Nikah Paksa

Nikah Paksa
Tinggal Tujuh hari


__ADS_3

"Halo Yang? Kenapa? Tanya Raka setelah menggulir icon warna hijau di ponsel nya sambil menahan hasrat yang sudah ada di ubun-ubun.



"Kenapa dengan suara Aby, Aby lagi sakit? Kayak yang lagi nahan sesuatu gitu By" jawab Ayu.



"Ngga sayang, Aby ngga sakit" jawab Raka sambil menetralkan suara dan tubuh nya.



"Please tong kamu tidur dulu jangan buat AYu mencurigai nya, bisa mampus aku kalau AYu sampai tahu" gumam bathin Raka.



"Syukur deh kalau Aby ngga kenapa-kenapa, By aku alihkan ke video call ya, biar Byan bisa melihat wajah Aby soalnya dari tadi Byan ngga mau berhenti nangis, barangkali kalau melihat wajah Aby nya Byan berhenti menangis nya" kata Ayu.



"Ya sudah sayang , mana Aby lihat baby Byan nya" jawab Raka, lalu menghembuskan nafas nya dan berusaha ngga terjadi apa-apa di depan anak dan istri nya.



Ayu dan Raka pun kini sedang melakukan video call, Ayu langsung mengarah kan kamera nya kepada Byan.



Terlihat Byan lagi berada dalam gendongan bu Santi, Byan pun menatap ke arah layar p\[onsel dengan tatapan tajam nya.



Byan langsung berhenti ketika dia melihat wajah Ayah nya dari ponsel Ayu.



"Nak Byan berhenti menangis" teriak bu Santi dengan bibir tersenyum, Ayu dan pak Purnama pun bernafas lega dan menyungging kan senyuman.



"Jagoan Aby habis nangis ya? Jangan nangis dong sayang, kasihan sama mamah dan nenek kalau Byan nangis terus" kata Raka.



Byan yang diajak bicara sama Raka pun hanya menatap dengan tatapan tajam nya, tapi sudah berhenti menangis.



"Alhamdulilah, akhir nya Byan tenang juga, senyum dong sayang, itu Aby nak? Kata Ayu sambil mencolek pipi Biyan.



Byan cuma melirik sebentar ke arah Ayu, lalu melihat ke arah ponsel lagi.



Terdengar pintu ruangan kerja pun di ketuk seseorang dari luar.



"Sudah dulu ya sayang, Aby mau lanjut kerja, nanti kalau Aby sudah pulang kita main lagi ya? Kata Raka.

__ADS_1



"Iya Aby, Aby yang semangat ya kerja nya" jawab AYu dengan menirukan suara anak kecil.



Telepon pun terputus, lalu Raka menyimpan ponsel nya kembali ke atas meja kerja nya.



"Kenapa tatapan Byan seperti yang benci sama aku ya? Apa Byan menyadari yang telah aku lakukan tadi" gumam Raka.



"Maaf pak saya langsung masuk, karena sudah beberapa kali saya mengetuk pintu tidak ada jawaban dari bapak" kata Laura yang sudah berada di depan Raka.



"Oh iya ada apa Laura? Tanya Raka yang baru tersadar dari lamunan nya.



"Saya hanya mau mengingat kan satu jam lagi ada meeting" jawab Laura.



"Baik, kamu siap kan semua nya, sebentar lagi saya ke ruang meeting" jawab Raka.



"Baik pak Raka saya akan mempersiapkan semua nya" jawab Laura dengan nada manja nya.




"Kejar dan peluk aku dari belakang pak, aku akan membuat bapak akan ketagihan terus pokok nya" gumam bathin Laura.



Raka terpesona dengan Laura, Raka pun terus menatap nya, ingin sekali Raka mengejar dan memeluk nya dari belakang, tapi bayangan Byan tiba-tiba hadir dalam benak nya dan membuat Raka tersadar kembali.



"\*\*\*\*,,, ada apa dengan ku ini, sadar Raka kamu sudah punya anak dan istri kamu, seandainya istri kamu tahu, kamu akan di tinggalkan istri dan anak kamu Raka, tidak,,tidak ini tidak boleh terjadi, makasih sayang kamu menghubungi ku di waktu yang tepat" gumam Raka.



"Sabar tong, permen nya tinggal tujuh lagi, nanti setelah permen nya habis kita langsung menggencar nya tanpa istirahat" gumam Raka.



"Breng sek, kenapa pak Raka tidak mengejar aku, padahal aku sudah siap dibawah kungkungan nya" gumam bathin Laura sambil duduk di kursi kerja nya.



"Pak Raka nya ada ngga Laura? Tanya Andre.



"Eh, pak Andre sampai kaget saya" jawab Laura.

__ADS_1



"Kerja jangan melamun saja, nanti ngga akan pernah merasakan nikmat nya dunia" jawab Andre sambil masuk ke ruangan Raka.



"Tenang pak Andre saya sudah merasakan nya tadi, dan sebentar lagi saya akan merasakan nikmat dunia yang sesungguh nya" gumam bathin Laura.



Andre pun kini sudah berada di ruangan Raka, "Muka lo kenapa? Kayak yang lagi menyesal, memang nya apa yang telah kamu lakukan? Tanya Andre sambil menatap ke arah Raka.



"Ngga ada, cuman tadi baby Byan nangis kencang dan ngga berhenti, tapi setelah melihat wajah ku dia langsung tenang dan tidak menangis kembali" jawab Raka.



"Kok bisa? aku pernah mendengar kata nya kalau anak yang masih bayi itu peka dengan perasaan orang tua nya" jawab Andre.



"Maksud lo? Tahu dari mana lo, sedang kan lo aja masih jomblo" Tanya Raka.



"Gue tahu dari bi Asih, waktu itu gue lagi ngantar bi Asih belanja, dan ketemu sama seorang wanita yang sedang menggendong anak nya, anak nya itu nangis ngga mau berhenti, bi Asih tanya-tanya dan bi Asih menyarankan si wanita itu untuk menghampiri suami nya, siapa tahu ada apa-apa dengan suami nya itu, dan ternyata kamu tahu ngga? Kata Andre.



"Gimana gue tahu orang gue ngga sedang bersama bi Asih" jawab Raka.



"Ternyata benar, ayah nya si bayi itu lagi selingkuh dengan wanita lain" jawaban Andre membuat Raka yang lagi minum pun menyembur kan air minum nya.



"Lo kenapa kayak yang kaget gitu sih, sampai-sampai semburan air dari mulut lo itu mengenai wajah tampan gue" teriak Andre.



"Ya gue kaget aja ko anak itu bisa tahu dengan apa yang ayah nya lakukan" jawab Raka.



"Karena seorang bayi, hati dan pandangan nya masih suci, jadi dia akan peka dengan apa yang di lakukan ke dua orang tua nya, apa lo juga melakukan hal yang sama dengan yang gue ceritakan? Tanya Andre sambil menatap wajah Raka penuh dengan curiga.



"Ngga lah, lo jangan buat gosip, kalau sampai kedengaran Ayu bahaya" jawab Raka sambil memalingkan pandangan nya, karena takut kebohongan nya di ketahui oleh Andre.



"Sudah sebenar nya lo kesini mau apa? Pagi-pagi masuk ke ruangan orang malah ngajak gibah kayak emak-emak" kata Raka.



"Gue hampir lupa dengan maksud gue, gue cuma mau mengingat kan kalau nanti malam ada acara di club nya Raymond, dan Raymond mengharapkan kehadiran lo" kata Andre.


__ADS_1


"Oh iya sampai lupa gue, gue usahakan datang tapi tidak lama" jawab Raka


__ADS_2