Nikah Paksa

Nikah Paksa
Ulet Ganjen


__ADS_3

Keluarga pak Purnama pun sampai di rumah Nisa bertepatan dengan datang nya keluarga pak Dodi.



"Wah bisa barengan juga kita sampai nya" kata Pak Dodi yang sudah turun dari mobil nya.



"Bagus dong jadi kita ngga sling tunggu" jawab pak Purnama.



Mereka pun masuk dan di sambut oleh keluarga Nisa, hanya kedua orang tua Nisa saja yang menyambut kedatangan keluarga Fadil, karena memang saudara-saudara Nisa di luar kota semua nya.



"Selamat malam semuanya ayo silahkan masuk" kata pak Husain sambil menjabat tangan semua tamu nya.



Mereka semua pun masuk ke dalam dan duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh pak Husain dan istri nya.



"Emmmm, maaf bu kalau Nisa nya ada dimana? Tanya Ayu dengan suara pelan.



"Nisa ada di kamar nya nak, tuh yang itu kamar nya" jawab bu Riana sambil menunjuk ke atas ke arah pintu kamar Nisa.



"Di sana juga sudah ada ke dua sahabat nya Nisa, kalau kamu mau ke sana mari ibu antar" kata bu Riana sambil ngajak Ayu menuju ke kamar Nisa.



Ayu pun mengikuti bu Riana dari belakang tanpa menghiraukan tatapan yang penuh tanya dari Raka.



"Nak, ini ada teman kamu ingin bertemu" kata bu Riana yang sudah masuk ke dalam kamar Nisa.



Nampak Nisa yang sudah cantik baru saja selesai di make up.



"Nak ini kamu? Cantik banget kamu sayang" teriak bu Riana yang kaget karena Nisa tampak berbeda sekali malam ini.



"Iya bener Nisa berbeda sekali malam ini, kamu cantik sekali Nis" kata Ayu sambil melihat ke arah Nisa dari atas sampai bawah.



"Ayu" serempak mereka bertiga teriak sambil menatap ke arah Ayu.



"Ya sudah ibu tinggal ya? Nis keluarga nak Fadil sudah datang kamu siap-siap ya? Kata bu Raina.



"Iya bu Nisa sudah selesai ko" jawab Nisa, bu Raina pun pergi menghampiri tamu nya.



"Muka lo kenapa sih Yu, kusut begitu kayak yang belum di setrika aja" teriak Dewi.



"Iya kenapa sih? Ngga dikasih ya lo tadi malam" kata Nisa.


__ADS_1


"Ya ampun nih anak, ke situ mulu pikiran nya, jangan-jangan kalau udah nikah nanti kamu ngga akan pernah absen ya? Jawaban Siska membuat kedua MUA pun ikut tertawa.



"Apa sih kamu ini Nis, bikin malu aku aja" jawab Nisa sambil melirik kearah MUA.



"Mbak karena udah selesai kami izin pamit ya? lancar acar lamaran nya ya mbak" Kata seorang MUA sambil menenteng tas kecantikan nya.



"Oh iya mbak, makasih ya? Jawab NIsa.



"Sama-sama mbak, mari semua nya" kata dua orang MUA tersebut lalu pergi meninggalkan mereka berempat.



"Sini yu, kamu duduk sini, sekalian ceritakan kenapa dengan wajah kusut kamu" Dewi pun mengajak Ayu untuk duduk di samping nya.



"Entahlah aku lagi kesel sama mas Raka" kata Ayu sambil menghembuskan nafas kasar nya.



"Kesel kenapa emang nya? Tanya Siska.



"Tadi pas pulang kerja aku melihat ada lipstik berbentuk bibir di kemeja nya mas Raka" tanya Ayu dengan menahan air mata nya.



"What!! Ngga mungkin kalau kak Raka punya perempuan lain, aku ngga percaya" teriak Siska.




"Apa kamu sudah tanyakan sama kak Raka Yu? tanya Nisa, Ayu pun mengangguk.



"Terus apa jawaban nya kak Raka? tanya Dewi.



"Dia bilang kalau Laura kepeleset terus jatuh menimpa tubuh nya mas Raka pada saat Laura mau memberikan berkas yang harus di tandatangani nya" jawab Ayu.



"Siapa Laura? Tanya Dewi.



"Mantan nya kak Raka ya? Tanya NIsa.



"Hus kamu ini, dengar kan dulu Ayu ngomong" kata Siska.



"Laura adalah sekertaris baru nya mas Raka, aku yakin dia pasti badan nya bagus dan juga cantik" kata Ayu dengan sendu.



"Bentar, Laura adalah sekertaris baru nya kak Raka, terus dia kepeleset dan menimpa tubuh nya kak Raka" gumam Dewi sambil membayangkan yang terjadi antara Laura dan Raka.



Dewi pun mengambil beberapa lembar tisu yang ada di meja rias nya Nisa, terus dia tempelkan bibir nya dengan sengaja ke tisu itu, lalu dia mengambil lagi beberapa lembar tisu lalu dia simpan di dada nya Siska.

__ADS_1



"Lo mau ngapain sih" tanya Siska, Ayu dan Nisa pun merhatiin tingkah aneh Dewi.



"Syut, diam saja aku lagi memecah kan masalah Ayu" jawab Dewi lalu berdiri dan pura-pura kepeleset.



Dewi pun jatuh menimpa tubuh Siska dan bibir nya pun nempel ke tisu yang dia simpan tadi.



"Aww, lo itu kenapa sih Wi, sakit tahu" teriak Siska sambil mendorong bahu Dewi.



Dewi pun berdiri lalu mengambil tisu yang ada di dada nya Siska, Dewi pun menyimpan ke dua tisu yang kena oleh bibir nya di atas meja rias Nisa.



"Kamu lihat deh Yu, contoh lipstik mana yang nempel pada kemeja nya kak Raka" tanya Dewi sambil menunjuk ke ara tisu yang sudah ada cap bibir nya.



Bukan Ayu saja yang merhatiin tisu itu tapi para sahabat nya pun ikut melihat karena ingin tahu cap bibir mana yang nempel di kemeja nya Raka.



Ayu pun berpikir sambil melihat ke arah cap bibir yang ada di tisu, lalu Ayu pun menunjuk pada salah satu tisu yang menurut nya sama dengan cap bibir yang ada di kemeja nya Raka.



"Yang ini deh kayak nya, ini tuh hampir sama dengan cap bibir yang nempel di kemeja nya mas Raka.



"Fix!! Ini sih tanda yang di buat sengaja oleh sekertaris baru nya kak Raka" jawab Dewi dengan pasti.



"Ko kamu bisa tahu gitu wi? Tanya Siska.



"Tanda ini ku buat dengan sengaja, sedang kan yang ini aku buat dengan cara aku kepeleset tadi yang menimpa tubuh kamu" jawab Dewi.



"Berarti Laura sengaja mencium kemeja nya mas Raka dan meninggalkan jejak lipstik nya di situ" gumam Ayu.



"Yupz benar, jadi inti nya kak Raka ngga salah, tapi yang salah dan yang wajib di waspadai adalah sekertaris nya kak Raka" jawab Dewi.



"Ya udah kamu datangin saja kantor kak Raka terus lo siram tuh ulet ganjen" teriak Nisa.



"Aku akan mengikuti permainan dia, tapi tidak sekarang" jawab Ayu.



"Kenapa ngga sekarang aja? Tanya Siska.



"Karena aku lagi hamil dan aku ngga mau ada apa-apa sama kehamilanku ini" jawab Ayu sambil tersenyum penuh misteri.



"Nak, acara lamaran nya akan segera di mulai, ayo keluar" teriak bu Raina di depan pintu.

__ADS_1


__ADS_2