
Yulia pun sampai kerumah kontrakan nya, disana sudah ada Rafi sahabat nya yang sudah menunggu kepulangan nya dengan wajah yang kusut.
"Tumben kesini lo? ngga balik lagi ke Ln? Itu muka kenapa kusut gitu kayak yang belum di setrika aja' tanya Yulia pada Rafi sambil membuka pintu kontrakan nya.
"Lagi badmood gue dirumah, entahlah gue kayak nya ngga bakalan balik lagi kesana" jawab Rafi sambil mengikuti langkah Yulia masuk kedalam kontrakan nya.
"Kenapa sih lo? Lagi ada masalah ya? Jangan bilang lo putus sama pacar lo yang masih ingusan itu" Tanya Yulia sambil memberikan minuman pada Rafi.
"Bukan putus lagi tapi katanya dia sudah menikah" jawab Rafi sambil menunduk.
"What!! Kok bisa sih, itu karma dari gue itu, karena lo lebih memilih cewek ingusan itu ketimbang gue, dan sekarang apa, lo ditinggal juga kan? Kata Yulia, dan Rafi cuma diam mendengar ocehan Yulia.
Dulu selagi masih Sma Yulia naksir berat sama Rafi, tapi Rafi hanya menganggap Yulia sebagai sahabat saja, hingga mereka kuliah Yulia masih menyimpan rasa suka nya kepada Rafi.
Hingga suatu hari ada kunjungan kesekolah menengah dan Rafi menyukai salah satu siswi di sekolah tersebut yaitu Ayu.
Hingga Rafi melanjutkan study nya ke LN dan Yulia pun setelah lulus langsung melamar kerja sebagai sekretaris, dan sekarang Yulia menjadi sekretaris nya Raka.
Meski Rafi di LN tapi kedua nya selalu komunikasi dan saling kasih kabar, makanya Rafi tahu kontrakan Yulia yang sekarang
"Tapi lihat saja gue ngga akan membiarkan dia bahagia diatas penderitaan gue" kata Rafi dengan sorot mata yang tajam.
"Sudah lah, lupakan saja cewek ingusan itu, buka mata lo, gue juga ada disini masih menunggu perasaan lo" kata Yulia sambil menyenderkan kepalanya dengan manja ke bahu Rafi.
"Apa kurang nya aku dimatamu? Tanya Yulia sambil menatap mata Rafy dan tangan nya mengelus dada bidang Rafi.
"Tapi kita ini sahabat, ngga mungkin kalau kita menjalin asmara" elak Rafi sambil berdiri.
"Kita ini cuma sahabat bukan saudara kandung" teriak yulia yang ikut berdiri sambil menatap kearah Rafi yang sedang membelakangi diri nya.
__ADS_1
Yulia pun memeluk Rafi dari arah belakang, "Aku mencintai kamu sejak kita masih sekolah, coba sedikit saja kamu buka hati kamu untuk aku" kata Yulia sambil membalikkan tubuh Rafi dan menghadap kearah nya, Mereka pun saling menatap satu sama lain
Perlahan Yulia mendekatkan wajah nya ke wajah Rafi semakin dekat dan terus makin dekat, akhirnya bibir Yulia nempel pada bibir Rafi.
Sejenak mereka pun terdiam, merasa tidak ada penolakan dari Rafi Yulia pun me lu mat dan me nye sap bibir Rafi.
Mereka berdua pun terbuai dengan hasrat mereka masing-masing, apalagi Rafi selama pacaran sama Ayu dia belum pernah merasakan bercumbu, karena Ayu selalu menolaknya waktu itu.
Semakin lama ciuman mereka semakin panas dan menunntut, tapi tiba-tiba Rafi melepaskan ciuman nya.
"Ini salah, ini ngga boleh terjadi, kita ini sahabat, aku ngga ingin merusak persahabatan kita" kata Rafi yang lansung merapikan kemeja nya yang sempat Yulia buka.
"Come on hunny, kita sudah sama-sama dewasa, apa salah nya kalau kita melakukan nya" jawab Yulia sambil memeluk Rafi kembali.
Tidak sekarang, please beri aku waktu, sengga nya aku mau membuktikan dulu tentang Ayu" jawab Rafi sambil melepaskan tangan Yulia dari pinggang nya.
Rafi hanya diam lalu pergi meninggalkan Yulia di kontrakan nya.
"Breng sek dasar cewek mu ra han, semua gara-gara lo, Rafi ngga melihat cinta gue, awas saja kalau gue udah tahu siapa elo, jangan harap bisa tebar pesona lagi sama Rafi" gumam Yulia dengan amarah yang membara.
"Aaaaarrrrggghhh" YUlia pun membanting tas kerja nya lalu pergi ke kamar nya.
*
*
*
Raka pun masih berlutut di depan Ayu dengan sebelah tangan memegang bukect bunga mawar merah.
"Aku mohon maafkan aku, berilah aku satu kali kesempatan lagi, aku akan membuka hatiku dan akan selalu melindungi mu' Raka pun masih memohon di depan Ayu.
Ayu pun berpikir sejenak, muncul lah ide di benaknya untuk melakukan negosiasi dengan Raka.
__ADS_1
"Aku akan memaaf kan dan memberikan satu kesempatan tapi dengan satu syarat" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Apapun syarat nya asal kamu memaafkan, mas akan mengabulkan semua yang kamu inginkan" jawab Raka tanpa pikir panjang.
"Aku ingin melanjutkan sekolah, aku ingin kuliah, karena aku jenuh tiap hari hanya di dalam rumah saja" jawab Ayu dengan senyuman nya yang mengembang.
Raka pun terdiam dan memikirkan permintaan Ayu istrinya.
"Kalau ngga boleh ya sudah aku pun tidak akan memaafkan mas sampai kapan pun" kata Ayu sambil melangkahkan kaki nya.
Raka pun menarik tangan Ayu, karena Ayu yang ngga tahu kalau tangan nya akan di tarik pun hilang keseimbangannya dan terjatuh dalam pelukan Raka.
Sejenak mata mereka beradu, ada geleyeran aneh yang mereka rasakan di dalam hati mereka masing-masing, jantung kedua nya berdetak keras, Raka pun mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu.
Ayu yang terpana akan ketampanan Raka pun tanpa sadar memejamkan matanya hingga terasa benda kenyal menempel dibibir mungil nya.
Sejenak mereka saling diam merasakan sensasi hangat di bibir nya, tiba-tiba Ayu pun membuka matanya dan menjauhkan bibir nya dari Raka, Ayu pun menunduk malu akan apa yang terjadi barusan.
"Baik kalau emang itu permintaan kamu, akan aku kabulkan, mau kuliah dimana tinggal bilang saja nanti aku yng mendaftarkan nya' kata Raka sambil melepaskan pelukan nya.
Ayu pun senang bukan main karena permintaan nya dikabulkan, lalu dia mengambil bunga yang ada di tangan Raka lalu menghirup nya.
"Makasih mas" hanya itu yang terucap dari bibir Ayu dan tak henti-henti nya Ayu menyunggingkan senyuman di bibr nya.
"Jadi dimaafkan ngga nih? Tanya Raka sambil menatap kearah Ayu.
"Iya udah aku maafkan ko, eh iya air nya sudah aku siapkan buruan mandi, Andre kan udah nungguin dibawah" kata Ayu mengingatkan Raka.
"Ya ampun mas hampir lupa kalau dibawah ada Andre" jawab Raka yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Ayu pun tertawa melihat kelakuan suaminya itu, "Ini awal yang baik buat kita mas, pokok nya apapun yang terjadi aku akan tetap mempertahankan pernikahan kita ini" gumam Ayu yang langsung menyiapkan keperluan suami nya.