Nikah Paksa

Nikah Paksa
Jail nya Ayu


__ADS_3

Pak Purnama dan bu Santi pun sampai di rumah nya pak Hasan bersamaan dengan penghulu yang dia hubungi.



Pak Hasan sudah menunggu nya di depan rumah dia pun menyambut pak Purnama beserta istri nya dan juga penghulu.



"Kenapa kamu ngikutin cara ku menikah kan mereka? Tanya pak Purnama.



"Cerita nya panjang nanti saja aku ceritakan, ayo silahkan masuk" kata pak Hasan.



Di dalam sudah duduk Rafi dengan wajah yang masih biru lebam nya tapi udah rapih ngga seperti siang tadi yang acak-acak kan.



"Silahkan duduk" pak Hasan pun mengajak mereka untuk duduk.



"Begini pak penghulu, mempelai wanita nya anak sebatang kara terus wali nya gimana? Tanya pak Hasan.



"Ya kalau memang sama sekali tidak ada keluarga nya, paling jatuh nya ke wali hakim" jawab pak penghulu.



"Kalau begitu kamu bisa kan Pur menjadi wali hakim nya Yulia? Tanya pak Hasan dengan penuh harap.



Pak Purnama pun diam memikirkan nya, "Tapi benar kan kalau Yulia memang tidak ada keluarga nya sama sekali? Soal nya nanti saya takut di salahkan sama keluarga nya" jawab pak Purnama.



"Kata Yulia sih dia dari kecil tinggal di panti asuhan, cuman pas semenjak masuk kuliah dia hidup sendiri membiayai hidup dan kuliah nya" jawab Pak Hasan.



"Ya sudah kalau memang kejadian nya seperti itu saya akan menjadi wali hakim nya Yulia" jawab pak Purnama dengan jelas.



"Alhamdulilah, makasih Pur" kata pak Hasan.



Dan akhir nya ijab kobul pun dilaksanakan dengan wali hakim pak Purnama.



Walaupun dengan memakai kebaya milik mertua dan make up ala kadar nya tapi Yulia malam itu tetap kelihatan cantik.



Akhir nya pernikahan antara Rafi dan Yulia pun selesai di laksanakan, Pak Hasan ngajak makan bersama tapi di tolak mereka karena mereka sudah pada makan malam di rumah nya.



Pak penghulu pun pamit, tinggal lah pak Purnama dan bu Santi yang masih tinggal dan berbincang di ruang tamu.



"Kamu itu ya San selalu saja ngikut-ngikut dari dulu" kata Pak Purnama.


__ADS_1


"Ya bukan ngikut-ngikut memang sudah waktu nya aja" jawab Pak Hasan.



"Dari dulu jawaban mu mesti gitu-gitu aja" kata pak Purnama.



"Dan pertanyaan kamu juga gitu-gitu juga" jawab pak Hasan.Mereka pun tertawa bersama.



"Ya sudah kalau gitu kita pamit karena sudah malam juga, ayo mah kita pulang" ajak pak Purnama.



"Makasih ya Pur atas bantuan nya. Jawab Pak Hasan sambil menjabat tangan pak Purnama dan bu Santi.



"Kami pulang dulu ya nak" kata pak Purnama, Raka dan Yulia pun mencium telapak tangan mereka berdua.



"Makasih banyak om" kata Yulia sambil menitik kan air mata nya, karena dia merasa mempunyai seorang ayah



"Sama-sama nak, berbahagia lah kalian sampai tua sampai maut memisahkan" kata pak Purnama sambil mengelus pucuk kepala Yulia.



Pak Purnama beserta bu Santi pun pulang meninggalkan kediaman pak Hasan.


*


*


*


Andre pun menghubungi Nisa untuk membantu melancarkan rencana nya me nyampai kan perasaan nya kepada Siska.



"Ya kak, tumben nelepon ada apa? tanya Nisa.



"Nis kakak mau menyatakan perasaan kakak sama Siska, kakak butuh bantuan kamu dan Dewi dong? Kata Andre.



"Oke kak, gimana kalau malam minggu di cafe gaul, kebetulan malam minggu nanti kita ada rencana kumpul di sana kak" jawab Nisa.



"Boleh juga, tapi Siska nya jangan sampai tahu ya? Kata Andre.



"Oke sipz lah, eh kak jangan lupa nanti bawa bunga dan cincin nya ya? Nisa pun mengingat kan Andre.



"Oke nanti kakak beli sebelum pergi ke cafe nya, makasih ya Nis"



"Sama-sama kak" jawab NIsa lalu mematikan telepon nya.


__ADS_1


Berbeda dengan di kamar Raka dan Ayu, Raka yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutupi bagian bawah nya saja dan me nampak kan dada bidang yang putih, bersih, dan wangi membuat siapa saja yang melihat nya pasti ingin menyentuh nya.



"Yang, kamu di mana? tumben baju Aby belum di siapkan? Tanya Raka sambil mata nya mencari-cari keberadaan Ayu.



"Ini di walk in closet lagi ngambil baju Aby, soal nya tadi aku nerima telepon dari Nisa dulu" teriak Ayu dari dalam walk in closet.



Raka pun menghampiri Ayu yang masih di dalam walk in closet, begitu Ayu membalik kan badan nya, kening Ayu membentur dada bidang nya Raka.



"Aww,, Aby kaget plus sakit tahu" teriak Ayu.



Raka pun tersenyum sambil mengusap kening Ayu lalu mencium nya.


"Udah ngga sakit kan? Tanya Raka yang baru saja mencium kening Ayu.


Ayu pun terpana dengan dada bidang dan wangi sabun dari tubuh Raka, dan membuat hormon wanita nya bangkit.



Ayu pun memeluk dan men cium dada bidang Raka hingga membuat Raka memejamkan ke dua matanya.



Ayu pun menatap ke arah Raka dan terlihat Raka yang sedang memejamkan matanya seperti menahan sesuatu.



Muncul ide nya untuk menggoda suami nya, dia penasaran sampai mana dia bisa tahan dengan godaan nya.



Ayu pun men cium leher Raka dengan lembut dan sentuhan Ayu di punggung polos Raka membuat darah Raka ber desir, tapi ia tetap dengan keteguhan hati nya untuk bisa menahan nya, karena Raka takut kalau Ayu kambuh lagi trauma nya.



Ayu pun membuka matanya sedikit untuk melihat reaksi Raka, dia pun tersenyum dan tangan Ayu pun pindah ke dada Raka terus Ayu menyentuh perut sispax Raka.



Sumpah demi apa pun Raka dengan sekuat tenaga melawan rasa yang ada pada dirinya apalagi junior nya yang tadi tertidur lelap sekarang sudah mulai bangun.



"Yang,,,,, " gumam Raka yang masih bisa di dengar oleh Ayu.



Ayu pun semakin jail dia turunkan lagi tangan yang berada di perut Raka, dengan lembut nya tangan Ayu meluncur dengan perlahan menuju Raka junior yang sudah bangun dan menantang.



"Yang,,, please,,,Raka pun sudah ngga sanggup akhirnya dengan sedikit liar Raka men cum bu, me lu mat bibir nya Ayu, mereka pun saling menyesap dan mem belitkan lidah nya.



"Ternyata cuma sampai sini kekuatan iman kamu By" kata Ayu sambil tersenyum.



"Kamu yang meminta ya Yang? kata Raka sambil terus mncumbu Ayu.


__ADS_1


"Raka" teriak pak Purnama sambil mengetuk pintu kamar Raka.


__ADS_2