
Seminggu sudah berlalu dari kepulangan nya Ayu dan Byan, Ayu pun sempat main ke rumah orang tua nya mengobati rasa kangen kepada kedua orang tua dan adik nya Rama.
Hari ini dimana hari paling bahagia buat Andre, karena hari ini adalah hari pernikahan nya dengan Siska.
Semua persiapan sudah mereka siapkan termasuk mas kawin dan terutama mental Andre.
Mereka semua lagi berkumpul di rumah nya pak Purnama dan terlihat keluarga Ayu pun sudah hadir di situ.
"By, kok aku pusing ya? Mencium parfum nya kak Andre" Bisik Ayu.
"Kenapa pusing? Orang wangi gini, malah Aby juga mau minta sama Andre ini" jawab Raka.
"Kalau Aby pakai parfum kak Andre, jangan deket-deket sama aku" jawab Ayu sambil cemberut.
"Kamu ini kenapa sih Yang? Ya udah aku ngga jadi pakai parfum Andre" Raka pun mengalah dari pada harus tidur di luar.
"Ya sudah semua sudah siap kan? Sekarang kita berangkat" teriak bu Santi.
Raka dan Ayu sudah seperti orang pacaran, karena Byan jadi rebutan buat keluarga nya.
"Tunggu" teriak seseorang yang baru turun dari mobil.
Mereka yang mau masuk ke dalam mobil pun menoleh ke arah suara perempuan yang baru datang.
"Tasya" mereka serempak bergumam.
"Bagus ya? Aku mau di tinggalin, udah lah dulu pas nikah bang Raka aku ngga di kasih tahu, sekarang pas pernikahan bang Andre mau ditinggal juga, kalian semua memang jahat" cerocos Tasya.
"Sudah ngga usah drama" kata Raka.
"apa sih lo bang" teriak Tasya.
"Sya, papah butuh penjelasan dari kamu" kata pak Purnama sambil menatap ke arah Tasya.
"Penjelasan apa pah? Tasya pun pura-pura ngga tahu.
"Sudah-sudah, nanti saja bicara nya, sudah siang, nanti kita terlambat" teriak bu Santi.
Mereka pun semua akhir nya pergi ke acara pernikahan nya Andre dan Siska.
__ADS_1
Tidak berapa lama, mobil rombongan Andre pun sampai ke halaman rumah Siska, di sana sudah menunggu keluarga Siska untuk menyambut kedatangan Andre dan keluarga.
Sedangkan Siska masih berada di kamar nya, dia pun sudah terlihat sangat cantik dan di temani oleh Dewi dan Nisa.
"Kita semua sudah nikah Wi, lo kapan mau nyusul kita" kata Nisa yang sedang mengandung anak nya bersama Fadil.
"Faisal bilang mungkin tahun depan, soal nya sekarang dia lagi ngumpulin dana nya dulu" jawab Dewi.
"Kalau kamu mau nikah bulan depan juga bisa Wi, nanti aku bantu dana nya" jawab Siska.
"Ya sudah kita patungan aja untuk biaya pernikahan nya Dewi" ucap Nisa.
"Ngga ah makasih, kalau kalian menggalang dana, sama aja aku dengan nikah masal" kata Dewi sambil mengerucut kan bibir nya, Siska dan Nisa pun tertawa.
"Kalian bahagia ngga ngajak-ngajak, sudah melupakan aku ya? Tanya Ayu yang baru masuk ke dalam kamar pengantin.
"Ayu? panggil mereka serempak.
Mereka pun berpelukan satu sama lain, mereka sudah seperti lagi dalam acara reunian, karena setelah pada punya pasangan masing-masing mereka pun sibuk dengan kesibukan nya masing-masing.
"Emang wanita mana yang mau ngehancurin rumah tangga sahabat kita? Tanya dewi.
"Sudah lah ngga usah di bahas lagi, biarkan mereka mendapat balasan yang setimpal dengan perbuatan nya" jawab Ayu.
Sedang kan Siska hanya diam saja, sebenar nya semua cerita Ayu dia mengetahui nya dari Andre, tapi Siska ngga mau ikut campur, dan biar mereka tahu dari Ayu sendiri.
"Nak saat nya kamu turun" kata ibu Siska.
"Ya sudah kalian yang bawa Siska ya? Aku dari belakang aja, soalnya aku sudah agak kesusahan kalau berjalan" kata Nisa.
Ayu dan Dewi pun mengapit Siska sang pengantin untuk di bawa dan di sanding kan dengan mempelai pria nya.
Andre pun terpana dengan kecantikan Siska calon istri nya.
Siska pun sampai ke depan Andre dan duduk di samping Andre.
Mereka pun mulai dengan ijab kabul dan serangkaian acara lain nya, hingga di nyatakan sah oleh para saksi.
__ADS_1
Selesai sudah semua acara sakral yang di lakukan kedua mempelai, saat nya mereka menikmati makanan yang di hidang kan oleh sang empu nya yang punya pesta.
"Sayang apa kamu mau mengadakan resepsi? Kamu kan belum mengadakan resepsi semenjak menikah dengan Raka? Tanya bu Santi pada Ayu.
"Ngga ah mah, buat apa diadakan resepsi, yang ada aku ntar capek harus berdiri dan menerima semua tamu yang hadir"Jawab Ayu
"Yang, ini kesukaan kamu" Raka pun membawakan kue kesukaan istri nya yang ada dalam deretan hidangan.
"By bawa jauh-jauh kue itu, aku mual melihat nya" teriak Ayu sambil menutup hidung dan mulut nya.
"Lo, Yang, ini kan kue kesukaan kamu" jawab Raka dengan wajah heran nya.
"Ngga By, aku mohon buang kue itu, ambil kan aku rujak saja" teriak Ayu.
Bu Santi yang memang sejak tadi lagi bersama Ayu pun melihat keanehan Ayu saat ini.
"Seperti nya Ayu lagi ngidam, mudah-mudahan apa yang ada di pikiran aku benar adanya, ah aku mau punya cucu lagi" gumam bathin bu Santi sambil tersenyum.
"Ada apa mah senyum-senyum sendiri" bisik pak Purnama pada istri nya.
"Eh, papah ngagetin aja, lihat kelakuan menantu kita pah, seperti nya dia lagi mengandung cucu kita lagi" bu Santi pun menjawab pertanyaan suami nya dengan cara berbisik kembali.
"Kalau benar senang banget papah mendengar nya" jawab pak Purnama sambil menatap ke arah Ayu menantu nya.
"Kakek, Byan dari tadi nyari kakek" kata Tasya dengan nada suara anak kecil.
"Eh, cucu kakek yang tampan, sini nak sama kakek" jawab pak Purnama sambil mengambil Byan dari gendongan Tasya.
Mereka pun semua menikmati pesta pernikahan nya Andre dengan rasa suka dan bahagia tentu nya.
Hingga saat nya mereka harus pulang dan meninggalkan Andre di rumah nya Siska.
"Bang kita semua pulang ya? Mbak Siska awas nanti malam bang Andre menerkam mbak Siska dengan buas" kata Tasya sambil tertawa.
"Lo tuh ya dek, emang abang ini macan apa pakai buas segala, jangan dengarkan dia Yang" jawab Andre.
Sedang kan Siska hanya tersenyum saja melihat kelakuan Suaminya dengan Tasya.
__ADS_1
"Kita pulang ya bro, dan ini hadiah yang aku janjikan sama lo" kata Raka sambil memberikan tiket bulan madu beserta hotel nya yang sudah di siapkan buat bulan madu nya Andre dan Siska.