
"BUGHHHH" ini pesan bapak buat kamu dan ini spesial dari adik yang kakak nya kamu culik, "BUGGGHHHH" Rama terus memukuli Rafi dengan membabi buta.
Pak Purnama dan pak Hasan ngga bisa menghentikan anak muda yang sedang di landa emosi tersebut.
Pak Dodi yang mendengar keributan di luar pun menghampiri dan memegang Rama yang sedang kalap.
"Stop!! Cukup, hentikan kamu jangan main hakim sendiri" teriak pak Dodi sambil memilin tangan Rama ke belakang.
Rafi pun di peluk sama bu Carla sambil menangis, belum juga luka kering dan darah nya juga masih menetes, Rafi sudah kena pukul lagi
"Siapa kamu datang-datang langsung main pukul saja? Tanya pak Dodi yang masih memegang erat tangan Rama.
"Saya adik nya kak Ayu yang dia culik, saya ngga terima kakak saya di perlakukan seperti itu hingga kak Ayu trauma" teriak Rama yang masih dalam keadaan emosi.
"Sabar nak? Kita semua juga sudah memberikan dia hukuman, kamu yang tenang ya? Kalau kak Ayu melihat kamu seperti ini bapak yakin kak Ayu pasti kecewa melihat sikap kamu seperti ini, kamu tahu kan kak Ayu itu orang nya baik dan pemaaf jadi, kamu jangan seperti ini, kamu tenang ya? Kata pak Purnama sambil mengusap pundak Rama dengan lembut hingga membuat emosi Rama menurun secara perlahan.
"Sudah lah Dod lepaskan tangan nya, dia ngga bakalan melakukan nya lagi, aku jamin" kata pak Purnama, pak Dodi pun melepaskan tangan Rama.
"Jangan lakukan lagi ya? Dia juga sudah menyadari kesalahan nya, dan kamu juga sudah memukul nya barusan" kata pak Dodi, Rama pun hanya mengangguk.
Rafi pun menghampiri Rama dengan kepala menunduk.
"Maaf saya telah membuat kakak kamu trauma dan menderita, saya sangat menyesal, kalau kamu masih mau meluapkan amarah kamu saya siap dan saya terima dengan ikhlas" kata Rafi sambil bersimpuh di depan Rama.
Rama hanya diam sambil menatap ke arah Rafi, "Sudah lah kak kalau memang kak Ayu sudah memaafkan kakak aku pun memaafkan kakak, tapi ingat kalau sampai ini terjadi lagi sama kak Ayu, aku ngga takut untuk di penjara dan aku akan membunuh kakak di hadapan polisi sekali pun" jawab Rama.
Rafi pun berdiri dan memeluk erat Rama, semua yang menyaksikan pun meneteskan air mata melihat seorang anak muda yang tadi datang dengan penuh amarah kini dia dengan ikhlas memaafkan.
"Ngga salah aku memilih mereka menjadi bagian keluarga ku" gumam pak Purnama yang di dengar oleh pak Hasan.
"Kamu beruntung mempunyai besan seperti mereka, mereka keluarga yang penuh cinta kasih dan begitu mudah nya memaafkan orang yang telah berbuat salah pada mereka, saya saja yang sudah tua begini kayak nya ngga bisa ikhlas seperti mereka" bisik pak Hasan sambil menepuk pundak pak Purnama.
__ADS_1
Pak Hasan pun menghampiri Rama, "Makasih ya nak kamu anak muda yang patut di contoh, kami belajar banyak tentang hari ini dari keluarga kalian" kata pak Hasan sambil memeluk Rama, Rama pun membalas pelukan pak Hasan.
Setelah pak Hasan melepaskan pelukan nya Rama baru sadar kalau disitu banyak orang yang seumuran dengan orang tua nya, Rama pun mencium tangan mereka satu per satu sambil meminta maaf\>
"Pak,,ibu,, pak polisi maafkan sikap arogan saya tadi, saya lagi diliputi emosi dan amarah" kata Rama sambil menunduk.
"Ngga apa-apa, kami juga minta maaf ya nak kalau tadi kami sempat berlaku kasar sama kamu" jawab pak Hasan.
Mereka pun tersenyum bahagia karena sudah saling memaafkan.
"Nama mu siapa nak? Tanya pak Dodi.
"Rama Pramudya pak" jawab Rama.
Kamu cocok jadi seorang polisi nak? Kalau kamu mau jadi polisi nanti saya bantu daftarkan" jawab pak Dodi.
"Benar, jadi mulai sekarang kamu harus rajin belajar dan belajar fisik, biar nanti kalau lagi pendidikan polisi kamu kuat dan lolos, kalau di lihat dari tinggi kamu sudah mencukupi" kata Pak Dodi.
"Insya Allah pak saya akan selalu belajar dan akan saya buktikan kalau saya bisa dan mampu" jawab Rama.
Mereka semua pun tersenyum melihat tekad dan semangat yang tinggi di diri Rama.
"Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu, mau membersihkan luka nya Rafi dulu" kata pak Hasan.
"Oke baik silahkan, nanti kalau keadaan sudah tenang kita kumpul ya? Kata Pak Purnama yang di angguki oleh semua nya.
Pak Hasan, bu Carla dan Rafi pun membalik kan badan nya dan mau masuk ke dalam mobil.
"Mas Rafi" teriak Yulia, ya Yulia berniat kembali ke kantor polisi duluan karena perasaan nya belum tenang dengan keputusan Rafi.
__ADS_1
Rafi pun menoleh lalu merentangkan tangan nya, Yulia pun berlari dan masuk ke dalam pelukan Rafi sambil menangis.
"Sudah jangan menangis, aku sudah bebas dan ini semua berkat kamu, makasih ya sayang" kata Rafi sambil mengusap air mata Yulia.
"Kamu ikut pulang bareng kami saja nak? Ajak bu Carla,.
Yulia pun menoleh kepada bu Carla dan pak Hasan lalu menatap ke arah Rafi, Rafi pun mengangguk sambil tersenyum.
Akhir nya Yulia ikut pulang bersama keluarga pak Hasan.
Setelah kepergian keluarga pak Hasan Raka beserta yang lain nya datang menemui mobil yang di parkir di depan kantor polisi.
"Dek, kamu sedang ngapain disini? Sama siapa? Ayu pun kaget melihat Rama ada di kantor polisi.
"Dia nyari kamu nak? Katanya ibu mu khawatir" jawab pak Purnama sambil mengedipkan mata nya ke arah Rama.
Rama pun mengerti dengan kode pak Purnama, "Iya kak tadi pas Rama sama bapak pulang ke rumah kak Raka ibu lagi nungguin kakak" jawab Rama.
"Terus kamu naik apa kesini nya dek? Tanya Ayu sambil melihat kearah sekitar.
"Naik motor kak, tuh itu motor nya" jawab Rama sambil menunjuk motor nya.
"Kamu pakai motor siapa dek, kakak ngga suka ya kalau kamu suka pinjam barang orang lain apalagi ini kendaraan, ini yang pertama dan terakhir kamu pakai motor orang, kakak ngga mau dengar lagi kamu pinjam motor" cerocos Ayu.
Raka dan Rama pun hanya tersenyum mendengar ocehan Ayu.
"Kak ini tuh motor nya adek, bukan motor punya orang lain" jawab Rama sambil tersenyum.
"Darimana kamu punya uang buat beli motor, jangan bilang kamu maksa ayah pinjem uang lagi dan nanti siapa lagi yang mau di jadikan buat bayar hutang nya.
mereka semua terdiam mendengar penuturan Ayu, Raka pun memeluk Ayu dari samping.
__ADS_1