
Pak Randi sebagai orang yang ditugaskan untuk melakukan interview kepada karyawan baru menghampiri ruangan Raka.
"Bu Yulia pak Raka nya ada? Tanya pak Randi sambil memegang berkas para pelamar yang akan dia rekomendasikan sebagai sekertaris.
"Ada pak, masuk saja, eh udah dapat ya pak orang yang akan menggantikan saya? Tanya Yulia.
"Udah, tapi saya bingung karena ada dua orang yang masuk kriteria, jadi biar pak Raka saja yang memilih" jawab pak Randi lalu mengetuk pintu ruangan Raka, sedangkan Yulia cuma mengangguk.
Pak Randi pun masuk setelah Raka mempersilahkan nya untuk masuk.
"Siang pak? Maaf mengganggu kerja bapak, saya kesini mau memberikan berkas karyawan baru untuk di jadikan sekertaris, karena ada dua orang yang masuk kriteria, jadi saya serah kan kepada bapak untuk memilih" kata Pak Randi sambil memberikan berkas yang dia pegang.
Raka pun mengambil berkas yang di berikan pak Randi lalu membaca nya dengan teliti, pak Randi hanya diam menunggu dengan sabar.
"Seperti nya yang atas nama Laura ini berpotensi sebagai sekertaris saya, dan Lastri bapak masukan dia ke bagian staf Ahli, bagaimana menurut bapak? Raka pun bertanya akan keputusan nya.
"Saya juga sepemikiran sama bapak, kalau Laura lebih berpotensi menjadi sekertaris nya bapak" jawab pak Randi.
"Ya sudah kalau begitu berarti sudah di tetapkan, jadi besok suruh ,mereka datang kembali ke kantor pagi-pagi dan ngga boleh telat" kata Raka sambil memberikan berkas nya kembali kepada pak Randi.
"Kalau begitu saya permisi pak untuk kembali ke ruangan saya" pak Randi pun pergi dari ruangan Raka.
"Pak Randi tolong Yulia suruh menghadap saya" kata Raka sebelum pak Randi membuka pintu, "Baik pak" jawab pak Randi sambil mengangguk kan kepala nya.
"Bu Yulia di panggil pak Raka" kata pak Randi.
"Oh iya pak, gimana pak ada yang di pilih ngga sama pak Raka? Tanya Yulia.
"Ada, makanya ibu di suruh ke ruangan nya, mungkin mau membicarakan masalah pengganti ibu" jawab pak Randi.
"Makasih pak, kalau begitu saya ke ruangan pak Raka dulu" kata Yulia sambil berdiri.
__ADS_1
"Iya bu, saya juga mau kembali ke ruangan saya. Jawab pak Randi.
Pak Randi pun kembali ke ruangan nya untuk memberikan kabar kepada para pelamar yang sudah melakukan interview.
Sedang kan Yulia kini berada di dalam ruangan Raka.
"Yul, pengganti kamu sudah kita dapat kan, tapi saya minta untuk dua hari ke depan kamu masuk dulu untuk memberitahukan apa saja yang harus dia kerjakan dan kamu kasih tahu jadwal meeting yang belum terlaksana" kata Raka.
"Baik pak, saya akan memberitahu dia dengan detail, oh ya pak maaf kalau pertanyaan saya di luar pekerjaan, gimana kandungan bu Ayu? Tanya Yulia.
"Alhamdulilah baik dan sehat, oh ya nanti kita mau ngadain empat bulanan, kamu datang ya? Raka pun mengundang Yulia ke acara empat bulanan istri nya.
"Insya Allah pak, tapi maaf kalau suami saya tidak ikut menghadiri nya" jawab Yulia.
"Ngga apa-apa Yul, dan maaf juga kita belum bisa menerima suami kamu dan belum bisa bertemu suami kamu karena takut akan kondisi Ayu, apalagi dia sekarang lagi hamil, saya takut trauma Ayu kambuh jika melihat suami kamu" jawab Raka.
"Baik nanti saya sampaikan" jawab Raka, Yulia pun kembai ke meja kerja nya dan Raka pun kembali dengan pekerjaan nya.
*
*
*
"Pah mamah sudah undang kerabat dan para sahabat lama beserta ibu-ibu arisan mamah buat acara besok" kata bu Santi sama suami nya.
Pak Purnama siang itu sengaja pulang, karena sudah tidak ada lagi pertemuan, mulai saat ini pak Purnama mengurangi kerjaan nya dan di urus semuanya oleh Raka dan Andre anak angkat nya.
"Ya bagus kalau gitu mah, terus catring nya gimana mah? Udah di pesan belum? Tanya pak Purnama.
"Sudah beres pah, catring kue-kue semua sudah mamah pesan" jawab bu Santi.
"Siang pah, mah, tumben pah masih siang udah pulang? Tanya Ayu sambil ikut duduk diantara kedua mertua nya.
__ADS_1
"Sudah ngga ada pertemuan lagi, dan juga papah udah mengurangi kerjaan papah, biar suami kamu dan Andre yang urus" jawab pak Purnama.
"Nak untuk acara minggu besok mamah sudah pesan kan kue-kue dan catring, apa kamu mau ada tambahan? Tanya bu Santi pada Ayu.
"Pah,,,mah,, boleh ngga kita ngundang anak yatim? Aku mau mereka ikut pengajian dan men do\*a kan kita semua" kata Ayu.
"Usul yang bagus, papah setuju banget, sekalian ustadz nya yang memimpin do\*a" jawab pak Purnama.
"Kenapa mamah ngga kepikiran kesitu ya? tanya bu Santi sambil berpikir.
"Gimana kalau kita buat dua sesi pah, yang satu pengajian ibu-ibu dan sesi ke dua pengajian bapak-bapak plus anak panti, jadi semua ikut" usul bu Santi.
"Begitu lebih bagus mah, oke papah setuju dengan usul Ayu dan mamah" kata pak Purnama.
"Kalau begitu catring dan kue nya harus pesan lagi, lebih baik kita pesan kebanyakan dari pada kekurangan" kata bu Santi.
"Terserah mamah saja, pokok nya urusan catring dan kue, papah serahkan sama mamah" jawab pak Purnama.
"Lah emang semua yang urus mamah, terus tugas papah apa? Kata nya pengen punya cucu, tapi pas giliran mau syukuran cucu kita, papah ngga ada bantuin" kata Bu Santi..
"Enak saja ngga bantuin, terus yang bantuin dana nya itu siapa? kan semua pakai uang papah" jawab pak Purnama ngga mau kalah.
"Dan ini uang untuk di bagi-bagi kan ke anak yatim dan yang lain nya" kata pak Purnama dan mengeluarkan lima gepok uang dengan nominal seratus ribuan.
Ayu pun melongo melihat banyak nya uang yang pak Purnama keluarkan, baru kali ini Ayu melihat uang sebanyak itu.
"Ya allah itu uang beneran? Betapa kaya nya keluarga ini, aku sampai gemetar melihat nya apalagi memegang nya" gumam bathin Ayu.
"Ko tumben papah bawa uang cash banyak begini? Tanya bu Santi sambil mengambil uang yang di keluarkan pak Purnama dari dalam tas kerja nya.
"Tadi papah mau simpan ke Bank, tapi entah kenapa papah malas untuk mampir ke Bank nya, ini sudah rezeki nya cucu kita mah, jadi kan kita ngga perlu repot-repot ngambil uang ke Bank buat acara besok" jawab pak Purnama.
__ADS_1