
Pak Purnama sama bu Santi pun langsung menuju ke kantor polisi dengan diantar pak Asep.
Sesampai nya di kantor polisi pak Purnama langsung masuk dan ketemu Andre dan sahabat Ayu.
"Raka mana Ndre? Tanya pak Purnama, Andre pun langsung mencium tangan ayah angkat nya di ikuti oleh para sahabat Ayu dan Yulia.
"Raka ada di dalam pah" jawab Andre sambil menunjuk ruangan pemeriksaan.
"Mau jadi apa kamu hah!!! Teriak pak Hasan sambil terus memukul Rafi, bu Carla hanya bisa menangis melihat keadaan anak nya, bagaimana pun marah nya seorang ibu, tapi dia ngga akan tega kalau melihat anaknya menderita dan di siksa seperti itu di depan mata nya sendiri, walau pun sama ayah kandung nya sendiri.
"Cukup yah cukup, Rafi sudah mengakui semua kesalahan nya" teriak bu Carla.
Sedangkan polisi yang berjaga pun tidak bisa berbuat apa-apa, ketika dia melerai pun malah dia sendiri yang kena amuk pak Hasan.
Pak Purnama yang mendengar teriakan seseorang, dia pun menoleh dan melihat ada orang seumuran dirinya sedang memukuli seseorang yang berpakaian napi, lalu beliau pun masuk ke ruangan tersebut, sedangkan bu Santi duduk ditemani Andre dan para sahabat Ayu.
"Stop!!! kalau kamu terus memukuli nya kamu sendiri yang akan di penjara" teriak pak Purnama.
"Purnama" gumam Pak Hasan sambil menatap ke arah pak Purnama.
"Hasan" gumam Pak Purnama lalu melepaskan tangan nya pak Hasan.
Mereka pun berpelukan sambil menepuk-nepuk punggung.
"Siapa yang kamu pukul terus menerus? Tanya Pak Purnama sambil melepaskan pelukan nya, sedangkan bu Carla membawa Rafi duduk.
"Dia anakku, dia telah melakukan kejahatan, hingga dia berakhir di sini" jawab Pak Hasan sambil menahan amarah nya.
"Bicara kan baik-baik jangan main kasar, ayo sekarang kita duduk" ajak pak Purnama. Pak Hasan pun mengikuti pak Purnama yang duduk di depan Rafi.
Raka dan Ayu pun keluar dari ruang pemeriksaan, Ayu yang langsung melihat ibu mertua nya langsung menghampiri dan memeluk nya erat.
__ADS_1
Mah,,, kapan mamah sampai? kata Ayu setelah melepaskan pelukan nya.
"Barusan sayang, kamu ini jadi suami ngga becus jaga istri mu, kenapa Ayu sampai di culik? Tanya bu Santi sambil menatap tajam anak nya.
"Maaf mah, ini di luar prediksi Raka" jawab Raka sambil menunduk.
"Sudah lah Santi, ini semua juga bukan kesalahan anak kamu" kata pak Dodi sambil menutup pintu ruang pemeriksaan.
"Dodi? Jadi kamu yang menangani kasus anak menantu ku, apa kabar kamu Dod? Tanya bu Santi sambil menjabat tangan Pak Dodi.
"Aku baik, mana suami kamu yang sombong itu? Tanya pak Dodi sambil melirik ke kanan dan ke kiri.
"Tadi masuk ke ruangan besuk, entah mau apa dia masuk kesana" jawab bu Santi.
"Kalian benar-benar ya menikahkan anak kalian, aku ngga di undang sama sekali, apa aku ini bukan sahabat kalian lagi? Tanya pak Dodi.
"Bukan gitu Dod, tapi kami memang belum merayakan pesta pernikahan Raka, nanti kalau mereka sudah siap untuk mengadakan pesta nya kamu adalah tamu istimewa kami" jawab bu Santi sambil tersenyum.
"Oh iya Dod, kalau bisa yang menculik Menantu ku di hukum seberat-berat nya" kata Bu Santi.
"DEGG" jantung Yulia seakan berhenti mendengar permintaan bu Santi, Yulia pun menunduk menahan air mata nya.
Ayu yang paham pun langsung mendekati Yulia lalu mengusap pundak nya dengan lembut.
"Ngga bisa San? Menantu kamu sudah mencabut tuntutan nya" jawab Pak Dodi dan membuat yang ada di situ semua nya menatap Ayu.
"Kakak ipar" teriak Andre sambil menatap Ayu meminta penjelasan.
"Ayu,,,,,,, " para sahabat Ayu pun menatap Ayu meminta penjelasan pada dirinya.
"Benarkah bu? Tanya Yulia sambil menangis, Ayu pun menatap Yulia lalu mengangguk.
__ADS_1
"Nak jelaskan sama mamah kenapa kamu mencabut tuntutan kamu" tanya bu Santi menahan kekesalan nya kepada Ayu.
"Jadi begini bu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,," Ayu pun menceritakan semua nya dari awal sampai akhir ngga ada yang dia lewat kan, semua orang pun diam tidak ada yang bersuara mendengar penjelasan Ayu.
"Jadi,,,,,,aku akan punya cucu? Teriak bu Carla yang tak sengaja mendengar penjelasan Ayu ketika dirinya mau keluar dari ruang besuk.
Semua orang pun menatap ke arah pintu ruang besuk.
"Carla? Teriak Pak Dodi dan bu Santi bersamaan.
"Dodi? Santi? Gumam bu Carla lalu menghampiri Santi dan memeluk nya, dia pun menumpahkan air mata nya di pelukan bu Santi.
"Kamu kenapa menangis Carla? Tanya bu Santi sambil melepaskan pelukan nya.
"Anakku Rafi sudah melakukan kejahatan San, hingga dia sekarang berada di sini.
"Jadi Rafi anak kamu La? Tanya pak Dodi sambil menatap ke arah bu Carla.
"Iya dod, aku mohon Dod tolong Rafi agar tidak di hukum berat di sini, aku ngga tega , aku ngga sanggup melihat dia harus berada di balik jeruji besi dan lantai yang dingin ini, aku akan membayar semua nya walau harta ku harus habis untuk menebus nya aku rela, tolong aku Dod, aku mohon" Bu Carla pun terus memohon pada pak Dodi.
"Tenang Carla, anak kamu ngga bakalan di hukum berat karena istri nya Raka yang menjadi korban anak kamu telah mencabut tuntutan nya"Jawab Pak Dodi dengan jelas di dengar oleh telinga bu Carla dan bu Santi.
"Jadi,,,,, yang menculik menantu ku adalah anak kamu" teriak bu Santi sambil menatap tajam ke arah bu Carla.
Karena mendengar keributan di luar pak Purnama dan pak Hasan pun keluar ruangan untuk melihat yang terjadi.
"Maaf Santi aku pun tidak tahu kalau yang jadi korban anak ku adalah menantu kamu, maaf kan anak ku San, maafkan lah ku mohon" bu Carla pun memohon sama bu Santi.
"Jadi dia yang menculik dan mencoba mem per ko sa menantu ku sampai trauma? Gumam Pak Purnama lalu membalik kan badan dan masuk kembali ke ruang besuk yang masih ada Rafi disana yang sedang duduk.
Tanpa basa basi lagi pak Purnama memberikan sebuah pukulan yang sangat keras ke tubuh Rafi.
"BUGGGHHH" tahu dari tadi kalau kamu yang menculik menantu saya, tak akan sudi saya menghalangi Ayah mu yang sedang memukuli mu, "BUGHHH" lagi-lagi pak Purnama melayangkan pukulan nya kepada Rafi, sampai Rafi tersungkur ke lantai.
__ADS_1