
"Maaf pak kami sekalian mau membicarakan hari pernikahan nya atas permintaan nak Fadil" kata Pak Purnama.
"Kami serahkan saja kepada pihak laki-laki, bukan kah begitu nak? Tanya pak Husain kepada NIsa, Nisa hanya mengangguk tanda setuju.
"Jadi nak Fadil meminta saya untuk menyampaikan kalau nak Fadil ingin melangsungkan pernikahan nya itu tanggal 25 bulan ini, gimana menurut bapak? Tanya pak Purnama.
"Berarti dua minggu lagi dong pak? Tanya Nisa dengan wajah kaget nya, karena ngga nyangka kalau Fadil mempercepat pernikahan nya.
"Iyah benar nak? Kenapa? Apa kamu keberatan? Tanya pak Dodi. Pak Husain pun melihat ke arah istri dan anak nya Nisa.
"Gimana nak? Apa kamu siap kalau dua minggu lagi menjadi istri nak Fadil? Tanya pak Husain sambil menatap ke arah Nisa.
Nisa pun sedikit berpikir dan merenung, hingga akhir nya NIsa menjawab dengan jelas dan tegas di hadapan semua nya.
"Insya Allah siap pak" jawaban Nisa membuat Fadil dan keluarga semua nya merasa bahagia dengan jawaban Nisa.
"Baiklah berarti acara lamaran ini sudah selesai dengan jawaban yang sangat memuaskan buat kedua belah pihak keluarga, jadi tinggal menunggu hari H nya saja" kata pak Yanuar.
"Mari kita menikmati hidangan dulu, maaf kalau jam makan malam nya harus terlewatkan" ajak pak Husain.
"Tenang saja pak, tadi Fadil berbisik sama saya katanya ngga lapar sama sekali, tapi setelah mendapat jawaban yang membuat nya bahagia sekarang kata nya lapar banget" jawaban pak Dodi membuat semua orang yang berada di sana pun tertawa.
"Tadi ngga lapar karena takut di tolak lamaran nya" kata Dewi.
Mereka pun tertawa mendengar perkataan Dewi yang membuat Fadil malu.
"Pak jangan malu-malu in deh" bisik Fadil, pak Dodi hanya tersenyum saja mendengar bisik kan dari anak ya.
Mereka pun dengan rasa bahagia menikmati makan malam nya bersama sambil bersenda gurau.
Kini mereka sudah berada di teras rumah, sedangkan para orang tua mereka di ruang keluarga.
Nisa dan Fadil sering terlihat mencuri pandang dengan malu-malu.
"Cie yang masih malu-malu" Dewi menggoda Fadil dan NIsa.
__ADS_1
"Apa sih Wi" jawab Nisa sambil melirik ke arah Dewi.
"Selamat ya Nis, akhirnya dua minggu lagi kamu akan melepas masa jomblo kamu" kata Siska.
"Terus kamu kapan Sis? Masa keduluan sama Nisa yang baru aja ketemu? Tanya Ayu.
"Entah lah Yu, aku ko masih belum siap gitu" jawab Siska.
"Yakin kan dulu hati kamu, kalau memang sudah yakin jangan lama-lama nanti kak Andre nya diambil orang" jawab Ayu.
"Bener tuh kata Ayu, kalau kak Andre kan udah mapan ngga seperti Faisal yang baru mau merintis" jawab Dewi.
"Dan satu lagi ya Sis, sekarang itu banyak banget wanita dengan segala cara akan merebut pasangan kita, mereka ngga akan peduli laki-laki itu sudah punya pasangan atau belum, yang penting bagi mereka mendapatkan apa yang mereka ingin kan" kata Ayu sambil melirik ke arah Raka suami nya.
Raka yang di lirik pun merasa tersindir karena ada nya kejadian pulang kerja yang ada lipstik cap bibir di dada nya.
Nisa dan Siska merasa ngga enak dengan Raka lalu mengalihkan pembicaraan nya.
"Emang kemarin jelek ya? kata Nisa.
"Ngga, maksud ku kamu lebih cantik dari kemarin, kalau kemarin kamu cantik dan malam ini kamu cantik sekali" Fadil pun memuji kecantikan Nisa malam ini.
"Nis, mulai sekarang boleh kan aku memanggil kamu sayang? Kan mulai malam ini kamu sudah menjadi milik ku walau pun belum seutuh nya" kata Fadil sambil menatap ke arah Nisa.
"Terserah kak Fadil saja" jawab Nisa sambil menunduk kan kepala nya karena malu.
"Ko manggil kakak sih, panggil sayang dong? Fadil pun protes.
"Maaf kak aku belum bisa karena belum biasa, jadi aku mohon kakak bersabar ya? Lagian juga kan kita masih tahap pengenalan" jawab Nisa.
Fadil pun tidak memaksa, karena Fadil sadar dia yang terlalu cepat untuk langsung melamar Nisa tanpa ada hubungan semacam pacaran.
"Ya sudah terserah kamu, aku ngga akan memaksa, pelan-pelan saja" jawab Fadil.
__ADS_1
karena hari semakin malam maka mereka pun akhirnya pamit pulang.
"Baiklah pak Husain karena malam sudah semakin larut maka kami mohon undur diri dan terima kasih atas jamuan nya" kata pak Dodi sambil saling berjabat tangan.
"Sama-sama pak, maaf kan juga bila dalam menjamu bapak sekeluarga ada kekurangan dari kami" jawab pak Husain sambil berjalan mengantarkan tamu nya ke depan.
"Fadil ayo pulang, tunggu dua minggu lagi baru bisa terus berduaan" teriak pak Dodi, Fadil dan Nisa pun menghampiri mereka.
"Yang ayo kita pulang" ajak Raka
"Aku pulang duluan ya? Kalian pada di jemput ngga? tanya Ayu.
"Oke Yu, di jemput ko, masih di jalan kayak nya, eh itu kak Andre" teriak Dewi yang melihat mobil Andre masuk ke halaman rumah Nisa.
"Aku nebeng ya SIs? Kata Dewi sambil tersenyum.
"Emang bebeb mu kemana ngga jemput? Tanya Siska.
"Katanya ngga bisa jemput lagi ada acara" jawab Dewi.
"Ya sudah ayo seperti biasa aku yang akan antar kamu pulang" ajak Siska lalu masuk ke dalam mobil.
Mereka pun naik ke dalam mobil satu persatu, tapi sebelum Fadil masuk ke dalam mobil nya, tiba-tiba ada seorang perempuan seumuran Ayu dengan perut sedikit buncit memanggil Fadil dengan suara lantang nya.
"Mas Fadil,,,,,,,," Teriak wanita itu dengan suara lantang nya membuat semua orang yang mau naik ke dalam mobil pun menoleh ke arah wanita tersebut.
Nisa dan kedua orang tua nya pun kaget melihat wanita yang seperti nya lagi mengandung itu memanggil Fadil dengan sebutan mas.
"Kamu? apa-apa an sih kamu nyusul kesini dengan pakaian seperti itu? Teriak Fadil.
"Siapa wanita itu kak? Tanya Nisa yang memang posisi berdiri nya ngga jauh dari mobil keluarga Fadil.
Fadil pun membalik kan badan nya dan menatap ke arah Nisa, "Dia,,,,,," belum juga Fadil menjelaskan tentang wanita yang datang dengan perut buncit itu, dia sudah teriak-teriak memanggil nya.
__ADS_1
"Mas, kenapa aku di tinggal? Kamu itu harus nya bertanggung jawab sama aku, lihat perut ku yang buncit seperti balon ini, kelakuan siapa coba ini? Kamu malah lari dari tanggung jawab dan membiarkan aku menjalani hidup ini sendirian.