
Rafi membawa Yulia kesebuah taman,tapi saat itu karena hari minggu di taman pun banyak orang.
"Ke kontrak kan aku saja Fi" kata Yulia yang masih stay di atas motor sambil memeluk erat pinggang Rafi.
Rafi pun melihat ke sekeliling taman,lalu mengangguk dan membawa Yulia ke kontrak kan nya.
Sesampai nya dikontrak kan,Yulia pun langsung mencecar Rafi dengan pertanyaan.
"Kenapa kamu seakan-akan menjauhi aku Fi? kamu tahu sendiri kan aku dari dulu menyukai kamu,kamu tahu kan kalau sayang ku ini hanya untuk kamu, jadi please Fi lirik aku sebentar saja, aku sudah rela memberikan semuanya kepada kamu, kurang apa lagi sih Fi? Kata kamu Ayu sudah menikah, jadi untuk apa kamu terus-terusan mengejar nya, jelas-jelas dia telah ninggalin kamu, buka mata dan hati kamu Fi" Teriak Yulia sambil menahan air mata nya.
"Aku pengen melihat dia hancur dulu dan ditinggalkan suami nya" jawab Rafi dengan mata yang memerah menahan segala amarah nya.
"Sudah lah kalau memang dia sudah memilih laki-laki lain kamu juga harus membuka mata dan hati kamu kepada wanita lain" jawab Yulia sambil memeluk erat Rafi.
"Lihat aku yang selalu ada buat kamu, lihat aku yang selalu menyayangi dan mencintai kamu dari dulu dengan tulus, lihat mataku, adakah kebohongan dalam setiap ucapan ku? Tanya Yulia sambil mengarahkan kepala Rafi agar menghadap kearah dirinya.
Rafi pun melihat dalam-dalam kearah mata Yulia begitu pun Yulia yang sudah sejak tadi menatap kearah Rafi.
Mereka pun saling menatap, entah ada dorongan darimana Yulia yang sangat merindu kan Rafi pun mendekat kan bibir nya ke bibir Rafi, dan akhirnya kedua bibir mereka menempel satu sama lain nya.
Rafi yang sudah merasakan tubuh Yulia pun tidak menolak nya, apalagi Rafi junior nya sudah bangun dari tidur nya semenjak Yulia menempelkan bibir nya.
Rafi pun membalas ciuman Yulia dengan begitu liar, dia me lu ma t dan mem be lit kan lidah nya ke lidah Yulia.Semakin lama ci u man mereka semakin panas dan menuntut untuk melakukan lebih, Rafi pun menggendong Yulia ke dalam kamar, dan melanjutkan aksi panas nya di dalam kamar, Yulia yang memang sejak kemarin sangat merindukan Rafi pun ngga kalah liar nya dari Rafi.
Kamar yang tadinya hening pun berubah riuh dengan suara desa han , ce ca pan dan beradu nya dua tubuh yang saling memuaskan diantara keduanya.
Mereka pun terus dan terus melakukan nya, sampai mereka benar-benar puas dan tak berdaya.
*
*
*
"Gr e p" Ayu pun memeluk dan mencium punggung suami nya dari belakang.
__ADS_1
"Cepetan dong By mereka sudah menunggu di ruang makan" kata Ayu sambil terus mencium punggung Raka.
"Yang jangan membuat pesawat tempur ku bangun dong? Kalau bangun emang kamu mau tanggung jawab" kata Raka yang mulai merasakan sensasi di tubuh nya.
Ayu pun langsung melepaskan pelukan nya lalu pergi dari walk in closet, "Ya udah aku tunggu di ruang makan ya? Kata Ayu sambil melangkah kan kaki nya.
Baru saja Ayu melangkahkan kaki nya, tiba-tiba Raka menarik tangan nya Ayu dan langsung jatuh di dada bidang nya Raka yang masih polos.
"Bentar Yang, suruh siapa tadi menggoda Aby" kata Raka sambil memeluk erat Ayu.
"By lepasin mereka udah nunggu di ruang makan" kata Ayu sambil meronta untuk dilepaskan.
"Baik Aby lepaskan, asal dengan satu syarat" jawab Raka sambil mencium pipi nya Ayu berulang kali.
"Ko pakai syarat segala sih By? emang syarat nya apaan? Tanya Ayu sambil menatap kearah Raka.
"Ya ampun By masa harus tiap malam sih? paling ngga seminggu sekali napa? Ayu pun bernegosiasi.
"Ya sudah kalau ngga mau, kalau begitu kamu ngga bisa pergi dari sini" Jawab Raka sambil terus memeluk erat tubuh Ayu.
Ayu pun pasrah dan menerima syarat dari Raka. "Ya sudah iya,,iya,, tapi sekarang lepasin aku By? Jawab Ayu.
Raka pun melepaskan Ayu dengan senyuman kemenangan, tapi bukan Raka namanya kalau tidak memanfaatkan situasi.
Raka pun me lu ma t bibir Ayu sebentar setelah puas baru Ayu pun dilepaskan nya.
"Sekarang boleh pergi, nanti Aby nyusul" kata Raka sambil menepuk pantat Ayu yang berisi.
"Dasar kamu By, ngga ada bosan nya, padahal malam dan radi pagi udah masa nanti malam mau lagi" gumam Ayu sambil berjalan ke luar kamar.
__ADS_1
"Tapi enak juga sih, sampai-sampai aku pun sebenar nya pengen melakukan nya lagi" gumam batin Ayu sambil terus menyunggingkan senyuman nya.
Ayu pun ngga sadar kalau dia sudah sampai di ruang makan, dan membuat para sahabat nya saling memandang aneh.
"Yu kamu sehat kan? Kata Nisa sambil menyentuh kening Ayu, Ayu pun tersentak kaget karena kelakuan Nisa.
"Begini lah kalau orang lagi bucin, lupa akan segala nya bahkan melupakan sahabat nya yang lagi kelaparan" jawab Dewi sambil memegang perut nya.
"Jangan bilang barusan kamu melakukan nya lagi ya Yu? Tanya Siska sambil menatap kearah Ayu dia pun menelisik Ayu dari atas sampai bawah.
"Is apaan sih kalian orang aku ngga ngapa-ngapain ko" jawab Ayu sambil duduk di kursi makan biasa nya.
Raka dan Andre pun datang bersamaan lalu duduk di tempat masing-masing, Ayu seperti biasa melayani suami nya dulu baru dirinya mengambil makanan.
"Habis ini kita pulang ya YU? kamu lanjutkan lagi aja acara malam nya, jangan lupa gaya yang kemarin dilihat" kata Nisa tanpa dosa.
"Uhukkkk,,, Ayu pun keselek karena mendengar omongan Nisa yang membuat nya malu dihadapan Raka.
"Pelan-pelan dong Yang? Kata raka sambil memberikan segelas air putih.
"Ciee Ayang? Jawab mereka dengan kompak. Raka pun menatap kearah mereka satu persatu.
"Ngga apa-apa ko mas panggil sayang depan kita, soalnya kita juga udah tahu kalau kalian sudah menikah" jawab Nisa.
Raka pun kaget dan memandang Ayu istri nya seolah-olah butuh jawaban, Ayu pun cuma tersenyum dan mengangguk.
Kalian mau pulang ya? Biar aku yang antar" kata Andre sambil terus menatap kearah Siska.
"Weh ini mah kaya nya modus nih, tapi ngga apa-apa lah biar Siska ngga jomblo lagi" kata Dewi sambil menghabiskan makan nya.
"Lah kita emang masih pada jomblo, cuman Ayu saja yang sudah punya pawang nya" kata Nisa sambil melirik kearah Ayu dan Raka.
__ADS_1