
Setelah kepergian Siska mereka bertiga melanjutkan nonton adegan dewasa nya, Nisa yang memang sudah terbiasa dengan tontonan tersebut merasa biasa aja, tidak bagi Ayu, ini untuk yang pertama kali nya bagi dia.
Ayu pun merasakan geleyar-geleyar aneh di tubuh nya, dia merasa kepanasan, tapi dia menahan nya dengan sekuat tenaga, karena disitu ada Nisa dan Dewi.
Ayu yang fokus sama tontonan pun seketika pikiran nya melanglang buana, membayangkan dirinya bersama Raka yang ada di video itu.
*
*
*
Siska pun kini sudah berada di dalam mobil Andre, Siska benar-benar grogi dibuat nya.
"Boleh aku tahu nama kamu? Kan kalau nama aku pasti kamu sudah tahu dari Ayu" tanya Andre, "Siska" jawab Siska singkat.
Hanya itu saja yang terdengar selebih nya mereka memilih diam dan fokus mendengar alunan music yang Andre putarkan.
Sesampai nya di mall mereka pun langsung menuju toko yang menjual baju dan toko yang khusus menjual dalaman karena mall satu jam lagi akan tutup.
"Pilih aja yang kamu suka, sekalian belikan buat sahabat-sahabat kamu" kata Andre.
Siska pun memilih baju untuk dirinya dan para sahabat nya, karena ngga mau ribet dengan waktu yang hanya satu jam lagi, Siska pun membeli nya dengan warna dan model yang sama.
"Samain aja lah biar cepet, lagian couple lan kan lebih keren" gumam bathin Siska.
"Mas udah" kata Siska pada Andre yang sedang duduk menunggu nya.
"Cepet amat, kalau buat yang lain udah belum? Tanya Andre.
"Udah mas ini aku pilihkan model dan warna yang sama soalnya jadi cepat" jawab Siska.
Andre pun mengangguk lalu ke kasir untuk membayar semua baju yang diambil Siska.
"Ada lagi yang dibutuhkan ngga? Tanya Andre sambil berjalan disamping nya Siska.
"Emm,,,,emm,,,kita butuh dalaman juga sih mas" jawab Siska malu.
__ADS_1
"Ya udah ayo, nah itu dia toko nya" ajak Andre lalu menunjuk ke toko yang khusus dalaman.
"Mas, jangan ikut masuk biar saya aja" jawab Siska yang malu mengajak Andre masuk ke toko yang khusus jual dalaman tersebut.
"Ya sudah aku tunggu disini aja, eh tunggu ini buat bayar nya dan pin nya 123456" kata Andre sambil memberikan sebuah kartu atm milik nya.
Sebenarnya Siska malu untuk menerima nya tapi Andre terus memaksa, dan akhirnya Siska pun mengambil kartu atm milik Andre.
Siska yang sering jalan bareng dengan Dewi dan Nisa udah tahu ukuran yang di pake sama para sahabat nya itu jadi siska dengan mudah memilihkan buat meeka.
Selagi Siska mau ke kasir dia melihat deretan baju lingeri, dia pun teringat sama Ayu yang sudah punya suami.
Siska pernah melihat di film dewasa yang di putar Nisa, otak nya pun langsung traveling.
"Aish otakku kena virus nya si Nisa ini" gumam bathin Siska sambil menggelangkan kepalanya.
"Aku ambil dua ah buat Ayu, kali aja dia mau pakai dan membuat bahagia suaminya, secara Ayu belum melakukan nya, ini spesial buat kamu ya Yu" gumam Siska sambil tersenyum membayangkan Ayu yang memakai lingeri di depan suami nya.
"Mas yu pulang aku udah selesai, dan ini kartu nya, makasih banyak ya mas " kata Siska sambil memberikan kartu atm Andre.
"sama-sama, ada yang mau dibeli lagi ngga? kata Andre sambil mengambil kartu Atm nya dari Siska.
"Ngga ada mas sudah cukup" jawab Siska. Mereka pun keluar mall dan langsung pulang karena waktu pun sudah berangsur menuju tengah malam.
*
*
*
Raka yang sudah berada di kamar nya dan berganti pakai pun serasa hidup nya sepi dan ada yang hilang, karena tidak ada kehadiran istrinya di kamar.
"Padahal kamu masih ada di rumah ini cuman beda kamar, tapi kenapa aku merasa kesepian ya Yang? Apalagi kalau kamu pergi dari rumah ini, kaya nya aku ngga bakalan sanggup deh" gumam Raka sambil menatap langit-langit kamar.
Raka menatap langit-langit kamar sambil melamun dan membayangkan waktu nya kebelakang dimana Ratna yang ketahuan selingkuh dan dikala dirinya menikahi Ayu dan berbuat sedikit kejam sama Ayu.
"Mulai saat ini dan seterus nya aku akan selalu menjaga dan membahagiakan kamu Yang, aku akan menebus semua kesalahanku di awal kita menikah" gumam Raka sambil memeluk guling dan memejamkan matanya.
__ADS_1
*
*
*
Siska dan Andre pun sampai ke rumah dengan membawa beberapa paper bag, Siska langsung menuju kamar tamu dan Andre menuju kamar dirinya.
"Mas aku langsung ke kamar ya? Dan makasih banyak untuk semuanya" kata Siska sambil menunduk.
"Oke sama-sama, aku juga mau istirahat, tidur yang nyenyak ya? Jangan lupa mimpiin aku" kata Andre dengan senyuman khas nya.
Siska pun hanya tersenyum lalu berbalik menuju kamar dimana para sahabat nya sedang menunggu nya.
Andre pun tersenyum melihat kearah Siska yang berjalan menuju kamar tamu.
Sebelum masuk Siska menyimpan paperbag yang isinya lingeri di depan pintu, lalu dia pun masuk meninggalkan paper bag tersebut.
"Hai guys aku kembali, kalian masih nonton?" teriak Siska sambil berjalan menghampiri mereka yang masih berada diatas kasur.
Mereka pun menatap kearah Siska lalu mengangguk, "Sebentar lagi selesai ko ini udah film yang kedua yang kita lihat" jawab NIsa dengan santai nya.
"Gila lo ya Nis, lo nyebarin virus itu namanya" kata Siska sambil duduk dan membuka semua paper bag nya.
"Nih baju piyama buat tidur dan ini buat besok dan ini dalaman nya" kata Siska sambil mengeluarkan isi paper bag nya.
"Sis lo ngga salah kan? Ko warna dan model nya sama begini" protes dewi dan Nisa.
"Eh lo berdua jangan protes udah bagus gue beliin, lagian ya mall satu jam lagi mau tutup kalau gue banyak milih yang ada kita ngga bakalan ngerasa di beliin baju sama cowok" cerocos Siska.
"Ini semua mas Andre yang bayarin? tanya Nisa, "La iya lah mana mau gue beliin buat kalian, paket komplit lagi" jawab Siska sambil mengambil ponsel, lalu mengetikkan sesuatu buat Ayu.
Ayu yang merasa ponsel nya bergetar pun membuka dan membaca chat yang di kirim Siska.
"Ya udah aku mau ke kamar dulu nanti aku balik lagi ya? Ini buat aku kan SIs? Tanya Ayu sambil membawa baju yang dibelikan Siska.
"Iya ambil saja biar kita berempat couple lan, kalau kamu mau tidur dikamar kamu juga ngga apa-apa ko Yu? Iya ngga guys, kan kasihan masa yang punya rumah harus tidur berdempetan sama kita" kata Siska dengan senyum penuh arti ia berikan pada Ayu.
__ADS_1
"Iya Yu ngga apa-apa kamu jangan merasa ngga enak sama kita" jawab NIsa dan Dewi.