
Raka dan Andre pun sudah sampai depan pintu, "Lo lewat sini, gue lewat pintu belakang, gimana? Bisik Andre yang dibalas angguk kan oleh Raka.
Sebelum Andre melangkahkan kaki nya, mereka mendengar teriakan seorang perempuan dari dalam.
"Lepaskan aku, ku mohon lepaskan aku, mas Rakaaaaaaa tolong aku mas" teriak Ayu sambil berontak dari pelukan Rafi.
"Diam, dan turuti kemauan ku, jangan sebut nama orang lain selagi bersamaku" bentak Rafi sambil melempar kan Ayu keatas kasur yang sudah usang yang ada di kamar tersebut.
"Kamu dengar kan? Itu suara Ayu, ayo kita masuk" aja Raka yang sudah ngga sabar ingin segera menemui istri nya.
"Sabar pelan-pelan, kondisikan semuanya, takut nya nanti dia kabur lewat jalan lain atau nanti nya Ayu yang terluka" bisik Andre mengingatkan Raka.
Raka pun diam lalu dengan perlahan mereka membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci, Rafi lupa mengunci pintu nya karena pas masuk kedua tangan nya penuh dengan barang bawaan nya sendiri.
Rafi pun menindih dan menahan kedua tangan Ayu di atas kepala nya, agar Ayu ngga bisa berontak, Ayu yang tidak bisa melawan pun hanya bisa menggerak kan kepala nya ke kanan dan ke kiri menghindari ciuman Rafi, Rafi pun terus berusaha mencium bibir Ayu, karena kepala Ayu yang ngga bisa diam ciuman Rafi pun pindah ke leher putih Ayu.
Ayu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan menitik kan air mata nya sambil memohon.
"Aku mohon lepaskan aku, mas Raka tolong aku? Gumam Ayu sambil menangis.
Hati dan pikiran Rafi sudah kalap, dia pun tidak mendengarkan lagi permohonan Ayu, dia melupakan kalau Ayu adalah orang yang dulu dan sampai sekarang ia cintai, rasa dendam dan sakit hati telah mengalahkan rasa cinta nya untuk Ayu.
Rafi terus mencium leher Ayu tangan nya yang sebelah memegang ke dua tangan Ayu sedang kan yang sebelah lagi dia gunakan untuk merobek baju atasan Ayu.
"Jangan,,,,,, aku mohon" Ayu pun terus menangis dan memohon, Rafi tidak menggubris nya sama sekali, dia terus berusaha membuka baju Ayu, hingga sebuah tendangan keras dia dapatkan dari laki-laki yang yang menjadi suami nya wanita yang hampir dia no dai.
"Ba ji ngan, "BUGHT" bang sat" teriak Raka sambil menendang kepala Rafi yang berada di atas tubuh istri nya.
__ADS_1
Rafi pun tergeletak ke lantai efek tendangan Raka yang keras, Raka yang melihat kondisi istrinya seperti itu langsung membuka kemeja dan memakai kan nya kepada Ayu, Raka rela hanya menggunakan kaos dalam saja demi menutupi tubuh istrinya.
Raka pun memeluk erat Ayu, Ayu yang belum sadar kalau yang memeluk nya Raka pun terus berontak.
"Lepaskan aku, lepaskan aku ba ji ngan" teriak Ayu yang terus berontak dalam pelukan Raka.
"Sayang ini aku suami mu aku Hubby, buka matamu lihat baik-baik, jangan takut ada Aby di sini" jawab Raka sambil terus mengusap punggung Ayu dengan lembut dalam dekapan nya.
Ayu pun membuka mata nya perlahan dengan tubuh yang gemetar dan ketakutan.
"Hubby,,,," hanya itu yang keluar dari bibir Ayu, Ayu pun memeluk Raka dengan erat dan tangisan pilu nya.
"Aby aku takut by" gumam Ayu yang terus-terusan menangis dalam dekapan Raka.
"Kamu sudah aman Yang, kita sudah datang nolongin kamu" jawab Raka sambil terus mencium kening Ayu dalam pelukan nya.
"Ini untuk kakak ipar yang telah kamu sekap, "BUGH" Andre pun menendang perut Rafi dengan keras, sampai Rafi kesakitan.
Rafi pun langsung memegang perut nya yang ditendang oleh Andre, dengan susah payah dia bangun, baru juga Rafi berdiri, Andre sudah kasih hadiah lagi buat Rafi.
"Dan ini untuk kakak ipar yang hampir kamu no dai, "BUGH" Andre pun melayangkan sebuah pukulan ke wajah Rafi,
Rafi pun terhuyung kesamping sambil memegang pipi sebelah kiri nya, terlihat kucuran da rah dari bibir Rafi.
"Dan ini spesial dari gue, "BUGH" Andre pun melayangkan tendangan dengan super keras nya ke perut Rafi.
Rafi pun ambruk ke lantai dengan cucuran da rah di bibir nya, Andre yang sudah dipenuhi dengan emosi pun dia terus menghajar Rafi yang sudah tidak berdaya.
__ADS_1
Sedangkan di mobil, mereka yang gelisah pun satu per satu keluar dari dalam mobil.
"Non kenapa pada keluar? Bahaya, ayo masuk kembali" kata Pak Asep yang melihat ke tiga sahabat nya Ayu keluar dari dalam mobil
"Pak kita juga khawatir, gimana kalau kita ikut masuk ke sana? kata Dewi yang di balas anggukan dari dua sahabat nya.
"Jangan bahaya, nanti den Raka dan den Andre marah sama bapak kalau terjadi apa-apa sama non semua" jawab Pak Asep yang berusaha mencegah ke nekat tan mereka.
"Sudah lah pak, biar semua dia yang bertanggung jawab" kata Nisa sambil menunjuk ke arah Siska.
"Lo ko jadi tanggung jawab aku, ini semua kan kemauan kalian? Siska pun tidak terima dirinya harus bertanggung jawab.
"Sudah lah kamu kan lagi dekat sama pak Andre jadi pasti pak Andre dan pak Raka ngga bakalan marahin kita" jawab Nisa.
Selagi mereka berbincang mereka pun mendengar teriakan dan suara orang yang lagi berkelahi.
"Ayo kita lihat, pak Asep ayo, takut nya Pak Andre dan Pak Raka di serang" kata Dewi sambil berlari dan di ikuti oleh SIska, Nisa dan pak Asep.
Mereka pun berlari dan masuk ke rumah kosong itu, Sesampai nya di sana mereka melihat Andre dengan mem babi buta memukuli Rafi yang sudah tidak berdaya.
"Kak,, Stop!!! Cukup!!! Jangan di teruskan aku mohon kak? Kalau dia mati kakak bisa di penjara, dan aku ngga sanggup melihat orang yang aku sayang harus mendekam dalam jeruji besi, cukup kak cukup" teriak Siska yang tanpa sadar dia mengutarakan sedikit perasaan nya.
Andre pun menghentikan pukulan nya lalu berbalik ke arah Siska sambil tersenyum.
"Katakan sekali lagi, apa benar kamu sayang sama aku? Tanya Andre sambil menatap ke arah Siska.
Siska pun yang merasa malu lalu mengangguk dan menunduk, wajah nya sudah merah seperti tomat yang sudah matang.
__ADS_1
Pak Asep pun yang ikut masuk bersama mereka langsung dengan sigap membawa tali dan mengikat kedua tangan dan kaki Rafi yang sudah tidak berdaya.