Nikah Paksa

Nikah Paksa
Tanda Bibir


__ADS_3

Di rumah Nisa sudah hadir Dewi dan Siska, tapi kedua kakak Nisa ngga bisa hadir karena acara nya sangat dadakan, Nisa pun lagi di make up sama perias yang di kirim oleh Fadil di kamar nya.



Fadil ingin melihat Siska yang berbeda nanti malam, makanya dia hadirkan perias buat make up Nisa.



"Nis gue heran ya? Kita yang duluan punya pasangan ko kamu yang di lamar duluan sih? gue jadi iri" kata Dewi.



"Ya lo minta di lamar saja sama Faisal, pasti Faisal juga langsung lamar lo" jawab Nisa.



"Kalau gue di lamar Faisal sekarang terus gue nanti makan apaan Nis, orang Fasial aja masih kuliah belum kerja" jawab Dewi.



"Makan aja cinta" jawaban Siska membuat yang ada disitu semua tertawa kecuali dewi .


"Sis, lo tu ya kalau ngomong suka bener deh" kata Nisa


"Enak banget ya buli aku, tapi ngomong-ngomong lo kenapa ngga minta di lamar sama kak Andre sih Sis? Tanya Dewi



"Sebenar nya kak Andre pengen melamar aku, tapi aku nya yang belum siap" jawab Siska.



"Emang belum siap nya kenapa sih Sis? Kak Andre itu sudah mapan lo, ngga kaya si ono" jawab Nisa sambil melirik ke arah Dewi.



"Iya cuma Faisal saja yang belum mapan, puas kalian" jawab Dewi sewot.



"Entah lah Nis, hati ku belum siap aja untuk menuju pernikahan" jawab Siska.



"Eh ya Sis, nih aku kasih tahu Kak Andre itu ganteng, mapan, terus umur nya pun sudah waktunya untuk berumah tangga, nah gimana kalau kak Andre memutuskan menikah dengan yang sudah siap karena nunggu kamu yang belum siap juga, lama-lama kak Andre juga bosan nungguin kamu yang belum siap terus" kata Dewi.



"Benar yang di katakan Dewi Sis, kamu jangan anggap enteng seorang pria yang ngajak kita ke jenjang pernikahan, kalau kita ditanya siap atau tidak siap, jujur aku pun ngga siap, tapi karena segala pertimbangan dan pemikiran yang matang akhir nya aku beranikan diri untuk menerima lamaran nya kak Fadil, kamu lihat Ayu kan? Dia bahkan awal nya di nikah kan secara paksa oleh ke dua orang tua nya, tapi dengan seiring berjalan nya waktu mereka pun saling menerima dan saling menyayangi sampai-sampai sekarang mereka membuahkan hasil di perut nya Ayu" jawab Nisa yang mendapat kan sebuah anggukan dari Dewi.


__ADS_1


Siska pun diam mencerna semua kata-kata Dewi dan Nisa, kata-kata yang di lontarkan NIsa dan Dewi membuat bathin nya berperang antara siap dan tidak.


*


*


Di kantor Raka sedang menyelesaikan pekerjaan nya karena dia mau pulang lebih awal untuk siap-siap buat ikut ngantar Fadil melamar Nisa sahabat istri nya.


Laura yang sudah resmi menjadi sekertaris nya Raka pun sudah mulai bekerja sendiri dan bisa keluar masuk ruangan Raka.



Laura pun masuk ke dalam ruangan Raka setelah Raka menyuruh nya masuk.



"Siang pak Raka, maaf mengganggu ini ada berkas yang harus bapak tanda tangani sekarang juga" kata Laura sambil memberikan berkas kepada Raka.



Dengan sengaja Laura memberikan berkas nya lewat samping meja dan pura-pura kepeleset, hingga akhir nya Laura terjatuh ke pangkuan Raka yang lagi duduk di kursi kebesaran nya.



Laura pun duduk manis di pangkuan Raka dengan wajah nya membentur dada bidang Raka dan sengaja Laura mencium dada Raka hingga meninggalkan bekas lipstik di baju Raka.



"Oh wangi sekali kamu pak Raka, aku ingin sekali selalu berada dalam pelukan mu seperti ini" gumam bathin Laura sambil memejamkan mata nya.




Laura memang cantik, kulit nya putih bersih dada nya besar dan body nya yang aduhai membuat lawan jenis akan selalu terpana jika melihat dirinya.



Terbesit di pikiran nya wajah Ayu yang sedang mengandung anak nya, Raka pun langsung melepaskan tangan nya dan menyuruh Laura berdiri.



"Maaf Laura kita ngga layak dan ngga pantas seperti ini, apalagi ini di kantor" kata Raka sambil mendorong Laura.



"Eh, maaf pak saya tadi kepeleset jadi terjatuh di pangkuan bapak" jawab Laura lalu berdiri dan pura-pura minta maaf.



"Ya sudah ngga apa-apa, tapi lain kali kamu harus lebih hati-hati, untung di ruangan saya lagi ngga ada siapa-siapa, coba kalau ada orang lain atau ada orang yang masuk bisa salah paham mereka" kata Raka sambil menanda tangani berkas yang di berikan Laura.

__ADS_1



"Iya pak baik, ke depan nya saya akan lebih berhati-hati lagi" jawab Laura sambil menunduk.



Laura menunduk bukan karena menyesal sudah teledor, tapi Laura menunduk karena bibir nya tersenyum penuh dengan kemenangan.



"Ya sudah kamu kembali ke meja kamu, saya mau pulang lebih awal karena ada acara keluarga malam ini" jawab Raka sambil memberikan berkas nya kembali kepada Laura.



"Terima kasih pak, dan sekali lagi saya minta maaf atas keteledoran saya" jawab Laura sambil menerima berkas nya, lalu pergi keluar dari ruangan Raka.



Raka pun mengusap kasar wajah nya sambil bergumam, "Maaf kan aku Yang, hampir saja aku hilap, untung kamu dan anak kita hadir dalam pikiran aku, makasih ya Allah engkau telah menyelamatkan aku dari godaan syetan.



Raka pun membereskan meja kerja nya lalu pergi ke luar ruangan.



"Laura saya pulang duluan, kalau ada berkas yang harus ditanda tangani kamu cansel aja buat besok" kata Raka lalu meninggalkan Laura.



"Iya pak, hati-hati di jalan" jawab Laura sambil tersenyum dan terus memandang punggung Raka sampai Raka masuk ke dalam lift.



"Ah pak Raka pesona mu benar-benar telah membuat aku gila, aku pastikan kamu akan terjerat dengan aku, aku ngga peduli kamu udah punya pacar atau istri sekali pun, pokok nya aku harus merasakan tubuh mu yang kekar itu, seperti nya kamu hot di atas ranjang pak Raka" gumam Laura sambil membayangkan dirinya bersetubuh dengan Raka.



Raka pun sudah sampai di kediaman pak Hardian, dia langsung mencari istri nya ke dalam kamar.



Ayu yang baru selesai mandi pun lagi duduk di depan meja rias, sambil merias wajah nya, mendengar pintu kamar terbuka, Ayu pun menoleh ke arah pintu dan terlihat lah sang suami dengan tas kerja nya lagi tersenyum dan memandang dirinya.



Raka pun langsung menghampiri dan memeluk Ayu.



"Jangan peluk-peluk dulu By kamu kan belum mandi" kata Ayu sambil menghadap kearah Raka.

__ADS_1



Ayu pun langsung melihat tanda bibir di kemeja putih Raka yang tanpa di sadari Raka.


__ADS_2