Nikah Paksa

Nikah Paksa
Pagi yang menegangkan


__ADS_3

Ayu kini sudah berada di dalam pesawat bersama Byan dengan bantuan kekasih nya Tasya, Ayu terus memikirkan Raka suami nya.



"Maaf kan aku By? Semoga kamu bisa menemukan aku dengan kesungguhan hati kamu, aku tahu yang aku lakukan ini ngga baik, tapi aku ingin tahu kesungguhan kamu pada aku" gumam bathin Ayu sambil melihat awan putih yang indah.


*


*


Di kediaman pak Purnama pagi ini dihebohkan dengan teriakan Raka yang memanggil-manggil nama Ayu dan Byan.


"Sayang, Byan kalian dimana? Teriak Raka sambil terus berteriak membuat seisi rumah pun bangun dan langsung menghampiri kamar Raka.



"Kamu ini kenapa sih nak, pagi-pagi sudah teriak-teriak" kata bu Santi sambil masuk ke kamar Raka.



"Mah, Ayu sama Byan ngga ada mah" kata Raka dengan nada yang khawatir.



"Ada apa sih bang pagi-pagi udah heboh" tanya Tasya sambil menguap, pura-pura baru bangun tidur, padahal dia baru selesai teleponan sama Ayu dan Axel.



"Ada apa sih bro? Tanya Andre yang memang semalam dia tidur di rumah pak Purnama.



Raka hanya diam menunduk dan tidak menjawab semua pertanyaan mereka.



Pak Purnama pun mengecek seluruh ruangan kamar Raka, dan terlihat baju-baju Ayu dan Byan sudah kosong di dalam lemari, pak Purnama pun tidak menemukan koper yang di beli Ayu kemarin.



"Sekarang kita sarapan semuanya, habis sarapan papah tunggu kalian semua di ruang keluarga" kata pak Purnama dengan tatapan tajam dan dingin nya.



Mendengar perkataan pak Purnama yang dingin dan datar seperti itu Tasya langsung pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri.



"Wah gawat kalau papah sudah marah, tapi aku ngga salah ko, aku hanya membantu kak Ayu, yang salah justru bang Raka" gumam bathin Tasya sambil kembali menuju ke kamar nya.



Pak Purnama dan bu Santi pun sudah pergi dari kamar Raka dengan perasaan kecewa, bu Santi hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun, karena dia tahu kalau suami nya sudah bersikap seperti itu berarti dia lagi kecewa.



"Perasaan aku kemarin ternyata benar, kalau Ayu akan meninggalkan rumah ini" gumam bu Santi sambil mengikuti langkah pak Purnama suami nya.



Sedangkan Andre yang masih di kamar Raka pun menghampiri dan duduk di samping Raka.


__ADS_1


"Apa kakak ipar kecewa dengan yang lo lakukan kemarin, hingga dia pergi meninggalkan kita? Tanya Andre.



"Kayak nya iya Ndre, ini semua gara-gara aku yang bodoh ini, aku bodoh Ndre, aku breng sek, aarrgghhhh" teriak Raka.



"Tapi semalam kakak ipar membantu lo menghilangkan obat itu kan? Tanya Andre sambil melihat kasur yang acak-acak kan.



"Ya dia melayani dan memantu gue menghilang kan obat itu, tapi,,,,,," Raka pun menggantung kalimat nya setelah mengingat sisa permen yang tinggal enam biji lagi.



"Tapi apa? Kurang puas? disaat-saat seperti ini kamu masih saja memikirkan tidur bareng kakak ipar" jawab Andre.



"Bukan Ndre, tapi permen nya kan tinggal enam biji, jadi semalam? Apa dia ngga kesakitan? Kita melakukan nya berulang kali bahkan sampai menjelang pagi" jawab Raka.



"Gila lo, obat itu memang benar-benar dahsyat" kata Andre dengan wajah kaget nya.



"Kira-kira siapa orang yang telah menjebak gue? Tanya Raka.



"Apa mungkin Laura? Dia kan memang dari awal telah terobsesi sama lo, tapi semalam Risky yang berusaha bawa lo ke kamar para wanita yang selalu menjajakan diri nya" gumam Andre yang masih bisa di dengar oleh Raka.




"Gue juga sudah menghubungi Fadil, dan dia akan membantu kita menyelesaikan masalah ini, setelah masalah ini selesai kita baru cari kakak ipar" kata Andre.



"Den,, di tunggu tuan di meja makan" teriak bi Asih setelah sebelum nya mengetuk pintu dulu.



"Iya bi, kita ke sana sekarang" jawab Raka lalu pergi menuju ruang makan bersama Andre.



"Bi, tolong habis sarapan panggilkan satpam yang jaga malam menghadap saya" kata Pak Purnama dengan wajah yang tidak bersahabat nya.



"Iya tuan besar" jawab bi Asih lalu pergi ke belakang.



"Waduh kayak nya lagi ada maslah yang serius, kelihatan wajah tuan lagi menahan amarah, oh iya aku ko ngga lihat non Ayu sama den Byan ya? Apa ada kaitan nya dengan non Ayu dan den Byan ya? Gumam bathin bi Asih.



Di meja makan ngga ada satu orang pun yang berani bicara, mereka semua diam dengan pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1



"Gawat kalau papah sudah marah" gumam bathin Andre.



"Aku harus matikan ponsel dulu, takut nya kak Ayu nelepon dan akhir nya ketahuan" gumam Tasya.



"Yang maaf kan aku? Kenapa kamu tinggal kan aku? Byan maafin papah ya? Sudah membuat hati mamah mu sakit" gumam Raka.



"Kamu kenapa nak? Kenapa harus pergi? Padahal kalau ada masalah kamu harus nya bilang sama mamah dulu" gumam bathin bu Santi.



"Kalau sudah selesai papah tunggu kalian semua di ruang keluarga" kata pak Purnama membuyar kan lamunan mereka.



"Iya pah" jawab mereka serentak.



Dan kini semua nya sudah berkumpul di ruang keluarga, belum ada yang berani bicara karena pak Purnama belum memulai nya.



"Maaf tuan besar mengganggu, ini pak satpam yang semalam berjaga" kata Bi Asih yang baru datang dengan kedua satpam yang semalam jaga.



"Kalian duduk dulu, bibi juga" perintah pak Purnama, bi Asih dan kedua satpam tersebut pun duduk diantara mereka.



"Semalam kalian berjaga apa tidur? Tanya pak Purnama dengan tatapan tajam nya.



"Maaf kan kami tuan, semalam kami sedang berjaga, tapi sekitar jam dua pagi non Ayu keluar memberikan kami dua gelas kopi, dan setelah kami meminum nya kami pun ngga sadar dan tertidur, maaf kan kelalaian kami tuan" kata salah satu satpam sambil menunduk dan terus meminta maaf.



"Apa sisa kopi yang diberikan Ayu masih ada? Tanya pak Purnama.



"Masih ko tuan, belum sempat kami cuci, soalnya kami juga baru tersadar pas adzan subuh" jawab satpam yang satu nya.



"Ya sudah kalian kembali bekerja, dan ingat jangan sampai kalian menerima minuman seperti semalam lagi, walaupun itu dari saya sendiri, kalian buat saja sendiri biar lebih aman" jawab pak Purnama.



"Iya tuan, kejadian semalam akan kami jadikan pembelajaran ke depan nya" jawab ke dua satpam tersebut.



"Dan bi Asih, tolong masukan sisa kopi yang mereka minum, biar saya nanti cek ke dokter" kata pak Purnama.

__ADS_1



"Baik tuan, kalau begitu saya permisi" jawab bi Asih lalu pergi meninggalkan ruang keluarga tersebut bersama ke dua satpam yang jaga.


__ADS_2