Nikah Paksa

Nikah Paksa
Lamaran


__ADS_3

Di ruang keluarga yang lumayan luas berkumpul nya ke tiga keluarga untuk membicarakan soal lamaran.



"Maaf kalau ruangan nya agak sempit dan membuat bapak dan ibu ngga nyaman" kata pak Husain.



"Ngga pak, kita nyaman ko, dan ini sudah cukup ko, oh iya pak, sebelum nya kami minta maaf, karena mungkin kedatangan kami ke rumah bapak sedikit mendadak, ini semua karena permintaan anak kami yang ingin langsung melamar putri bapak tanpa adanya pacaran dulu" kata pak Dodi.



"Jujur saya baru tahu tadi pagi dari putri kami dan nak Fadil kalau malam ini akan kedatangan keluarga nak Fadil" jawab pak Husain.



"Bapak jangan khawatir dengan ke depan nya akan putri bapak, saya jamin Fadil ini orang yang bertanggung jawab, kalau Fadil sampai menyia-nyiakan atau pun menyakiti putri bapak saya sendiri yang akan turun tangan" kata pak Purnama.



"Baik kalau begitu saya panggil kan anak saya dulu, karena bagaimanapun dia yang akan dilamar bukan saya" jawaban pak Husain membuat semua orang yang berada di situ tertawa.



"Bu, tolong panggilkan NIsa" kata Pak Husain kepada istri nya.



Bu Raina pun langsung pergi menjemput Nisa ke kamar nya.



"Nak, ayo kebawah acara mau di mulai" teriak bu Raina di depan pintu kamar Nisa.



"Eh Nis ayo kita ke bawah" ajak Dewi



Nisa pun di gandeng Siska dan Dewi keluar dari kamar, sedang kan Ayu di gandeng bu Raina, karena bu Raina takut Ayu kepeleset di tangga.



"Berapa bulan kandungan mu nak? Tanya bu Raina sambil berjalan di samping Ayu.



"Empat bulan bu, kemarin baru ngadain acara empat bulan nya, ibu ngga datang kemarin tapi Nisa alhamdulilah datang" jawab Ayu.



"Maaf nak, kemarin ibu ada kepentingan sama ayah nya NIsa jadi ngga datang" kata bu Raina.



"Ngga apa-apa bu, yang penting do\*a nya saja" jawab Ayu sambil tersenyum.


__ADS_1


Mereka pun duduk dengan tertib Nisa duduk berhadapan dengan Fadil. Fadil terus daja memandang ke arah NIsa tanpa berkedip.



"Cantik sekali kamu malam ini" gumam barhin Fadil dengan bibir tersenyum.



"Baik calon yang dilamar nya sudah hadir di tengah-tengah kita jadi kita mulai saja ya, takut kemalaman" kata pak Purnama.



"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan nikmat kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat bertemu, berkumpul dan bersilaturahmi.Pada hari yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal\*afiat.



"Selamat malam bapak dan ibu serta segenap keluarga yang kami hormati, terima kasih kami ucapkan telah berkenan menerima kami sekeluarga dengan baik.



"Perkenalkan saya untuk menyampaikan tutur kata untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini.



"Pada malam ini kami hadir di tengah-tengah keluarga bapak dan ibu tiada lain dalam rangka bersilaturahmi agar saling mengenal satu sama lain dengan lebih dekat.



"Selanjut nya kami juga ingin menyampaikan maksud dari anak kami yang memang baru mengenal anak bapak dan ibu.




"Mudah-mudah han bapak dan ibu berkenan untuk meridhoi niat anak kami dengan menerima lamaran ini.



"Hanya ini lah yang dapat kami utarakan kepada bapak dan ibu, sambil menanti sambutan dari ibu atau bapak bersama jawaban lamaran dari anak kami.



"Tak lupa kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar-besar nya jika terdapat tutur kata yang kurang berkenan dalam menyampaikan maksud dan tujuan yang mulia ini, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Begitulah sambutan yang di lontar kan oleh pak Purnama selaku wakil yang di tunjuk oleh sahabat nya pak Dodi.



"Papah di sini bicara nya keren tapi pas anak nya ngga ada kata-kata bagus seperti ini" gumam bathin Raka.



Bagian yang menjawab dari pihak perempuan pak Husain mempercayakan kepada pak Yanuar selaku kepala Rt.



"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, kami mengucapkan selamat datang di kediaman kami yaitu kediaman Bapak Husain, semoga Allah SWT meridhoi silaturahmi kita pada malam hari ini.

__ADS_1



"Aamiin" jawab mereka serempak.



Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai ketua Rt di sini mewakili bapak Husain beserta istri ingin menyampaikan rasa terima kasih yang amat sangat dalam,, atas kehadiran bapak dan ibu sekalian di kediaman kami.



Dan juga bersama-sama telah kita dengarkan maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan keluarga bapak Dodi dengan sangat jelas dan terbuka.



"Pertama, kami sangat mengucapkan terima kasih atas berkenan nya keluarga besar bapak Dodi untuk bersilaturahmi ke kediaman kami.



"Yang kedua, berkaitan dengan maksud dan tujuan bapak Dodi untuk mengkhitbah atau melamar ananda Nisa , untuk lebih jelas nya marilah kita bersama-sama mendengarkan jawaban yang akan di berikan oleh ananda Nisa yang akan di tanyakan oleh ayah ananda nisa yaitu bapak Husain Abdulah.



"Silahkan pak Husain anda bertanya kepada ananda Nisa" kata pak Yanuar.



"Nisa anakku, malam ini ada seorang pria yang datang dengan maksud untuk melamar mu untuk dijadikan tunangan menuju perkawinan pada waktu nya nanti, apakah kamu bersedia menerima lamaran dari ananda Fadil? Tanya pak Husain kepada Nisa.



Semua orang merasa gelisah menunggu jawaban dari Nisa, terutama Fadil yang kening nya sudah di penuhi dengan keringat, padahal di ruangan sudah di nyalakan AC.



"Insya Allah, apabila ayah dan ibu merestui, Nisa menerima lamaran kak Fadil dengan segala kekurangan yang ada pada diri saya, mudah-mudah han Allah meridhoi.makasih ayah, ibu" jawab Nisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca sambil menatap ke arah orang tua nya.



"Alhamdulilah, baru saja kita dengar bersama-sama jawaban dari Ananda Nisa" kata pak Yanuar.



Semua orang pun menghela nafas lega, semua nya tersenyum saling menatap dan bersyukur atas di terima nya lamaran ini.



"Ya sudah sekarang saat nya kalian saling menyematkan cincin di jari manis kalian masing-masing" pak Yanuar pun memberikan arahan.



Nisa pun menyematkan cincin di jari manis nya Fadil, begitu pun sebalik nya, terlihat mereka berdua mengembangkan senyuman yang lebar menandakan ke dua nya bahagia walau pun belum ada rasa cinta di hati mereka.



"Alhamdulilah akhir nya kita semua bahagia malam ini dengan di terima nya lamaran kak Fadil" kata Dewi.



"Ngga semua bahagia Wi, ada juga yang ngga bahagia malam ini" bisik Siska sambil melihat ke arah Ayu dan Raka.

__ADS_1


__ADS_2