Nikah Paksa

Nikah Paksa
Diam nya Ayu


__ADS_3

"Habis ngapain Aby sama wanita lain? Tanya Ayu dengan wajah cemburu nya.



"Aby dari kantor sayang ngga ada pergi dengan wanita lain" jawab Raka dengan perasaan aneh nya, karena biasa nya juga Ayu ngga pernah bertanya soal wanita, tapi entah kenapa sore ini justru Ayu bertanya masalah wanita lain.



Raka pun menggantung kan jas nya yang sejak dari ruangan bawah dia buka.



"Jangan bohong By, aku ngga suka kalau Aby berbohong" Ayu pun pergi ke arah sofa dan duduk di sana.



"Sayang mana ada Aby berbohong sama kamu, sumpah Aby seharian ini di kantor" jawab Raka sambil menghampiri Ayu.



"Stop By, sekarang cepat Aby mandi dan buang kemeja itu, aku ngga mau lihat lagi kemeja yang Aby pakai itu" teriak Ayu.



"kenapa harus di buang Yang, salah apa kemeja Aby ini? Tanya Raka yang masih belum menyadari nya.



"Kalau Aby tidak membuang kemeja nya jangan harap Aby tidur sama aku" Ayu pun semakin kesal dengan Raka.



Raka pun menyerah dan ngga mau memperpanjang lagi perdebatan yang ngga jelas menurut Raka.



Raka pun semakin heran dengan sikap istri nya, dan Raka memilih pergi ke kamar mandi, begitu dia membuka kemeja nya dia melihat ada tanda bibir yang nempel di kemeja putih nya.



"Jadi ini yang membuat Ayu marah? \*\*\*\*!! Ini semua gara-gara Laura" gumam Raka lalu keluar kamar mandi dan menghampiri Ayu yang masih duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.



"Yang,," panggil Raka, Ayu pun diam tidak menghiraukan nya.



"Yang, please dengerin aku dulu, kamu marah karena tanda bibir ini kan? Tanya Raka.sambil berlutut di hadapan Ayu.



Ayu pun melirik ke arah Raka, "Baru sadar kalau selingkuhan kamu memberikan kenang-kenang ngan di sana" jawab Ayu dengan ketus.



"Ini ngga seperti yang kamu bayangkan Yang? Raka pun terus berusaha menjelaskan pada istri nya.


__ADS_1


"Terus yang kamu bayangkan kalau aku ngga bakalan tahu gitu" teriak Ayu.



"Bukan gitu Yang, tadi sebelum pulang Laura memberikan berkas yang harus segera di tanda tangani, pas Laura memberikan berkas nya dia kepeleset lalu terjatuh menimpa tubuh Aby" Raka pun berusaha jujur pada Ayu.



"Sudah lah sekarang Aby mandi dan buang kemeja itu, aku ngga mau melihat kemeja itu lagi, benar atau tidak nya penjelasan Aby kemeja itu tetap harus di buang, aku ngga mau melihat dan menyentuh sesuatu yang sudah di sentuh wanita lain" jawab Ayu.



Raka pun pasrah dengan kemarahan istri nya, lalu dia pun berdiri dan pergi ke kamar mandi, "Iya Aby buang kemeja nya" jawab Raka.



Walaupun sedang marah Ayu tetap mempersiapkan baju yang warna nya senada dengan baju dirinya, karena malam ini mereka akan pergi ke acara lamaran nya Fadil dan Nisa.



Sekitar lima belas menit Raka pun keluar dari kamar mandi, dia melihat ke arah baju yang sudah di siapkan Ayu untuk dirinya, Raka pun tersenyum karena Ayu ngga marah lagi pikir nya.



Ayu yang sudah mempersiapkan kebutuhan Raka pun langsung pergi ke bawah dengan wajah yang kusut.



"Kamu kenapa nak? Bertengkar sama Raka ya? Tanya Bu Santi.



"Ngga mah, cuman lagi kesel saja sama mas Raka" jawab Ayu lalu duduk di samping mertua nya.




"Ternyata kamu di sini Yang, aku cari-cari tadi" kata Raka lalu duduk di samping Ayu.



Ayu tidak merespon pertanyaan Raka, dia lebih memilih diam, karena di situ ada mertua nya.



"Mamah panggilkan papah dulu yah, habis itu kita berangkat" kata bu Santi lalu berdiri dan pergi dari hadapan mereka.



Bu Santi tahu kalau diantara mereka sedang ada masalah, jadi bu Santi memilih pergi agar mereka bisa menyelesaikan masalah mereka tanpa adanya campur tangan dia sebagai ibu dan juga sebagai mertua, bu Santi yakin mereka berdua bisa menyelesaikan masalah nya.



Pak Purnama pun baru saja memutuskan panggilan bersama pak Dodi bersamaan bu Santi masuk ke dalam kamar.



"Sudah siap pah? Tanya bu Santi.

__ADS_1



"Sudah mah ayo, anak-anak sudah pada siap belum? Tanya pak Purnama.



""Mereka sudah menunggu dari tadi pah, tinggal papah yang belum siap" jawab bu Santi sambil mengambil tas branded nya.



"Ya sudah papah sudah siap ko, barusan Dodi bilang mereka sudah berangkat dan kita kata nya langsung saja ke rumah Nisa" ajak Pak Purnama.



Pak Purnama dan bu Santi pun keluar kamar sambil bergandengan tangan menghampiri anak menantu nya yang lagi mode diam.



"Kalian mau ikut mobil papah apa mau jalan berdua? Tanya pak Purnama setelah menghampiri mereka.



"Ikut papah saja" jawab Ayu.



"Kita berdua saja" jawab Raka.



Mereka pun menjawab barengan dengan jawaban yang berbeda, Pak Purnama menatap ke arah istri nya seakan-akan minta penjelasan, bu Santi pun hanya mengedikan kedua bahu nya.



"Kita jalan berdua saja Yang? Ajak Raka.



"Kamu aja yang jalan sendiri, aku mau ikut papah sama mamah" jawab Ayu sambil menghampiri kedua mertua nya.



Pak Purnama dan bu Santi pun memilih diam melihat situasi yang tidak mengenakan dari anak dan menantu nya itu.



"Ya sudah ayo jalan" pak Purnama pun melangkah kan kaki nya dan mengabaikan mereka.



Bu Santi dan Ayu pun mengikuti langkah nya pak Purnama, dengan berat hati dan terpaksa Raka pun mengikuti mereka dan ikut masuk ke dalam mobil papah nya.



"Mah aku ingin duduk di samping mamah" kata Ayu sambil menarik tangan bu Santi yang hendak membuka pintu mobil bagian depan.



Bu Santi pun menatap ke arah pak Purnama dan ke arah Raka, "Ya sudah kita duduk di belakang saja" jawab bu Santi setelah pak Purnama memberikan kode.

__ADS_1



Mereka pun pergi menuju rumah Nisa dengan Raka yang mengemudi, di sepanjang perjalanan Ayu dan Raka pun saling diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun, sesekali pak Purnama dan bu Santi pun mengalihkan nya..


__ADS_2