
"Oh ya bang, nama bayi nya siapa? Tanya Tasya.
"Oh iya kita sampai lupa menanyakan namanya" kata bu Santi sambil tertawa.
"Kalian bahkan melupakan orang yang berjuang melahirkan nya" jawab Raka sambil menatap ke arah mereka.
"Sudah By, ngga apa-apa, lagian juga kan lagi pada senang melihat anggota baru" jawab Ayu.
"Kita ngga lupa ko yang melahirkan nya kan kakak ipar bukan tetangga sebelah" jawab Andre.
Jawaban Andre membuat semuanya tersenyum.
"Sudah,,,sudah,,,kalian ini ngga dimana-mana selalu saja becanda., Jadi siapa nama cucu kakek yang cakep ini? Tanya pak Purnama.
"Namanya Albyan Putra Pratama, gimana Yang menurut kamu? Tanya Raka
"Bagus By, aku ngikut aja, berarti panggilan nya Byan ya? Jawab Ayu sambil tersenyum.
"Ko ngga da nama para kakek nya" pak Purnama pun protes.
"Sengaja biar ngga ada yang iri diantara para kakek" jawab Raka.
"Bagus lah kalau begini kan adil" jawab bu Santi.
"Oekk,,,oekkk,oekkk," Byan pun menangis kencang.
"Lihat Byan kayak nya lagi lapar, lapar ya nak? Ya sudah Byan minum susu dulu ya? Kata bu Yanti sambil memberikan Byan kepada Ayu.
"Ya sudah kalau begitu kalian para lelaki pergi ke kantin sana, biar Ayu nya nyaman memberikan Asi buat Byan nya" bu Yanti pun mengusir para lelaki.
"Tapi aku kan suami nya mah? Protes Raka.
"Sudah kamu juga ikut sana, biarkan di sini hanya perempuan saja" jawab bu Yanti sambil mendorong Raka ke luar.
Ayu pun tersenyum melihat kelakuan suami dan ibu mertua nya, Ayu pun memberikan Asi kepada Byan, saat Byan menghisap nya Ayu pun meringis.
"Ngga apa-apa nak, awal-awal memang sakit, tapi lama-lama juga nanti biasa" kata bu Yanti.
Para ibu membantu Ayu agar nyaman memberikan Asi pada Byan,sedangkan Tasya duduk di sofa sambil ngemil makanan yang dia beli tadi di kantin dengan ponsel di tangan nya.
*
*
Para pria pun kini lagi duduk di kantin rumah sakit, sambil menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan.
__ADS_1
"Nak ini kamu ambil satu hari satu ya jangan lebih dan jangan kurang" kata pak Purnama sambil memberikan stoples kecil yang berisikan permen dengan jumlah sembilan puluh, sebenar nya enam puluh juga cukup, tapi pak Purnama mau ngerjain Raka dengan memasukan permen sejumlah sembilan puluh.
"Apa ini pah? Tanya Raka sambil membuka toples nya.
"Itu permen, jadi kamu ambil satu per hari permen itu, dan kalau permen nya sudah habis, berarti kamu baru boleh menggauli istri mu kembali" kata pak Purnama sambil tersenyum.
"Mampus kamu puasa selama sembilan puluh hari" teriak Andre.
"Ko lama banget sih pah? Tanya Andre dengan muka yang lemas.
"Ya memang aturan nya seperti itu nak" jawab pak Ramdan.
Raka pun lesu dan menelungkup kan kedua tangan nya ke meja.
Mereka pun tertawa melihat wajah lesu Raka yang harus berpuasa selama tiga bulan.
*
*
Hari menjelang malam, mereka semua pun pamit untuk pulang dan menyisakan Raka, Andre dan Tasya di ruangan.
"Kalau begitu kami pamit ya nak? Soalnya kita ngga akan bisa tidur kalau di rumah sakit" kata pak Ramdan.
"Iya pak ngga apa-apa, Ayu banyak yang nemenin ko" jawab Ayu.
"Ngga usah pak ngerepotin, biar kami naik angkutan saja" jawab pak Ramdan.
"Ngga usah sungkan ayo bareng saja" pak Purnama pun memaksa pak Ramdan untuk pulang bareng.
Kini tinggal Raka, Andre dan Tasya saja di dalam ruangan, Byan pun sudah tidur di nyenyak di dalam box bayi yang berada di ruangan itu.
Raka tidak mengizinkan bayi nya di simpan di ruangan bayi, dengan perdebatan yang panjang dengan suster akhir nya suster jaga pun mengizinkan nya.
"By aku lapar" rengek Ayu.
Raka pun langsung mengambil makan buat Ayu dan menyuapi nya.
"Biar aku sendiri aja By" kata Ayu yang malu karena ada Tasya dan Andre.
"Udah diam, kamu ngunyah saja, biar Aby yang suapin kamu, biar makan nya banyak" jawab Raka.
"Bang kapan kita melakukan sandiwara nya? Tanya Tasya pada Andre.
"Kapan ya? Ya pokok nya kapan saja di kala ada Siska kamu beraksi" jawab Andre.
__ADS_1
"Oke deh, kalau begitu, kalau maslah sandiwara begitu mah kecil bagiku" jawab Tasya.
"Dasar perusak hubungan orang lo dek" teriak Andre.
"Ndre jangan teriak-teriak nanti Byan bangun" kata Raka yang membuat Andre terdiam.
Mereka pun memilih menemani Ayu dan tidur di dalam ruangan.
*
*
Pagi hari nya Raka terbangun langsung melihat pemandangan yang indah menurut nya.
Begitu Raka membuka matanya dia melihat anak nya yang lagi minum Asi di pangkuan istri nya.
"Sekarang kesukaan Aby kamu ambil ya nak, Awas nanti Aby akan merebut nya kembali" gumam Raka sambil mengelus kepala Byan.
"Aby sama anak saja rebutan, biarkan lah untuk dua tahun ke depan jadi milik Byan" jawab Ayu pelan karena takut terdengar Tasya dan Andre yang masih tidur di sofa.
"Apa!! Lama sekali Yang, jangan kan dua tahun, dua hari saja aku ngga sanggup, apalagi papah memberikan aku permen dengan jumlah sembilan puluh" kata Raka.
"Buat apa permen sebanyak itu By? Tanya Ayu yang belum tahu fungsi dari permen itu.
"Kata papah aku harus mengambil permen itu sehari satu, kalau sudah habis baru aku bisa tidur bersatu sama kamu" jawab Raka dengan wajah lesu nya.
"Tenang saja nanti aku bantu dengan cara yang lain, yang tak kalah nik mat nya" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Kamu ko pintar sih Yang, kamu belajar dari mana? Tanya Raka dengan wajah penasaran nya.
"Dulu pas Nisa, Dewi dan Siska nginep di rumah kita dan malam itu waktu aku memberikan semua nya buat Aby, sebenar nya kita nonton Film dewasa, makanya aku sedikit tahu tentang gaya-gaya nya" jawab Ayu.
"Yang? Kamu ko nakal sih, ngapain nonton film gitu? Bener-bener ya istri Aby ini" kata Raka sambil mengacak rambut Ayu.
"Ya tapi kan Aby juga menikmati nya kan? Tanya Ayu.
"Iya juga sih" jawab Raka sambil tersenyum.
"Udah siang ya kak? Tanya Tasya sambil mengerjap kan matanya.
"Sudah dek, kamu mandi sana" jawab Raka.
Ayu pun menidurkan Byan kembali yang sudah tertidur kembali karena sudah kenyang.
"Bang Andre kita pulang dulu yuk, aku mau mandi dan ganti baju, aku kan ngga bawa baju ganti" kata Tasya sambil membangunkan Andre.
__ADS_1