
Disebuah kamar kontrak kan sepasang pria dan wanita pun terbaring lemas sambil sang wanita memeluk erat sang pria.
"Fi kamu harus nikahi aku, kamu harus tanggung jawab dengan semua ini" kata Yulia sambil mengatur nafas nya.
Rafi hanya diam, jujur dia masih belum bisa menghilangkan nama Ayu di hati nya, dia masih ingin merebut hati Ayu dan menjadi milik dia seutuh nya.
"Fi kenapa kamu diam saja, jangan bilang kamu masih memikirkan Ayu" tanya Yulia sambil mengelus dada bidang Rafi.
"Sudah lah Yul kita jalani saja seperti ini, yang penting disaat kamu butuh aku, aku akan selalu ada buat kamu" jawab Rafi sambil melepaskan pelukan Yulia dari pinggang nya.
"Ga bisa gitu dong Fi, kalau aku hamil gimana? Tanya Yulia sambil mengambil selimut lalu menarik nya keatas dan menutupi tubuh polos nya.
Rafi hanya diam lalu meraih pakaian nya yang berserakan dilantai. "Kamu mau kemana FI? Tanya Yulia sambil bangun dari tidur nya dan bersandar di kapala ranjang.
Rafi hanya diam sambil merapihkan pakaian nya, "Aku pergi masih banyak kerjaan" kata Rafi sambil pergi keluar kamar.
"Kamu bajingan FI, kamu tega, setelah kamu mendapatkan semua nya dari aku kamu pergi begitu saja" teriak Yulia sambil menangis.
*
*
*
Para sahabat Ayu pun kembali ke rumah masing-masing dengan diantar oleh Andre satu per satu.TInggal lah kini di dalam mobil hanya ada Siska dan Andre.
"Sis udah punya pacar belum? Tanya Andre sambil melirik kearah Siska yang ada di samping kiri nya.
"Belum mas, aku masih fokus sama kuliah" jawab Siska.
Andre pun mengangguk, "Berarti boleh dong kalau aku antar jemput kamu setiap hari? Andre pun mencoba mau mendekati Siska pelan-pelan.
"Jangan mas nanti kerjaan mas jadi terganggu karena antar jemput saya" jawab Siska.
"Ngga santai aja, masih bisa ko kalau cuma buat antar jemput kamu doang mah, kalau antar jemput nya Sekampung baru ngga bisa" jawab Andre sambil ketawa.
Siska pun ikut ketawa mendengar guyonan Andre, "Mas Andre bisa saja, eh mas itu di depan berhenti" kata Siska sambil menunjuk ke depan.
"Itu rumah kamu? Kata Andre sambil bergantian melirik kearah Siska dan melirik ke sebuah rumah.
__ADS_1
"Iya mas yang bercat putih itu" kata Siska sambil membuka safety belt nya, "Makasih ya mas udah anterin saya pulang sampai rumah" kata Siska sambil membuka pintu mobil.
"Mampir dulu mas? Ajak Siska, "Lain kali aja sekalian melamar kamu" jawab Andre sambil tersenyum.
"Mas bisa aja, ya udah kalau gitu saya masuk ya mas" kata Siska.
"Ya udah kamu buruan masuk nanti mas culik lo kalau ngga cepet-cepet masuk" kata Andre sambil menatap kearah Siska.
Siska pun masuk sambil tersenyum, begitu pun Andre yang melajukan mobil nya dengan perasaan bahagia.
*
*
*
Pagi hari pun seperti hari-hari biasanya, Raka yang sudah siap dengan pakaian kerja nya pagi ini kelihatan terburu- buru karena ada meeting.
"Yang kamu hari ini berangkat sama pak Asep ya? Aby ada meeting penting pagi ini" kata Raka sambil menghabiskan sarapan nya.
"Iya mas ngga apa-apa" jawab Ayu sambil membereskan meja makan.
Ayu pun meraih tangan Raka lalu mencium nya seperti biasa, Raka pun mengecup kening nya Ayu lalu melangkah pergi.
Setelah ditinggal pergi ke kantor oleh Raka, Ayu pun kembali kedalam kamar untuk mempersiapkan jadwal kuliah nya, selagi menyiapkan yang dibutuhkan di kampus ponsel Ayu pun bergetar, "Mas Raka, ada apa ya? Gumam batin Ayu.
Raka pun sampai ke keruangan nya, dia mencari berkas yang akan dibawa meeting dalam tas nya.
"Kemana berkas nya? Apa jangan-jangan ketinggalan di meja kerja di rumah ya? Gumam Raka sambil terus mencari berkas nya, Raka pun mengambil ponsel dan menghubungi istri nya.
"Yang boleh ngga Aby minta tolong? Kata Raka setelah Ayu mengangkat telepon nya.
"Iya By, minta tolong apa? Jawab Ayu, "Tolong lihatin ke ruang kerja Aby di atas meja ada map yang berwarna biru ngga, soalnya itu berkas penting buat meeting pagi ini" kata Raka.
"Oke, sebentar By aku jalan dulu" kata Ayu sambil berjalan menuju ruang kerja Raka.
Ayu pun masuk dan langsung menuju meja kerja nya Raka, Ayu pun melihat sebuah map berwarna biru tergeletak di atas meja.
__ADS_1
"Ada By, ini di meja" kata Ayu sambil mengambil map tersebut.
"Tolong anterin ke kantor Aby ya sayang, soalnya kalau Aby balik lagi ke rumah ngga ada waktu lagi" pinta Raka pada istri nya.
"Iya mas aku antar sekarang, sekalian aku pergi ke kampus" jawab Ayu.
"Makasih ya sayang, sun jauh dari Aby" jawab Raka sambil memutuskan panggilan nya.
"Kamu ini mas, berkas penting gini sampai ketinggalan segala, di ingatan mu itu hanya tidur bareng saja" gumam Ayu sambil melihat berkas tersebut.
Setelah mendapatkan berkas suami nya Ayu pun pergi keluar, tapi baru saja melangkah Ayu melihat sebuah laci yang sedikit terbuka.
"Ini poto siapa? Apa ini poto mantan nya Aby ya? Gumam Ayu sambil menatap kearah poto seorang perempuan cantik yang ada di dalam laci meja kerja Raka.
"Ya sudah nanti saja lah aku tanyakan, sekarang aku harus buru-buru pergi nganterin map" gumam Ayu sambil menaruh kembali poto perempuan itu.
Ayu pun berangkat diantar pak Asep sopir keluarga Raka, Raka memang ngga pakai sopir, dia lebih suka membawa mobil sendiri kecuali pergi ke luar kota atau memang Raka lagi lelah baru dia pakai jasa sopir nya.
Ayu pun pergi bersama pak Asep dengan pikiran yang masih tertuju ke poto perempuan yang ada di laci meja kerja nya Raka. "Nanti aja lah malam aku tanyakan ke mas Raka" gumam batin Ayu.
"Ini non kantor nya den Raka" kata Pak Asep dan membuat Ayu tersadar dari lamunan nya.
"Wah besar juga kantor nya ya pak? Kata Ayu yang kagum atas kantor Raka, pak Asep pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Non kalau gitu saya tunggu di parkiran sana ya? izin pak Asep, "oh iya pak" jawab Ayu lalu melangkahkan kaki masuk kedalam perusahaan Raka.
"Permisi mbak bisa bertemu sama pak Raka? Tanya Ayu sopan.
"Maaf sudah membuat janji? Tanya bagian resepsionis.
Belum juga Ayu menjawab terdengar suara di belakang AYu.
"Ada keperluan apa kamu mencari pak Raka? teriak Yulia sambil menatap curiga kepada Ayu.
__ADS_1