Nikah Paksa

Nikah Paksa
Terungkap


__ADS_3

Paris? Ayu ada di Paris Ndre" teriak Raka dengan wajah berbinar nya.



"Lo tahu darimana kalau kakak ipar ada di Paris? Tanya Andre.



"Dulu gue pernah memberikan ATM sama Ayu, dan dia belum pernah menggunakan nya sama sekali, tapi hari ini dia menggunakan nya Ndre" betapa bahagia nya Raka ketika mendapat notif itu, ngga sia-sia ia memberikan istri nya ATM.



"Di Paris? Berarti,,,,,,," Andre pun menggantungkan kalimat nya.



"Kenapa lo? Tanya Raka yang memang pikiran nya sudah bleng.



"Lo pikir aja Tasya kan di Paris, berarti selama ini Tasya tahu keberadaan kakak ipar" ucapan Andre membuat Raka teringat kembali dengan video yang d kirim Tasya.



"Jadi video ini di apartemen nya Tasya? Gumam Raka.



Andre pun merebut ponsel Raka dari tangan nya lalu melihat video yang di kirim Tasya.



"Ini di apartemen Tasya, aku hapal dengan kamar ini, gue sering tidur di kamar ini kalau lagi ke Paris" kata Andre membuat Raka baru tersadar dengan semua nya.



"Jadi selama ini Tasya tahu keberadaan Ayu? Awas kamu dek" gumam Raka.



"Ya lo juga ngga bisa nyalahin Tasya yang menutupi keberadaan kakak ipar, dan mungkin juga dia yang membantu pergi ke Paris, lo tahu kan siapa dia, kenalan dia banyak yang ngga mungkin aja bisa jadi mungkin." ucap Andre.



"Bantu gue siapkan semua nya, hari ini juga gue mau ke Paris" kata Raka.



"Ya sudah ayo sekarang kita ke Bandara, kali aja ada penerbangan sore ini" ajak Andre sambil berdiri dan mengambil kunci mobil nya.



Raka pun dengan penuh semangat langsung berdiri dan melangkah keluar.



"Lo mau ke Paris apa beli martabak ke seberang? Tanya Andre.



"Ya gue mau ke Paris lah jemput istri dan anak gue" jawab Raka sambil membalik kan tubuh nya menghadap Andre.



"Dengan pakaian seperti itu? Ngga salah lo" kata Andre.



Raka pun menatap ke arah tubuh nya, dia pun tersenyum kecut, "Ternyata gue udah kaya anak jalanan ya, lusuh dan kumel begini" gumam Raka.


__ADS_1


"Ya udah sana lo mandi dan ganti baju yang kerena dikit, masa mau ketemu sama istri dan anak lo seperti gembel" Andre terus nyrocos.



"Iya gue mandi, tapi lo tungguin gue ya? Jangan pergi dulu" kata Andre.



"Iya gue tunggu sambil ngabisin makan siang gue" jawab Andre.



"Terus lo kenapa berdiri sambil memegang kunci mobil? Tanya Raka.



"Ini aja lo per masalahin? Jadi ke Paris ngga? Kalau ngga gue pergi nih" teriak Andre.



"Iya, gue mandi dan siap-siap" teriak Raka lalu berlari ke kamar nya untuk siap-siap.



Andre pun langsung menghubungi pak Purnama, kalau dia telat kembali ke kantor karena harus ngantar Raka ke bandara.


*


*


Sedang kan di Paris Ayu dan Byan sudah tertidur karena kelehan seharian jalan-jalan keliling mall.


Tasya pun mengabadikan mereka lewat ponsel nya lalu mengirim nya ke Raka.



"Semoga bang Raka sudah mengetahui keberadaan kakak ipar di sini dari notif Bank" gumam Tasya lalu pergi menuju kamar nya.




Ayu selalu teringat Raka, jujur Ayu kangen sama Raka, tapi dia ingin kalau Raka lah yang menjemput nya dan meminta maaf kepada diri nya.



"Lagi buat apa sih kak? Serius banget" kata Tasya yang baru keluar dari kamar nya.



"Lagi buat kue, entah kenapa hari ini ingin membuat kue, kayak ada yang mau datang aja gitu" kata Ayu sambil serius dengan adonan nya.



"Jangan-jangan bang Raka sudah mengetahui keberadaan kakak ipar, bagus deh kalau gitu, sengga nya bukan aku yang ngasih tahu" gumam Tasya sambil tersenyum.



"Kenapa senyum-senyum sendiri Sya? Tanya Ayu yang memergoki Tasya lagi tersenyum dan melamun.



"Ingat Alex kak" jawab Tasya asal-asalan.



"Suruh kesini aja, sekalian dia nyobain kue kakak" kata Ayu.



"Hari ini dia lagi sibuk kak, ngga bisa di ganggu" jawab Tasya.

__ADS_1



"Oh ya sudah, berarti yang makan kue ini hanya kita berdua" jawab Ayu.



"Oh ya kak, Byan masih tidur ya? tanya Tasya.



"Tadi sih masih tidur, ngga tau sekarang, tolong lihatin dong ke kamar nya Sya" kata Ayu sambil memasukan kue ke dalam oven.



Tasya pun pergi ke kamar yang di tempati Ayu dan Byan.



Dia melihat ke arah ponsel nya yang berbunyi lalu membuka chat dan membaca nya, Tasya pun tersenyum lalu menggendong Byan yang sudah bangun.



"Sebentar lagi kamu bertemu sama papah kamu sayang, sekarang kamu mandi ya? Biar kamu kelihatan tampan pas bertemu papah" kata Tasya dengan nada pelan, lalu membawa Byan ke dapur, dimana di situ udah ada Tasya yang lagi sibuk dengan kue nya.



"Kak Byan nya sudah bangun ni" teriak Tasya.



"Oh anak mamah pintar, bangun nya ngga nangis, ngga rewel, kita mandi ya? Sya nanti kalau kue nya mateng tolong diangkat ya? Kakak mau mandiin Byan dulu" kata Ayu.



"Siap kak, ini sudah selesai semua kan kak? Tinggal yang di dalam oven saja? Tanya Tasya.



"Iya Sya" teriak Ayu lalu membawa Byan ke kamar untuk di mandikan.



"Sebentar lagi kalian akan berkumpul, aku harap kakak ipar menerima bang Raka dengan lapang dada dan memaafkan semua kesalahan bang Raka" gumam bathin Tasya sambil tersenyum.



"Ah tampan nya anak mamah ini, kita ke aunty yu? Kita lihat kue buatan mamah, Byan mau kue nya ngga? Byan pasti suka dengan kue buatan mamah, Aby saja yang ngga terlalu suka kue, kalau buatan mamah dia jadi suka" Ayu pun ngajak ngobrol Byan walau Byan hanya membalas dengan senyuman.



Ayu pun teringat dengan suami nya, "Aby aku dan Byan kangen, Aby kangen kita ngga" gumam bathin Ayu sambil menatap Byan yang lagi tersenyum kepada dirinya.



"Kak, kue nya udah mateng, Byan nya udah selesai belum mandi nya? Teriak Tasya dari dapur.



"Yuk sayang kita ke aunty, aunty udah manggil" ajak Ayu sambil menggendong Byan.



"Udah dong aunty? Emang kalau Byan udah tampan, Byan mau diajak kemana? Kata Ayu dengan nada yang di buat seperti anak kecil.



"Kita jalan-jalan sayang, kita akan main di taman" kata Tasya sambil menggendong Byan.



"Ya sudah kita pergi dulu ya kak? Kakak jaga apartemen aku jangan sampai ada yang angkut" ucap Tasya sambil tertawa.

__ADS_1



Tasya pun pergi meninggalkan Ayu sendirian, tidak lama Tasya pergi ada yang mengetuk pintu apartemen.


__ADS_2