamu lagi ada masalah ya Sis? Ko lagi kaya nahan amarah gitu" tanya Dewi.



"Ngga ada apa-apa" jawab Siska sambil melirik ke arah Andre.



Semakin lama rasa sakit di hati Siska semakin terasa, Siska sudah ngga tahan lagi melihat Andre bermesraan dengan seorang wanita.



Mata Siska sudah berkaca-kaca, muka nya pun sudah memerah, tangan nya terkepal di bawah meja.



Nisa dan Dewi pun saling melirik dan memberikan kode.



"Sis lo mau pesan apa? Tanya Nisa sambil pura-pura melihat buku menu yang sudah tersedia di meja.


__ADS_1


"Gue balik" kata Siska lalu bediri.


__ADS_2