Nikah Paksa

Nikah Paksa
Panggil kakak saja.


__ADS_3

"Mas ni ponsel nya bunyi terus" kata Ayu sambil memberikan ponsel nya kepada Raka.



"Siapa Yang? Tanya Raka sambil mengambil ponsel yang Ayu berikan.



"Ngga tahu no baru" jawab Ayu sambil duduk di samping para sahabat nya.



Raka pun mencari tempat yang agak sepi karena di ruang keluarga berisik sama mereka.



"Non makan malam nya sudah siap" kata bi Asih.



"Oh iya bi makasih, Yuk kita makan malam dulu, dek tolong ajak ibu dan bapak untuk makan malam, kakak tunggu di meja makan ya? Ajak Ayu lalu pergi ke ruang makan bersama para sahabat nya dan juga Andre.



Raka pun telah mengakhiri sambungan telepon nya, yang ternyata dari pak Dodi yang menyampaikan kalau Ayu bersama teman-teman nya harus datang ke kantor polisi besok siang guna untuk di mintai keterangan perihal penculikan yang telah terjadi kepada Ayu.



Raka pun menghampiri mereka yang sudah duduk manis di kursi makan.



"Ibu,, bapak sama Rama mana Yang? Tanya Raka lalu duduk di kursi biasanya.



"Ibu sama bapak lagi di panggil Rama mas" jawab Ayu.



"Yang, emm,, besok kita menemui pak Dodi ya sama sahabat-sahabat kamu" kata Raka dengan hati-hati karena takut rasa trauma Ayu akan kambuh kembali.



Sedang kan Andre, Siska, Nisa dan Dewi saling menatap dengan hati berdebar.



"Pak Dodi? Pak Dodi siapa? Tanya Ayu yang memang belum mengetahui nya karena malam itu Ayu lagi dalam kondisi ketakutan.



"Itu lo yang pak Dodi kepala polisi yang menangani kasus emmm kasus penculikan kemarin" Raka dengan segenap rasa mengatakan nya dan menunggu reaksi dari istri nya.



"Sama kita-kita kan ya pak, mas,, eh kak, aishh aku harus manggil apa ya enak nya sama suami sahabat ku ini" celoteh Dewi yang ingin sedikit menghibur agar tidak terlalu tegang.



Mereka semua pun tertawa termasuk Ayu sendiri, "Panggil kakak saja Wi, kalau pak kesan nya kayak bapak-bapak, kalau kamu manggil mas ntar di sangka kamu istrinya bukan aku" jawab Ayu.



"Ya udah kapan kita kesana nya By? Tanya Ayu sambil menatap ke arah suami nya.


__ADS_1


Mereka semua pun menghela nafas lega karena Ayu mau dan tidak ketakutan lagi.



"Kamu ngga apa-apa kan Yang? Tapi kalau kamu belum siap, ngga usah aja nanti aku yang hubugi pak Dodi biar pertemuan nya di undur" jawab Raka.



"Ngga apa-apa ko By, besok kita kesana aja biar semuanya cepat selesai dan aku cepat masuk kampus lagi" jawab Ayu.



"Wah udah pada nungguin rupanya, maaf ya tadi nungguin ibu dulu sholat isya" kata pak Ramdan lalu duduk berdampingan bersama istri nya.



"Kita mah nanti aja lah sholat isya nya kalau sebelum tidur" jawab Dewi.



"Nak kalau bisa sholat itu jangan di tunda-tunda ngga baik" jawab bu Yanti.



"Iya bu,," mereka pun serempak menjawab.



"Ya udah ayo kita makan nanti terlalu dingin lagi masakan nya" Ajak Raka untuk makan.



Seperti biasa Ayu menyiapkan makan buat suami nya dulu, lalu menyiapkan buat bapak nya.



"Biar adek yang siapkan makan buat ibu kak, kakak langsung makan aja" kata Rama dan diangguki Ayu sambil tersenyum.



*


*


*


"Maaf waktu menjenguk nya sudah habis" kata polisi yang jaga di sel, "Sebentar pak" jawab Rafi.


"Kamu hati-hati di jalan, jaga selalu anak kita, besok orang tua ku kesini, jaga makanan kamu juga, maafkan aku disaat-saat kamu dan anak kita membutuhkan aku, aku malah tidak ada di samping kalian" kata Rafi sambil menunduk tangan nya menggenggam tangan Yulia.



"Aku ngga mau pulang, aku pengen menemani kamu di sini mas, aku ngga sanggup lihat kamu menderita seperti ini" Yulia pun menangis sambil memeluk Rafi.



"Sudah jangan menangis, kalau kamu sedih kasihan anak kita, ya udah mas masuk dulu, hati-hati di jalan" kata Rafi sambil mencium kening Yulia.



Polisi yang jaga di sel pun membawa Rafi kembali masuk ke dalam sel, sungguh hati Yulia hancur melihat orang yang dia cintai dan dia sayangi harus menderita di balik jeruji besi.



Yulia pun pergi setelah Rafi sudah tidak ada di ruangan besuk lagi, dengan hati hancur dan perih.


__ADS_1


"Sabar ya nak, sekarang kita pulang dulu besok kita kesini lagi" kata Yulia sambil mengusap perut nya yang masih rata.



Yulia memang belum sempat ke dokter, tapi hasil tespack sudah membuktikan kalau dia lagi mengandung sebuah janin.


*


*


*


"Ya udah karena kita juga udah pada kenyang jadi sekarang kita mau pulang, karena besok ada kelas pagi" kata Nisa.


"Sayang nya aku belum di bolehin masuk" jawab Ayu dengan tatapan sendu.



"Sabar nanti kalau semua masalah nya sudah kelar kamu boleh ko masuk kuliah lagi" jawab Raka.



"Ya udah keburu malam, ayo kita pulang sekarang, besok kamu ke kantor ngga bro? Tanya Andre.



Belum juga Raka menjawab Ayu sudah menjawab nya duluan.



"Ke kantor saja Aby, aku kan ada ibu sama bi Asih yang nememani" kata Ayu sambil menggelayut manja di tangan Raka.



"Benar ngga apa-apa kalau Aby pergi ke kantor? Raka pun memastikan kepada istri nya.



"Bener Aby lagian kan besok siang juga kita ketemu lagi kan kita mau bertemu pak Dodi" jawab Ayu.



"Stop!!! Manja-manja dan mesra-mesra an nya nanti lanjutkan di kamar aja, kita ngga jadi pulang jadi nya kalau lihat kalian mesra-mesra an terus" kata Dewi.



"Serasa kita lagi nonton film percintaan Ya Wi? Tanya Nisa.



"Ya udah ayo kita pulang keburu malam" Ajak Siska, "KIta pulang ya Yu besok kita ketemu langsung di kantor polisi aja, kita dari kampus langsung ke sana.



Mereka pun akhir nya pamit pulang setelah salam ciri khas perempuan dilakukan yaitu cipika cipiki.



"Ibu,, bapak dan Rama udah istirahat ya? Tanya Raka, Ayu pun mengangguk.



Raka pun membawa istri nya ke kamar untuk istrirahat, sebenar nya Raka kangen sama istrinya, tapi Raka belum berani minta karena takut Ayu trauma kembali.



Mereka pun sudah ada di dalam kamar, Ayu langsung menyiapkan baju piyama Raka, sedangkan Raka pergi membersihkan tubuh nya.

__ADS_1



Hampir lima belas menit Raka berada di dalam kamar mandi, Raka pun keluar dengan handuk yang menutupi bagian bawah nya saja. Ayu pun terpana melihat Raka dalam kondisi seperti itu.


__ADS_2