Nikah Paksa

Nikah Paksa
Tasya


__ADS_3

Kehidupan terus berjalan, waktu terus berputar, dengan seiring waktu berjalan Nisa dan Fadil pun sudah saling membuka hati dan saling mencintai, Nisa kini sedang mengandung buah cinta nya dengan Fadil, mereka sudah resmi menikah di ke polisian hingga Nisa kadang di sibuk kan dengan berbagai kegiatan menjadi ibu Bhayangkari, sehingga mereka sudah jarang bertemu.



Ayu yang usia kandungan nya sudah tinggal menghitung hari pun selalu di jaga ketat sama suami dan ibu mertua nya.



Keluarga Raka dan keluarga Ayu antusias sekali menunggu hadir nya anggota baru di keluarga mereka, hingga ibu Ayu pun sering menghubungi Ayu sekedar menanyakan kabar.



Dewi dan Faisal semakin hari semakin mesra,dan mereka merencanakan liburan semester untuk pergi ke Surabaya, sekalian bertemu dengan keluarga Dewi.



Faisal tidak menargetkan kapan akan melamar Dewi, karena dalam hidup nya dia ingin mempunyai pekerjaan dan penghasilan dulu baru akan melamar Dewi sang kekasih.



Karena menurut Faisal, hidup tidak selalu dengan cinta, tapi hidup juga membutuhkan biaya hidup.



Rafi yang semakin bahagia dengan Yulia semenjak kehadiran buah hati nya yang kini sudah berusia dua bulan, semakin kerja keras.



Rafi terus mengembangkan bisnis Cafe nya hingga saat ini dia sudah mempunyai beberapa cabang cafe di berbagai kota.



Para sahabat nya yang pada berbahagia dengan pasangan nya masing-masing, lain hal lagi dengan hubungan Andre dan SIska.



Hubungan Andre dan Siska tidak ada kemajuan sama sekali, hingga Andre pun memilih pergi ke kediaman pak Purnama untuk bertemu dengan Ayu dan bu Santi untuk mencari solusi nya.



Terbesit di pikiran Andre ingin menyudahi hubungan nya dengan SIska, tapi di lubuk hati yang paling dalam Andre sangat mencintai Siska.



"Tumben kamu main kesini Ndre? Biasa nya kamu asik pacaran sama pacar mu itu" tanya bu Santi yang memang pada saat itu mereka lagi berkumpul di ruang keluarga.



"Kapan kamu akan melamar pacar mu itu Ndre? Tanya pak Purnama.



"Entahlah pak, aku juga sudah sering menanyakan itu pada Siska" jawab Andre dengan wajah lesu nya.



"Ya kamu langsung lamar saja Siska nya Ndre" Raka pun ikut berkomentar.



"Sudah beberapa kali aku mengajak nya menikah di saat kita lagi berdua, tapi jawaban nya selalu saja sama" Andre pun menghela nafas nya dengan perlahan, seakan-akan mempunyai beban hidup yang sangat berat.


__ADS_1


Mereka semua merasa kasihan kepada Andre, tapi mereka juga ngga bisa melakukan apa-apa, karena ini adalah masalah hati.



"Kak Andre kalau menurut Ayu, bagaimana kalau kak Andre buat SIska cemburu sama kak Andre dan menerima lamaran kaka Andre" Ayu pun yang dari tadi diam saja memberikan sebuah ide.



"Mamah setuju dengan usul Ayu, gimana kamu mau ngga? Tanya bu Santi.



"Gimana cara nya? Jangan kan untuk menerima lamaran aku, baru juga ngomong udah di jawab dengan jawaban yang sama" kata Andre lesu.



"Dasar, udah di perbudak cinta, ngurusin hal seperti ini aja sampai ngga tahu cara nya" jawa Raka.



"Lo, juga bucin sekarang, dulu aja,,,,,,," Andre pun membalas omongan Raka.



"Sudah, cukup, kalian ini seperti anak kecil saja" pak Purnama pun menengahi mereka.



"Ah,,,, begini saja, gimana kalau kamu pura-pura pacaran sama Tasya, pasti Siska mu itu cemburu melihat kamu dengan Tasya" teriak bu Santi.



"Tasya siapa bu? Tanya Andre sambil mengerut kan kening nya.




"Tasya anak nya om Purwa? Tapi dia kan lagi kuliah di luar negeri bu" kata Andre.



"Ya kamu benar, dia memang lagi di luar negeri, tapi sekarang dia ada di belakang kamu" jawab bu Santi yang melihat kedatangan keponakan nya itu.



Mereka semua pun menoleh ke arah pintu yang berada di belakang tubuh Andre.



"Tasya" teriak semua nya bersamaan kecuali Ayu, karena memang Ayu belum pernah bertemu dengan Tasya.



"Hallo semua, apa kabar? Tanya Tasya sambil menghampiri mereka sambil mencium tangan mereka satu per satu.



Tasya memang kuliah dan besar di luar negeri, tapi didikan orang tua nya selalu melekat pada diri nya, dia selalu menghormati yang tua dan selalu menjadi contoh buat yang muda.



Tasya seorang gadis yang usia nya memang di atas Ayu mempunyai wajah cantik ke bule-bule an, fostur tubuh nya yang tinggi dan body nya yang bak gitar Spanyol membuat para lelaki ingin memiliki nya.

__ADS_1



Tapi sayang Tasya sudah mempunyai pasangan bahkan baru saja tunangan, dia sengaja datang ke rumah pak Purnama hanya untuk ikut menantikan hadir nya anggota baru di keluarga pak Purnama.



Tasya di beri tahu oleh bu Santi tentang pernikahan Raka dan kehamilan nya Ayu, sehingga Tasya antusias sekali dengan kehadiran bayi Raka.



Tasya anak satu-satu nya pak Purwa, dia sangat mengharapkan sekali punya adik, tapi mau gimana lagi ibu nya sudah ngga bisa hamil dan memberikan adik buat dirinya.



"Kamu semakin cantik aja nak" tanya bu Santi sambil mengajak nya duduk.



"Mamah bisa saja, dari dulu juga aku kan paling cantik" jawab Taysa sambil tersenyum.



Tasya memang memanggil mamah dan papah kepada orang tua Raka, karena permintaan bu Santi yang mengharapkan punya anak perempuan dari dulu.



"Iya lah kamu pasti paling cantik orang anak perempuan nya cuma kamu seorang" jawab Raka.



"Eh lo bang ya, nikah ngga kasih kabar, tahu-tahu dah mau berojol aja tuh anak mu" kata Tasya.



"Gimana mau kasih kabar kamu Sya, orang aku aja ngga tahu, tahu-tahu sudah sah aja" jawab Andre.



"Masa sih bang Andre juga ngga tahu, secara bang Andre kan masih ada di indonesia, satu perusahaan lagi" jawab Tasya.



"Meraka papah nikah kan secara paksa Sya" jawab pak Purnama.



"What!!! really? I can do it, Dad? Memang nya apa yang sudah di lakukan abang hingga papah menikah kan dia secara paksa" Tasya ngga habis pikir dengan cara mereka menikah.



"Dia ini selalu keluar masuk club malam dan pulang pagi, dan abang mu yang baik ini yang selalu menjadi penolong nya di saat dia mabuk berat" kata Andre.



"Kenapa abang ku jadi seorang pemabuk? Apa karena masalah perempuan? Tanya Tasya.



Semua nya diam karena mereka merasa ngga enak dengan Ayu, Tasya yang baru menyadari nya pun langsung mengalihkan pertanyaan nya.



"Dan ini kakak ipar ku? Ya ampun kakak ipar, kamu cantik sekali? Andaikan aku tahu kalau kakak yang akan di nikah kan, aku akan membantu kakak untuk kabur dari bang Raka" perkataan Tasya membuat semua orang tertawa dan mendapat lemparan bantal kursi dari Raka.

__ADS_1


__ADS_2