
Waktu terus berlalu usia kandungan Ayu pun kini menginjak tujuh bulan, dan perut Ayu pun semkin membuncit.
Hari ini hari minggu dimana para pekerja pun pada libur bekerja, Setiap hari libur Raka pasti menemani Ayu istri nya seharian, apa pun yang di minta istri nya Raka selalu mengabulkan nya.
"By, aku ingin jalan-jalan ke mall, sekalian lihat-lihat peralatan bayi, kan kandungan ku juga sudah tujuh bulan" kata Ayu sambil menyender kan kepala nya di bahu Raka.
"Ya sudah ayo siap-siap kita jalan ke mall, mamah kita ajak juga ya Yang, biar ada temen nya nanti pas belanja" Raka pun ngasih saran buat istri nya.
"Aku sudah siap By, lagian ganti baju pun juga sama aja yang di pakai pasti baju hamil, mau bawa dompet juga buat apa, dompet aku ngga ada isi nya" kata Ayu sambil berdiri.
"Ya ampun Yang, ATM yang Aby kasih kan ada" Raka ngga mau dianggap suami yang ngga kasih nafkah sama istri nya.
"Iya ada By, tapi aku tuh suka nya uang lembaran bukan ATM, kalau uang lembaran itu berasa punya uang, kalau ada yang jual bakso lewat kan bisa langsung beli, kalau ATM kan harus pergi ngambil dulu, ribet" jawab Ayu.
"Eh, By, ngomong-ngomong yang jualan bakso, kok aku mau makan bakso ya? Kata Ayu sambil menelan ludah nya, dia sedang membayangkan sensasi bakso dengan rasa pedas manis plus asam.
"Mana dompet kamu Yang? Tanya Raka sambil melihat kearah tempat Ayu nyimpan tas.
"Buat apaan By, kan aku dah bilang aku ngga bakalan bawa dompet" meski Ayu menjawab nya dengan sebuah pertanyaan lagi, tapi tak urung Ayu pun memberikan dompet nya kepada Raka.
Raka pun menerima dompet Ayu lalu membuka nya, memang ngga ada uang sepeser pun di dalam dompet Ayu, cuma ada KTP dan kartu ATM yang pernah Raka berikan.
Ayu memang tidak pernah melihat saldo yang ada di dalam ATM itu, andaikan Ayu tahu mata nya pasti akan melotot dengan sempurna.
Raka pun membuka tas kerja nya lalu mengambil semua uang yang ada di dalam tas nya, kebetulan kemarin Raka sempat ngambil uang ke ATM.
Raka pun memindahkan uang yang ada di dalam tas nya ke dalam dompet Ayu.
"Nih, sekarang dompet mu sudah ada uang nya, aku merasa ngga menafkahi kamu lo Yang jadi nya, pas kamu bilang dompet mu ngga ada uang nya" kata Raka sambil memberikan dompet Ayu yang sudah ia isi dengan puluhan lembar uang ratusan.
__ADS_1
"Banyak sekali By? Dua lembar juga cukup kalau cuma buat beli bakso" jawab Ayu yang kaget melihat dompet nya sudah penuh dengan uang.
"Udah pegang saja, masa seorang istri presdir isi dompet nya cuma dua ratus ribu aja" kata Raka.
"Ya ngga apa-apa By, kan yang penting apa yang istri nya mau selalu di kabulkan" jawab Ayu.
"Ya sudah ayo, jadi ngga ke mall nya? Nanti keburu siang, panas Yang" ajak Raka.
Raka pun menggandeng tangan Ayu dan turun ke bawah menghampiri bu Santi yang sedang duduk santai bersama suami nya.
"Mah, mau ikut ke mall ngga? Ayu ingin pergi ke mall sekalian lihat-lihat perlengkapan bayi" kata Raka yang baru saja duduk di depan orang tua nya.
"Ikut dong, mamah seneng kalau lihat perlengkapan bayi, lucu-lucu soal nya, ayo papah juga harus ikut" teriak bu Santi dengan nada riang.
"Papah di rumah saja mah" jawab pak Purnama, karena pak Purnama sudah tahu kalau istri nya belanja perlengkapan bayi pasti ngga tanggung-tanggung, terus ujung-ujung nya dia yang akan membawakan puluhan paper bag di tangan nya.
Raka dan Ayu yang mendengar ancaman bu Santi buat suami nya pun tersenyum, mereka merasa lucu dengan kelakuan kedua orang tua di depan nya.
"Awas ya By, kalau Aby ngga mau nurutin semua yang aku inginkan, maka Aby pun harus tidur di luar" bisik Ayu dengan senyum kemenangan.
"Ya kamu jangan ikut-ikutan mamah dong Yang" bisik Raka, tapi Ayu diam saja sambil tersenyum.
"Ya sudah ayo berangkat nanti kalau terlalu siang panas" teriak bu Santi dengan tas ditangan nya.
Dengan wajah pasrah akhir nya pak Purnama pun mengikuti istri dan anak menantu nya pergi ke mall.
Sesampai nya di mall wajah bu Santi dan Ayu sangat lah bersinar apalagi melihat perlengkapan bayi yang lucu-lucu terpajang di toko itu.
Beda dengan pak Purnama, dia diam tidak bersemangat sambil duduk menunggu bersama Raka.
__ADS_1
"Pah ko lemes gitu? Kenapa? Takut di suruh tidur di luar ya? Tanya Raka sambil tersenyum.
"Kamu belum tahu saja, lihat nanti kalau mereka selesai belanja, dan di situlah kamu akan merasakan lemas nya seluruh tubuh kamu" jawab Pak Purnama.
Raka yang belum paham pun cuma diam, dan menunggu mereka sampai selesai.
Bu Santi dan Ayu pun kalap, mereka berdua belanja sampai lupa waktu, hingga kelakuan mereka berdua bikin kaget para kasir yang melihat begitu banyak nya belanjaan ibu dan anak ini.
"Mah aku duduk ya capek? Kata Ayu, lalu bu Santi pun mengajak Ayu untuk duduk, sedang kan belanjaan nya lagi di hitung sama kasir.
Nota pembayaran pun panjang seperti panjang nya cerita kehidupan sang penulis nya, he,he.
Kasir pun memberitahukan jumlah belanjaan yang harus di bayar oleh bu Santi, bu Santi pun memberikan kartu black card nya kepada kasir.
Selagi bu Santi membayar tiba-tiba ada teriakan seorang wanita yang sedang hamil besar meminta pertolongan.
"Tolong saya, seperti nya saya mau melahirkan" teriak seorang perempuan yang berada di belakang Ayu.
Spontan bu Santi dan Ayu pun menoleh kearah suara wanita tersebut lalu menghampiri nya.
"Papah,,,,,, Raka,,,,, cepat kesini" teriak bu Santi membuat ayah dan anak itu langsung berlari masuk kedalam.
"Kenapa mah? teriak Raka dan pak Purnama sambil berlari menghampiri nya.
"Tolong dia pah dia mau melahirkan, dan kamu Raka, kamu bawa semua belanjaan kita" teriak bu Santi sambil membantu perempuan itu.
Perempuan itu mendongak kan kepalanya ke atas sambil memegang perut nya dengan sebelah tangan, sebelah tangan lagi dia pegangan ke box yang ada di samping nya.
"Yulia,,,,,,,,," mereka pun serentak memanggil nama Yulia begitu melihat wajah nya.
__ADS_1