
Sore itu Raka baru saja sampai di rumah nya, dan seperti biasa selalu di sambut dengan senyuman manja istrinya.
"Hubby,,," teriak Ayu lalu mencium telapak tangan Raka, Ayu pun mendapat ciuman mesra di kening nya.
"Iya sayang" jawab Raka sambil mencium kening nya Ayu.
"Aby sini lihat deh pohon mangga tetangga kita" kata Ayu yang menarik tangan suami nya mendekati pintu gerbang sambil menunjuk ke pohon mangga yang ada di rumah sebelah rumah Raka.
"Emang kenapa dengan pohon nya? Tanya Raka yang masih belum peka dengan keinginan istri nya.
"Is Aby ini masih ngga ngerti juga" kata Ayu sambil mengerucutkan bibir nya.
"Oh istri Aby ini mau mangga muda? Kenapa ngga telepon tadi, kan Aby bisa mampir dulu di super market"jawab Raka.
"Hubby aku ini memang lagi pengen makan mangga muda tapi bukan beli" kata Ayu dengan nada manja nya.
"Terus? Tanya Raka sambil mengernyitkan kening nya, "Jangan minta yang aneh-aneh ya nak, please" gumam bathin Raka sambil mengelus pelan perut Ayu yang sudah kelihatan menonjol.
"Aku pengen nya Aby sendiri yang metik buah mangga itu" jawab Ayu dengan bibir tersenyum dan jari nya yang menunjuk ke pohon mangga milik tetangga nya.
"Yang kamu jangan mengada-ngada deh, Aby ngga bisa manjat Yang, Aby nyuruh pak Asep aja ya? Pak Asep,,,," Raka pun memanggil pak Asep.
"Ngga mau! Aku mau Aby sendiri yang metik buah mangga nya" teriak Ayu sambil menangis.
"Mulai deh jurus jitu nya keluar, nasib,,,nasib,,nak kamu masih di dalam saja sudah buat Aby susah, gimana nanti kalau sudah keluar" gumam bathin Raka.
"Ya sudah jangan nangis, nanti Aby yang metik itu buah mangga, sekarang kamu masuk tunggu Aby di dalam kamar ya? jawab Raka.
"Ngga Aby, aku akan ikut dan melihat suami ku tersayang ini memetik buah mangga langsung dari pohon nya" jawab Ayu sambil menggandeng tangan Raka dengan manja.
"Ka,,,,kamu ikut Yang? Tanya Raka sedikit kaget, "Mampus tadi nya aku mau nyuruh pak Asep buat manjat, kalau kayak gini mau tidak mau terpaksa aku yang harus manjat sendiri" gumam bathin Raka.
"Iya aku ikut, aku dan anak Aby ingin melihat Aby manjat pohon mangga" jawab Ayu.
__ADS_1
Raka pun pasrah dan dengan terpaksa Raka menghampiri tetangga nya yang mempunyai pohon mangga tersebut dengan menggandeng tangan Ayu istri nya.
"Assalamualaikum? Permisi? Teriak Raka dari luar gerbang sambil memijit bel.
"Wa\*alaikum salam" jawab dari dalam dan ngga lama pintu gerbang pun terbuka menampakkan seorang ibu yang seumuran dengan ibu nya Raka.
"Eh nak Raka? Ada apa nak? Tanya bu Samsiah pemilik rumah.
"Maaf bu sore-sore mengganggu istirahat nya ibu" jawab Raka basa basi.
"Ngga ko, ngga ganggu kebetulan saya lagi duduk santai nunggu suami pulang, ini istri nya ya nak? Cantik banget, kalian berdua serasi banget" kata bu Samsiah sambil tersenyum ke arah Ayu.
"Makasih bu" jawab Ayu dengan senyuman manis nya.
"Begini bu, kedatangan saya bersama istri ke sini untuk,,,,emmmm,,,,,, untuk,," Sebenar nya Raka malu, tapi bagai mana pun dia harus me laksanakan keinginan istri nya, kalau tidak bisa-bisa dia tidur di luar.
"Iya untuk apa nak? Tanya bu Samsiah yang dari tadi dengan sabar menunggu Raka untuk mengungkapkan kedatangannya.
"Saya kesini untuk memenuhi ngidam nya istri saya" kata Raka sambil melihat ke arah istri nya.
"Baru tiga bulan bu" jawab Ayu, "Oh pas ngidam-ngidam nya kalau seumuran segitu, sehat selalu ya nak, jangan terlalu capek, harus banyak istirahat" pesan bu Samsiah Ayu pun cuma tersenyum sambil mengangguk.
"Istri saya menginginkan buah mangga ibu" kata Raka sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Oalah ibu kira ngidam apaan, ya sudah tunggu sebentar biar pak Amin yang petikin" jawab bu Samsiah sambil membalik kan tubuh nya.
Begitu bu Samsiah mau melangkah kan kaki nya Raka pun menghentikan langkah bu Samsiah.
"Maaf bu, tapi istri saya menginginkan saya sendiri yang memetik nya? kata Raka yang membuat langkah bu Samsiah terhenti.
"Oalah seperti itu ya? Ya sudah ayo masuk, silahkan petik saja sepuas nya" jawab bu Samsiah.
Raka dan Ayu pun masuk ke dalam halaman rumah bu Samsiah lalu siap-siap untuk memanjat pohon mangga yang lebat dengan buah nya.
__ADS_1
Raka pun dengan susah payah memanjat pohon mangga itu, dan akhirnya Raka pun sampai ke atas dan mulai memetik buah mangga yang di mau istri nya.
"Udah lah By dua juga cukup ko" teriak Ayu pada Raka.
"Udah bukan Yang? Teriak Raka dari atas.
"iya udah Aby, udah cukup sekarang Aby cepetan turun" teriak Ayu.
"Tambah lagi aja nak ngga apa-apa" kata bu Samsiah pada Ayu.
"Ngga usah bu, segini juga udah cukup, makasih banyak ya bu? Kata Ayu.
Dengan kaki gemetar Raka pun turun, hingga akhir nya Raka sudah berada di bawah pohon mangga dengan kaki yang terasa lemas.
"Aby kenapa? Aby baik-baik saja kan? Tanya Ayu sambil menghampiri suaminya.
"Kaki ku lemes Yang" jawab Raka sambil memegang lutut nya.
"Baru juga naik pohon mangga segitu sudah lemes gimana kalau manjat yang lain" cerocos Ayu.
"Kalau manjat yang lain ngga lemes Yang, lemes nya itu justru kalau ngga manjat" jawab Raka sambil tertawa.
"Aby is malu tahu ada bu Samsiah juga" kata Ayu sambil menepuk bahu suami nya.
Bu Samsiah yang mendengar celetukan Raka pun hanya tersenyum dan pura-pura tidak mendengar nya.
"Bu makasih banyak ya? Sekali lagi maaf mengganggu" kata Raka.
"Sama-sama, lain kali kalau nak Ayu mau buah mangga lagi ambil saja langsung meski ibu ngga ada di rumah, ngga usah sungkan" kata bu Samsiah.
"Iya bu makasih, kalau begitu kami permisi dulu ya bu, Assalamualaikum" kata Ayu dan Raka serempak.
"Wa\*alaikum salam" jawab bu Samsiah sambil menatap ke arah Ayu dan Raka yang sedang berjalan menuju ke rumah nya, bu Samsiah pun lalu menutup gerbang nya lagi dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Raka dan Ayu pun masuk ke dalam rumah, di depan pintu sudah berdiri bu Santi dengan ke dua tangan nya memegang selang air, karena bu Santi lagi meyiram bunga-bunga kesayangan nya.