Nikah Paksa

Nikah Paksa
Tersiksa nya Raka


__ADS_3

Keluarga Ayu pun sudah sampai di rumah sakit Bunda Kasih dan bergabung bersama keluarga pak Purnama menunggu di luar ruangan.



"Gimana jeng udah belum? Tanya bu Yanti dengan wajah khawatir nya.



"Belum jeng kita juga masih nungguin" jawab bu Santi sambil memeluk nya.



"Nak Raka di dalam? Tanya pak Ramdan.



"Iya, Raka lagi menemani Ayu di dalam" jawab pak Purnama.



"Kenalkan ini saudara nya Raka, anak adik saya" pak Purnama pun mengenalkan Tasya kepada keluarga Ayu.



Tasya pun mencium telapak tangan kedua orang tua Ayu sambil tersenyum.



"Cantik sekali kamu nak" kata bu Yanti sambil menatap ke arah Tasya.



"Andaikan Ayu mempunyai kakak, bapak akan jodoh kan kalian, tapi sayang nya Ayu hanya punya adik" kata pak Ramdan sedikit becanda untuk menghilangkan sedikit rasa khawatir di diri mereka.



Mereka pun semua tersenyum mendengar celotehan pak Ramdan.



"Mah Tasya pergi ke kantin dulu ya mau beli minum, mau ada yang nitip ngga? Tanya Tasya.



"Belikan minuman dan cemilan saja, ini uang nya" kata pak Purnama dan memberikan Tasya uang lima lembar yang berwarna merah.



"Ini kebanyakan pah? Kata Tasya sambil melihat ke arah uang yang ada di tangan nya.



"Sudah pegang saja buat jaga-jaga nanti" jawab pak Purnama.



"Oke deh" Tasya pun tersenyum lalu berlalu dari hadapan mereka.


*


*


Di dalam ruangan, Ayu masih terus menjambak dan mencakar Raka dengan menahan rasa sakit di perut nya.


"By, sakit By, aku sudah ngga tahan lagi" teriak Ayu.



"Dok tolong istri saya" teriak Raka.



Dokter beserta suster pun menghampiri Ayu dengan segala peralatan nya.



"Oke bu, sebentar ya, saya cek dulu sudah waktu nya apa belum" kata dokter sambil memeriksa jalan lahir nya bayi.



"Oke sus siapkan semuanya, ini sudah waktu nya, tolong ibu dengar arahan saya ya? Dalam hitungan ke tiga ibu baru boleh mengejan" kata dokter sambil memposisikan kaki Ayu.


__ADS_1


"Bapak juga siap ya, menerima cakaran dan remasan dari istri nya" kata dokter sambil tersenyum.



"Oke bu siap ya? Satu,,,dua,,,tiga,,," Ayu pun mengejan sambil menjambak rambut Raka, Raka hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan istri nya.



Begitu Ayu mengejan justru Raka lah yang berteriak, membuat dokter dan suster menahan senyuman nya.



"Aaggghhhh sakit Yang" teriak Raka.



"Satu kali lagi ya bu, oke satu,,, dua,,,tiga,,ayo bu dorong yang kuat" teriak dokter.



"Oeeekkkk,,,oekkkkk,,,,oeekkkkk" akhir nya keluar lah seorang bayi laki-laki yang tampan dan putih bersih seperti papah nya.



"Alhamdulilah bayi nya laki-laki pak, bu, selamat ya" kata dokter sambil mengangkat bayi.



"Makasih sayang kamu telah memberikan aku seorang jagoan" kata Raka sambil mencium seluruh wajah Ayu.



Ayu pun menitik kan air mata bahagia nya sambil tersenyum dan mengatur nafas nya.



Dokter pun menelungkup kan bayi nya di atas dada Ayu dan membiarkan bayi nya mencari sesuatu di dada Ayu, sementara dokter membersihkan jalan lahir nya Ayu.



"Maaf ya pak,, bu ,, kami harus menjahit nya sedikit" kata dokter sambil menyiapkan jarum untuk menjahit nya, tapi tentu nya di bius dulu biar ngga terasa sakit.




"Tenang pak, saya sisakan sedikit jalan buat bapak mem produksi anak kembali" jawab dokter sambil tersenyum.



Raka pun tersenyum mendengar ucapan dari dokter, lalu menatap ke arah bayi laki-laki nya.



Yang sedang menunggu di luar begitu senang dan bahagia ketika mendengar suara tangisan bayi yang kencang itu.



"Alhamdulilah bayi nya sudah keluar" teriak mereka bersamaan.



Bu Santi dan bu Yanti pun saling berpelukan sambil menangis bahagia mendengar suara tangisan seorang bayi.



"Kita jadi nenek sekarang, kita punya cucu" teriak bu Santi heboh.



Sedangkan para suami nya hanya tersenyum bahagia karena mereka sudah menjadi kakek buat cucu pertama nya.



"Sekarang kita jadi kakek pak" kata Pak Purnama kepada pak Ramdan, pak Ramdan pun hanya tersenyum sambil mengangguk.



"Akhir nya aku punya keponakan" gumam Rama dengan senyuman bahagia nya.



"Iya akhir nya kita punya keponakan" jawab Andre yang sedari tadi hanya diam pun mengeluarkan suara nya.

__ADS_1



Tasya yang baru datang dari kantin dengan membawa cemilan dan makanan di tangan nya pun kaget melihat mereka yang tersenyum sambil menangis.



"Bang ada apa ini? Tanya Tasya kepada Andre.



"Kakak ipar sudah melahirkan dek" jawab Andre.



"Alhamdulilah, ah senang nya aku, sekarang aku punya keponakan, ngga boleh ada yang menyentuh nya kecuali aku seorang" teriak Tasya.



"Emang lo ibu nya? Ibu nya aja ngga begitu" jawab Andre.



"Ye suka-suka aku dong" jawab Tasya sambil memberikan makanan dan minuman yang dari tadi dia pegang.



Mereka pun sudah ngga sabar ingin melihat bayi nya, dan sudah ngga sabar ingin masuk ke ruangan.



Ayu dan bayi nya pun sudah di bersihkan, Raka pun sudah mengumandangkan Adzan dan iqomah nya, sekarang Ayu sudah boleh di pindah kan ke ruang rawat inap.



Suster membawa Ayu dan bayi nya ke ruang rawat inap yang berkelas, Raka menginginkan kenyamanan buat istri dan anak nya dan juga buat keluarga nya.



Sekarang mereka sudah di perbolehkan melihat Ayu dan bayi nya.



Mereka pun masuk dengan perasaan bahagia dan saling berebut untuk menggendong bayi nya Raka dan Ayu.



"Selamat nak, kalian sekarang sudah menjadi orang tua" kata pak Purnama.



Mereka pun memberikan selamat kepada Ayu dan Raka.



Bayi Ayu pun di gendong bu Santi, membuat Tasya men cebikan bibir nya karena dia belum kebagian untuk menggendong bayi nya.



Setelah mengucapkan selamat kepada Ayu dan Raka mereka seolah-olah ngga perduli sama mereka berdua, mereka semua mengelilingi bayi tampan itu.



"Tampan sekali kamu nak? Ah, aku jadi kepingin punya bayi juga" teriak Tasya.



"Makanya kamu nikah sono jangan pacaran ngga jelas mulu" jawab Andre.



"Dih, abang juga ngga jelas hubungan nya sama siapa itu namanya ah terserah lah nama nya siapa, pokok nya ngga jelas" jawab Tasya membuat Andre pun diam.



"Ya ampun lihat deh Yang, kita yang bikin ko mereka yang menguasai nya, dan kita diabaikan nya" kata Raka sama Ayu sambil terus menggenggam tangan Ayu.



"Iya yang bikin kita berdua, tapi yang berjuang aku sendirian By" jawab Ayu.



Aku juga ikut berjuang Yang, lihat ini,,,ini,,,dan kepalaku sakit karena kamu terus menjambak nya" jawab Raka sambil menunjuk kearah tangan dan leher nya yang kena cakaran kuku Ayu.

__ADS_1


__ADS_2