
Raka pun sedang dalam perjalanan ke Paris untuk menjemput istri dan anak nya, sudah ngga sabar Raka ingin segera sampai ke Paris, perjalanan dua hari serasa dua tahun bagi Raka. {Ah lebay lu Rak}
Setelah perjalanan yang terasa lama menurut Raka, akhir nya Raka pun sampai di bandara kota Paris, senyum Raka terus mengembang, lalu mengirim chat kepada Tasya kalau dia sudah berada di Paris.
"Sebentar lagi kita akan berkumpul kembali sayang, aku sudah kangen, apa kamu mau memaafkan dan menerima ku kembali? Gumam bathin Raka sambil menatap ke arah wallpafer ponsel nya yang memperlihat poto mereka bertiga di kala Ayu setelah melahirkan Byan.
Raka pun langsung menuju ke apartemen nya Tasya dengan jantung yang berdegup kencang karena takut Ayu menolak nya.
Raka pun turun dari mobil yang mengantar nya ke sebuah apartemen, Raka pun menatap apartemen elit itu dengan senyuman yang mengembang di bibir nya.
Dengan langkah yang pasti Raka pun berjalan dan mengetuk pintu apartemen Tasya.
*
*
Tidak lama Tasya pergi tidak lama kemudian terdengar pintu ada yang mengetuk nya.
"Pasti ada yang ketinggalan, kalau ngga ponsel pasti dompet, dasar masih muda udah pikun" gumam Ayu sambil membuka pintu nya.
"Kenapa harus ketuk pintu se,,, ga ,,,la,,,," Ayu tiba-tiba menjadi gagu setelah tahu siapa yang mengetuk pintu setelah membuka nya.
Ayu dan Raka saling menatap dengan mata yang sudah berkaca-kaca di kedua nya, tersirat kerinduan yang amat sangat diantara keduanya, untuk sejenak mereka hanya terdiam sambil saling menatap.
"Sayang aku kangen" teriak Rala sambil memeluk erat Ayu dengan deraian air mata.
Antara kaget, bahagia, kangen dan marah bersatu di hati Ayu, Ayu hanya diam tak membalas pelukan Raka, dia hanya menangis dalam pelukan Raka.
Tasya yang mau pergi ke taman sama Byan melihat Raka yang menuju ke apartemen nya pun mengikuti dan sembunyi di balik tembok, Tasya melihat momen haru itu, dia pun ikut menangis melihat ke dua insan yang saling mencintai bertemu kembali setelah satu bulan berpisah.
Tasya pun tersenyum sambil menghapus air mata nya, "Kita ke taman yuk sayang, kita biarkan Aby dan mamah mu berdua dulu menyelesaikan masalah nya" bisik Tasya pada Byan, lalu Tasya pun pergi meninggal kan dua insan yang baru bertemu lagi.
"Boleh Aby masuk Yang? Kata Raka sambil melepas kan pelukan nya.
__ADS_1
Ayu pun hanya mengangguk dan membuka pintu nya lebar-lebar.
Raka dan Ayu pun kini duduk di sofa secara berhadapan, tiba-tiba Raka bersmpuh di kaki nya Ayu sambil menangis.
"Maaf kan kesalahan dan kekhilafan aku Yang, aku memang salah, kamu mau tampar aku atau pun kamu mau pukul aku sepuas mu aku ikhlas" kata Raka dengan deraian air mata nya.
Sungguh Ayu ngga kuat dan ngga tega melihat suami nya menangis seperti ini, Ayu pun menyentuh pundak Raka dan menyuruh nya bangun dari bersimpuh nya.
Mereka pun saling menatap dengan air mata ke duanya di penuhi dengan air mata.
"Kamu jahat Aby, kamu jahat!!! Teriak Ayu sambil memukul-mukul bahu Raka.
Raka hanya diam dan pasrah dengan apa yang dilakukan istri nya, karena Raka sadar kalau dirinya memang jahat.
"Maafin aku Sayang, maafin aku, kamu boleh membenci aku, kamu boleh memukul aku, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi, aku ngga sanggup berpisah dari kamu dan Byan, aku mohon kembali lah" kata Raka dengan isak tangis nya sambil memeluk erat Ayu.
"Kali ini aku memaafkan kamu By, dan ngga ada kedua kali nya" jawab Ayu dengan pelan karena terhalang tangisan nya.
"Kamu memaafkan aku sayang? Beneran? Tanya Raka sambil melepaskan pelukan nya lalu menatap Ayu dengan lekat.
Ayu pun hanya mengangguk sambil tersenyum dengan air mata yang masih mengalir di pipi nya.
"Terima kasih sayang, terima kasih" ucap Raka sambil memeluk Ayu kembali.
Raka pun melepaskan pelukan nya lalu mereka saling menatap dengan penuh kerinduan.
"Kenapa Aby sekarang jadi kurus? Tanya Ayu sambil menyentuh pipi nya Raka yang sedikit tirus.
__ADS_1
"Karena setiap hari, setiap waktu dan setiap detik selalu memikirkan kalian, selama ini Aby terus mencari keberadaan kalian, tapi kalian susah untuk ditemukan" jawab Raka sambil menghapus air mata yang masih menetes di pipi Ayu.
"Lalu Aby tahu darimana kalau aku dan Byan ada di sini? Apa Tasya yang memberitahu Aby? Tanya Ayu sambil menatap wajah tirus Raka.
"Kesalahan kamu yang membuat Aby datang kesini" jawab Raka sambil mencium pipi Ayu.
"Memang nya apa yang telah aku lakukan hingga aku punya salah dan membawa Aby datang kesini" kata Ayu sambil berpikir.
"Kamu telah melakukan pembayaran pakai ATM yang Aby kasih, dan itu notif nya terhubung dengan ponsel Aby, jadi Aby tahu kalau kamu dan Byan ada di sini" jawab Raka.
Ayu pun terdiam, dia menatap wajah suami nya begitupun Raka yang menatap lekat ke arah Ayu.
Dua hati yang selalu dekat dan harus berpisah karena satu kesalahan, di saat di pertemukan kembali pasti ada kerinduan yang dalam diantara ke duanya.
Raka pun perlahan mendekati bibir nya Ayu, Ayu pun memejamkan matanya dan siap menerima ciuman hangat dari suami nya yang sudah lama ngga dia rasakan.
Kini bibir Raka sudah nempel di atas bibir nya Ayu, Ayu pun menyambut ciuman dari suami nya dengan perasaan rindu yang amat sangat.
Akhir nya kedua nya pun terlena dalam sentuhan lembut bibir masing-masing, merasakan setiap debaran hati yang saling merindukan, hingga tak sadar Raka dan Ayu pun kini sudah berada di tepi ranjang dan keduanya siap dengan melakukan percintaan selanjut nya.
Mereka menuju kamar dengan tidak melepas kan pagutan di bibir nya karena kerinduan yang membuncah.
Raka pun dengan secara perlahan membuka baju yang Ayu kenakan, dengan tatapan kerinduan Raka memohon agar istri nya mau melayani nya.
Ayu yang memang sangat merindukan Raka dan segala sentuhan nya, Ayu pun mengangguk dan tersenyum, membuat Raka pun tersenyum bahagia.
KIni Ayu sudah tanpa ada penghalang apapun di tubuh nya, Raka tanpa mau basa basi lagi, ia mulai bermain pada dua puncak kembar milik sang istri.
__ADS_1
"By, jangan disini dulu, ini milik Byan" bisik Ayu pada Raka.