
Byan pun kini sudah tenang dan lagi bermain sama kakek dan nenek nya dan juga Tasya, sedangkan Ayu lagi membuat makan siang buat suami nya di bantu sama bi Asih.
Ayu mau buat surprise dengan kedatangan nya ke kantor Raka tanpa memberi tahu Raka dulu.
"Tumben non mau ke kantor nya dean Raka? Tanya bi Asih.
"Iya bi, aku mau kasih surprise sama mas Raka" jawab Ayu sambil tersenyum lebar.
"Den Raka beruntung punya istri non, walaupun masih muda tapi non selalu memperhatikan nya" kata bi Asih,
"Ah bibi bisa saja" jawab Ayu sambil menyiapkan tupper ware nya.
"Tuan kecil mau di bawa juga non? Tanya bi Asih.
"Aku mau datang sendiri bi, sekalian mau lihat sekertaris nya mas Raka, entah kenapa hari ini aku ingin sekali bertemu sama mas Raka" jawab Ayu.
"Pasti kangen lah semenjak melahirkan kan den Raka puasa, eh sudah buka puasa ya? Kan sudah mau tiga bulan" kata bi Asih.
"Sebenar nya memang sudah bisa buka puasa bi, tapi papah memberi mas Raka sembilan puluh permen, jadi mas Raka ngabisin dulu permen nya" jawab Ayu.
"Ya ampun tuan besar malah ngerjain anak nya" jawab bi Asih sambil menggelengkan kepala nya.
"Ya sudah bi, tolong masukan ke tupper ware ini ya? Aku mau mandi dan siap-siap dulu" kata Ayu.
Tolong ya bi masukan ke tupper ware ini, aku mau mandi dan siap-siap dulu" kata Ayu.
"Baik non" jawab bi Asih, Ayu pun berlalu dan pergi meninggalkan dapur.
"Mah ayu mau mandi dan siap-siap dulu ya? Izin Ayu pada bu Santi.
"Kakak ipar aku ikut ya? aku janji ngga bakalan gangguin kalian ko, aku cuma mau lihat perusahaan abang aja sekalian jalan-jalan" kata Tasya.
"Ya sudah ayo, nanti pulang nya kita jalan ke mall, gimana? Kata Ayu.
"Wah beneran ya, kak? Aku semenjak datang kesini belum jalan-jalan" jawab Tasya.
"Ya sudah kalian jalan-jalan sana biar Byan sama kakek dan nenek di sini" kata pak Purnama.
__ADS_1
"Aku mandi dulu kak" kata Tasya lalu pergi ke kamar nya.
"Pah,,,mah,,,jangan bilang-bilang ke mas Raka ya kalau aku mau ke kantor nya" kata Ayu
"Iya sayang, tenang saja, biar Byan sama nenek dan kakek saja ya sayang ya? Kata bu Santi.
"Ya sudah kalau begitu Ayu mandi dulu ya mah? Kata Ayu, bu Santi pun mengangguk.
Ayu yang selalu merawat tubuh nya atas anjuran ibu nya pun kini tubuh nya kembali langsing dan bagus, aura kecantikan nya semakin terlihat semenjak Ayu melahirkan Byan.
Ayu merias diri nya di depan kaca, dia benar-benar sangat cantik.
Di rasa semua nya sudah oke, Ayu pun mengambil tas nya lalu pergi keluar, Tasya pun sudah siap dan menunggu Ayu selesai.
"Ayo Sya, kita berangkat" ajak Ayu.
"Mah,, pah,, Ayu berangkat ya? Titip Byan ya mah? Kalau Byan nya lapar Ayu sudah siapkan ASI di kulkas" kata Ayu.
"Iya sayang, kamu hati-hati ya? Jawab bu Santi dan pak Purnama bersamaan.
"Non ini makanan nya" kata bu Asih yang baru datang sambil membawa tupper ware di tangan nya.
"Pah,,, mah,, Tasya juga pamit ya? Kata Tasya sambil mencium ke dua tangan orang yang sudah dia anggap sebagai orang tua nya sendiri.
Ayu dan Tasya pun pergi dengan diantar sopir nya pak Purnama, di sepanjang perjalanan mereka bercerita dan bercanda, walaupun usia Tasya lebih tua dari Ayu, tapi Tasya sangat menghargai Raka jadi dia manggil Ayu dengan panggilan kakak ipar.
Mobil pak Purnama pun masuk ke area perusahaan.
"Sudah lama aku ngga main ke perusahaan papah, ternyata sekarang udah banyak di renovasi" kata Tasya sambil melihat bangunan tinggi yang ada di depan nya.
"Ayo Sya kita turun" ajak Ayu.
Para pekerja yang melihat ke dua perempuan cantik turun dari mobil pun pada terpana dengan kecantikan nya.
*
*
Setelah meeting Raka langsung masuk ke ruangan nya di ikuti Laura sekertaris nya.
"Berkas nya taro saja di meja" kata Raka sambil duduk di sofa dengan sedikit melonggarkan dasi nya.
__ADS_1
Raka pun menyenderkan punggung nya ke sandaran sofa, sambil memejamkan mata nya.
"Capek sekali hari ini" gumam bathin Raka sambil memejamkan mata nya.
Laura yang melihat Raka memejamkan mata nya pun menghampiri Raka.
"Pak Raka mau dibuatkan kopi atau teh? Tanya Laura yang kini sudah tepat berada di depan Raka yang lagi duduk.
"Boleh, kamu buatkan saya kopi saja" kata Raka sambil membuka mata nya.
"Baik pak" jawab Laura lalu membalik kan tubuh nya, tapi kaki Laura sengaja dikenakan sama kaki Raka sehingga membuat Laura terjatuh dan duduk di pangkuan Raka.
Sejenak mereka saling memandang satu sama lain.
Bersamaan dengan jatuh nya Laura di pangkuan Raka, pintu ruangan pun terbuka dan menampakkan seorang perempuan cantik dengan membawa tupper ware di tangan nya.
"Aby? Gumam Ayu yang kaget melihat posisi kedua nya.
"Oh rupa nya ini ulat gatel yang mau merebut suami ku" gumam bathin Ayu.
"Yang? Gumam Raka lalu mendorong Laura hingga terjatuh ke lantai.
"Mampus aku," gumam bathin Raka sambil berdiri.
Ayu berjalan santai menuju sofa tempat suami nya duduk bersama ulet gatel, Dengan elegan nya Ayu berjalan menghampiri mereka.
"Awas kamu ya By, kamu harus membayar semua ini, pantesan saja Byan tadi pagi nangis terus, rupanya ada ulet gatel yang mendekati ayah nya." gumam bathin Ayu sambil terus menatap ke arah suami nya.
Raka yang merasa tatapan tajam dan berbeda dari Ayu pun hati nya begitu resah akan semua yang terjadi.
"Hai siapa kamu, berani-berani nya kamu masuk tanpa izin" teriak Laura sambil menunjuk ke arah Ayu.
"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya seseorang yang mengagumi pak Raka saja" jawab Ayu santai sambil menyimpan tupper ware di meja.
"Kamu jangan coba-coba merebut pak Raka dari saya ya? Dia ini calon suami saya" teriak Laura.
Raka yang mau membuka mulut untuk mengatakan kalau perempuan yang baru saja datang ini adalah istrinya, di kasih kode sama Ayu, kalau Raka ngga boleh ngomong apapun.
__ADS_1
Akhir nya Raka pun terdiam dan melihat mereka berdua yang lagi berdebat dengan hati yang benar-benar resah.