Nikah Paksa

Nikah Paksa
Laura yang tidak tahu malu


__ADS_3

Tasya dan Ayu pun turun dari mobil pak Purnama, sebagian para pekerja sudah mengenal dengan mobil pak Purnama.



Mereka pun bertanya-tanya dan memuji kecantikan dua wanita itu.



"Wah cantik-cantik sekali mereka? Kata Didi salah satu karyawan yang melihat Tasya dan Ayu.



"Itu kan mobil pak Purnama pemilik perusahaan ini? Kata Ruri teman kerja nya Didi.



"Berarti mereka anak-anak yang punya perusahaan ini dong? Pantesan cantik-cantik" kata Didi.



"Setahu gue pak Purnama hanya punya satu anak, yaitu pak Raka" jawab Ruri.



"Berarti kalau bukan pacar nya pak Raka berarti saudara nya" kata Didi.



"Entah lah aku ngga tahu, ya sudah kita ke kantin saja, percuma kita ikutin mereka juga, kita ngga bakalan di lirik, kita sama mereka berbeda kasta" ajak Ruri.



"Gue cuma memuji kecantikan nya saja ko" kata Didi yang masih belum mau beranjak dari tempat berdiri nya.



"Gue ingat kan ya? Gimana kalau itu pacar atau tunangan nya pak Raka, terus pak Raka tahu kalau karyawan nya ada yang memuji dan ingin mendekati nya, yang ada lo di pecat dan di blacklist tahu ga" kata Ruri sambil berjalan meninggalkan Didi.



"Waduh gawat kalau beneran" gumam Didi, lalu Didi pun mengejar Ruri yang sudah pergi duluan menuju kantin.



"Maaf mbak mengganggu, apa pak Raka ada di dalam ruangan nya? Tanya Ayu ramah.



Resepsionis yang memang sudah tahu kedatangan Ayu dan Tasya dari pak Purnama pun mengizinkan Ayu dan Tasya menemui Raka.



"Seperti nya ada bu, soalnya tadi baru selesai meeting" jawab Wita.



"Kalau ruangan pak Andre sebelah mana? Tanya Tasya.



"Kalau ruangan pak Andre beda lantai bu, ruangan pak Andre berada di lantai sembilan" jawab Wita dengan senyuman nya.


__ADS_1


"Oke mbak, makasih ya" jawab Ayu dan Tasya bersamaan, lalu pergi naik lift menuju ruangan Raka dan Andre yang berada di lantai atas.



"Kak, aku mau ke ruangan bang Andre dulu ya? Nanti aku nyusul ke ruangan bang Raka" kata Tasya sambil memencet angka sembilan.



"Oke Sya, jangan lama-lama ya? Jawab Ayu.



"Sipz kak" Tasya pun mengangkat jempol kanan nya tanda menyetujui nya.



Mereka pun berpisah, Tasya pergi ke ruangan Andre sedangkan Ayu pergi menuju ruangan suami nya.



"Kok meja sekertaris nya Aby kosong? Apa lagi makan siang ya di kantin? Bodoh amat lah yang penting sekarang aku masuk saja dan mengagetkan Aby" gumam Ayu sambil membuka pintu ruangan Raka.



"Aby? Gumam Ayu yang kaget melihat posisi keduanya.



"Seharusnya aku yang membuat Aby kaget, tapi di sini malah aku sendiri yang kaget" gumam bathn Ayu.


*


*


Laura yang tidak mengetahui siapa Ayu sebenar nya pun terus memaki-maki Ayu dan ngaku-ngaku kalau Raka adalah pacar nya.



"Saya hanya pengagum pak Raka saja, setahu saya dia itu selain tampan dia juga SETIA" Ayu pun menekan kan kata-kata Setia sambil melirik ke arah Raka.



"kamu dari line mana, perasaan semenjak saya bekerja di sini saya ngga pernah melihat kamu" kata Laura dengan angkuh nya.



"Saya hanya pekerja biasa, dan saya ini fans berat nya pak Raka, dan setahu saya pak Raka belum punya pacar deh" kata Ayu dengan terus menahan sabar nya.



"Aku akan mempermalukan kamu hingga kamu tidak berani lagi muncul di perusahaan ini" gumam bathin Ayu.



"Asal kamu tahu ya? Saya ini adalah pacar nya pak Raka dan sebentar lagi kita akan tunangan" jawab Laura sambil menggelayut di tangan Raka.



"Berani-berani nya ya kamu" teriak Raka sambil menepis kan tangan Laura.



"Bapak diam saja, biar aku singkirkan wanita ini" bisik Laura.

__ADS_1



Raka yang terus menatap Ayu pun mendapat kan kode dari Ayu supaya mengikuti sandiwara nya.



"Ikuti saja lah By sandiwara aku ini, tapi nanti di rumah kamu lihat saja, apa yang akan aku lakukan pada mu By" gumam bathin Ayu sambil menatap dan mengedipkan sebelah mata nya.



"Oh baru tahu saya kalau ternyata pak Raka doyan sama ulet, ulet nya gatal lagi" kata Ayu sambil tersenyum mengejek kepada Laura.



"Hai, siapa yang ulet? Berani-berani nya ya kamu ngomong seperti itu sama calon istri presdir" teriak Laura.



"Baru juga calon, belum jadi istri kan? Jadi wajar saja lah saya mendekati pak Raka, tapi kalau pak Raka sudah punya istri saya ngga akan mendekati nya karena saya bukan ulet, dan juga untuk pak Raka yang terhormat, anda sebagai laki-laki kok ngga punya prinsip ya? Padahal seorang laki-laki adalah pemimpin untuk anak dan istri nya kelak, apa bapak juga ikut kena bulu nya ulet ini, sehingga bapak juga ikut kegatelan? Tanya Ayu sambil menatap Raka dengan senyuman yang tidak bisa diartikan.



Raka pun merasa takut melihat senyuman istrinya itu.



"Bodoh nya aku yang ngga bisa menahan godaan dari wanita ini, aku terima hukuman dari kamu Yang, asal kamu dan Byan jangan sampai pergi dariku" gumam bathin Raka sambil menatap Ayu dengan perasaan bersalah nya.



"Ada apa ini? Tanya Andre yang baru datang bersama Tasya.



"Ini nih pak Andre cewek ini yang hanya pekerja biasa datang mengganggu pak Andre" teriak Laura.



"Pekerja biasa? apa maksud semua ini? Kenapa tangan kamu memeluk tangan bang Raka? mau ku pites tuh tangan kotor mu" teriak Tasya.



"Tenang biarkan aku main-main dulu sama ulet gatel ini" bisik Ayu sambil memegang tangan Tasya.



"Kamu ini siapa sih? kenapa dekat-dekat sama bang Raka? tanya Tasya dengan geram.



"Aku ini pacar nya pak Raka,, mau apa kamu" kata Laura yang ngga tahu malu.



"Wih, sejak kapan bang Raka doyan ulet gatel kayak gini, ngga ada bagus-bagus nya, yang ada bisa kena virus" jawab Tasya sambil tersenyum mengejek



"Pak Raka aku di bilang ulet gatel sama mereka, pecat saja mereka ya pak" kata Laura dengan nada manja nya sambil memegang tangan Raka, Raka pun menepis tangan nya Laura.



"Yang seharus nya di pecat dari sini itu adalah kamu ulet gatel" kata Ayu sambil memeluk kedua tangan di dada nya.

__ADS_1



"Kamu..!! Laura pun melayang kan telapak tangan nya ke atas untuk menampar Ayu, tapi sebelum tangan Laura menempel di pipi Ayu, tangan Tasya duluan yang sudah mendarat dengan cantik di pipi nya Laura.


__ADS_2