Nikah Paksa

Nikah Paksa
Menjenguk Rafi


__ADS_3

Sebelum pulang ke kontrak kan Yulia mampir dulu ke kantor polisi untuk menjenguk Rafi, di tangan nya menenteng makanan yang dia beli sebelum ke kantor polisi.



Yulia pun sampai di kantor polisi dengan perasaan yang tidak menentu, antara senang mau ketemu ayah calon bayi nya dan juga sedih karena Rafi berada di dalam sel.



"Selamat malam pak? Apa saya bisa menjenguk napi atas nama Rafi? Tanya Yulia.



"Anda siapa nya Rafi? Tanya polisi penuh selidik.



"Saya teman nya Rafi pak? saya bawa makanan buat dia" jawab Yulia sambil memperlihatkan makanan yang dia pegang.



Polisi yang jaga pun memeriksa barang bawaan yang di bawa Yulia termasuk makanan yang di bawa Yulia, semua tak luput dari pemeriksaan.



"Pak Roni tolong antar kan nona ini ke ruang besuk, dia mau ketemu Rafi" Pak Fadil pun memberi perintah ke polisi lain nya.



"Baik pak! Mari nona ikuti saya" ajak Pak Roni dan Yulia pun mengikuti langkah nya pak Roni menuju ruang besuk.



"Silahkan tunggu di sini nona, saya panggilkan Rafi nya dulu" kata pak Roni yang dijawab dengan sebuah angguk kan oleh Yulia.



"Saudara Rafi ada orang yang ingin bertemu" Teriak pak Roni sambil membuka kunci pintu jeruji besi.



"Saya pak, siapa yang mau bertemu saya pak? Tanya Rafi heran, karena menurut Rafi ngga ada orang yang tahu kalau dia masuk penjara kecuali Raka, Andre dan sahabat Ayu mantan nya.



"Kata nya sih temen kamu dia perempuan cantik" jawab Pak Roni sambil mengunci kembali pintu sel.



Rafi pun berjalan ke ruang besuk yang di dampingi oleh Pak Roni.



Sesampai nya di ruang besuk, Rafi kaget melihat Yulia yang sedang duduk dan menunduk.


__ADS_1


"Yul? Panggil Rafi dengan suara yang gemetar menahan tangisan nya, bagaimana pun Rafi terharu, di masa-masa terpuruk nya masih ada orang yang perduli terhadap nya.



Yulia pun mengangkat wajah nya dan melihat ke arah Rafi dengan wajah tampan nya yang penuh dengan lebam-lebam bekas pukulan yang di berikan Andre.



"Fi,, air mata Yulia pun akhir nya lolos melihat kondisi Rafi dengan wajah lebam dan penampilan yang tidak ke urus dengan memakai baju tahanan.



Yulia pun langsung memeluk Rafi dengan erat bahkan erat sekali, Yulia menangis dalam pelukan Rafi.



"Fi kenapa jadi begini Fi? Aku kan sudah bilang stop Fi stop, kamu lebih mengejar dia yang jelas-jelas sudah ada yang memiliki, tapi kamu menutup mata mu kepada aku, aku yang sangat tulus mencintai dan menyayangi kamu, kamu malah abaikan dan kamu lebih memilih dia walau cara mu bodoh dan salah" Yulia pun meluapkan isi hati nya dengan menangis dalam pelukan Rafi.



"Maafkan aku Yul? aku memang salah aku sadar itu bukan cinta tapi obsesi, tolong beri aku kesempatan ke dua, aku berjanji aku akan membuka hati ku buat kamu, makasih kamu selalu ada buat aku, dan maafkan aku juga yang selalu menyakiti dan mengabaikan perasaan tulus mu. aku janji akan memperbaiki semua nya dan aku menerima hukuman ini" Rafi pun minta maaf sambil menangis dalam pelukan Yulia.



Yulia pun melepaskan pelukan nya lalu menatap dalam-dalam mata Rafi.



"Mau kah kamu berjanji untukku? Mau kah kamu berubah untuk anak mu ini? Tanya Yulia sambil meraih tangan Rafi dan dia usapkan ke perut nya sendiri.




"Iya dia anak mu, darah daging mu mas, aku dari kemarin mencari mu, aku terus menghubungi mu tapi ngga dapat jawaban sama sekali" Yulia pun melepaskan pelukan nya lalu membawa Rafi duduk di sebuah kursi yang pihak kepolisian sedia kan.



"Kamu manggil apa barusan? Coba sekali lagi, aku pengen mendengar nya? Tanya Rafi yang terharu dengan perhatian Yulia.



Padahal selama ini Rafi sering membuat Yulia sakit hatinya, tapi Yulia dengan sabar dan lapang dada mau me nerima Rafi.



Yulia pun tersenyum sambil membuka makanan yang dia bawa, "Dimakan dulu mas? Kamu pasti belum makan? Kata Yulia sambil memberikan makanan yang sudah di buka kepada Rafi.



"Kamu tidak malu menerima aku seperti ini? Aku juga ngga tahu kapan aku bisa bebas" kata Rafi sambil menikmati makan nya.



"Untuk apa aku malu mas, aku mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus dari dulu, kamu nya saja yang ngga pernah melirik sedikit pun sama perasaan tulus ku ini.

__ADS_1



"Maafkan aku, aku memang salah aku sadar hanya kamu yang selalu ada buat aku, please beri aku kesempatan ke dua, kita akan merawat anak-anak kita, kita akan hidup bersama sampai maut memisah kan kita" kata Rafi sambil menggenggam tangan nya Yulia lalu mencium nya.



Yulia hanya tersenyum, Yulia yakin Rafi akan berubah karena Yulia tahu Rafi seperti apa.



Rafi pun bangkit dari duduk nya lalu bersimpuh di hadapan Yulia kepala nya dia taro di atas paha Yulia.



"Maafin ayah ya nak? Yang tidak bisa mendampingi kamu setiap waktu, tapi Ayah janji, kalau ayah sudah bebas nanti ayah akan menghabiskan waktu yang terbuang bersama kamu dan ibu mu" bisik Raka lalu mencium perut nya Yulia.



Yulia pun menangis sambil mengelus rambut Rafi yang masih berada dalam pangkuan nya.



"Aku akan berusaha membebaskan kamu mas, walau pun aku harus bersujud di depan pak Raka dan Ayu aku rela mas, yang penting kamu bebas" kata Yulia dalam isak tangisan nya.



"Makasih sayang, entah sama apa aku harus membayar semua kebaikan dan kesabaran kamu ini" kata Raka yang terus mencium telapak tangan Yulia.



"Cukup kamu bayar aku dengan perasaan tulus dan selalu bahagia kan aku dan anak-anak kita." jawab Yulia sambil menatap mata Rafi.



"Terus wisuda kamu gagal dong mas" Rafi pun bangkit dari pangkuan yulia.



"Semua nya gagal karena kebodohan ku, bahkan orang tua ku sekarang mungkin lagi marah-marah, karena ngga bisa hubungin aku karena ponsel ku rusak" terlihat jelas di mata Rafi kesedihan dan penyesalan yang dia rasakan.



Ya kamu hubungi dong, nih pakai hp ku aja, kamu hapal ngga no nya" Yulia pun memberikan saran.



Rafi pun mengambil ponsel yang Yulia berikan pada diri nya.



"Mas pinjem buat ngasih kabar sama orang tua mas dulu ya? Kata Rafi dan langung menekan tombol yang telah dia hapal.



Yulia pun mengangguk dan tersenyum, pandangan nya tidak lepas dari wajah Rafi yang beda dengan kemarin.

__ADS_1



Kemarin wajah Rafi yang tampan dan bersih sekarang berubah karena penuh dengan lebam biru dan merah-merah..


__ADS_2