Nikah Paksa

Nikah Paksa
Merekrut Sekertaris Baru


__ADS_3

Pagi hari Raka dan Ayu sudah kelihatan segar dengan rambut yang masih pada basah, Raka cuman tersenyum melihat tanda merah di leher nya dari kaca meja rias.



Ayu pun menghampiri Raka dengan baju kerja beserta dasi dan kaos kaki milik Raka.



"By ini baju nya, cepetan di pakai nanti masuk angin lagi" teriak Ayu sambil memberikan baju nya kepada Raka.



"Kalau lihat tanda ini Aby ko pengen ngulang lagi ya Yang? Kata Raka sambil menunjuk leher yang ada tanda merah buatan Ayu, lalu membalik kan tubuh nya.



"Apa sih By, udah ah ayo buruan baju nya di pakai, itu ngga akan kelihatan sama orang lain kan By? Tanya Ayu sambil melihat ke arah tanda merah di leher Raka.



"Kelihatan pun ngga apa-apa, malah bagus jadi ada ciri khas nya" jawab Raka sambil memakai kemeja yang dibawakan Ayu.



"Yang, Yulia mau mengundurkan diri jadi Aby hari ini mau merekrut sekertaris baru" kata Raka sambil menatap ke arah Ayu yang sedang memasang kancing kemeja Raka.



"Awas saja Aby kalau ganjen, jangan harap tidur bareng aku" jawab Ayu.



"Ngga lah Yang, mana ada Aby ganjen, tapi kalau cewek nya yang ganjen ya jangan salahkan Aby" jawab Raka.



"Ya kalau cewek nya ganjen Aby jangan ladenin, kalau Aby ladenin ya sama saja" jawab Ayu sambil mengambil sepatu kerja Raka.



"Biar sama Aby saja, kamu duduk saja nanti capek" kata Raka sambil mengambil alih sepatu dari tangan nya Ayu.



Ayu pun memasangkan dasi dengan posisi Raka duduk di sisi ranjang sedangkan dia sendiri berdiri.



"Kenapa mbak Yulia mengundur kan diri By? Tanya Ayu.



"Katanya perut nya sudah besar jadi dia mau fokus menjaga dan mem persiapkan lahiran nya" jawab Raka.


"Oh iya ya, mbak Yulia kan lagi hamil besar, pantesan saja mengundur kan diri" jawab Ayu.


"Ya sudah ayo kita sarapan, kamu harus banyak makan biar kamu dan dede bayi sehat, kapan jadwal ke dokter Lisa lagi? Tanya Raka sambil mengusap perut buncit Ayu.



"Minggu depan setelah kita adakan acara syukuran By" jawab Ayu.


__ADS_1


"Oh iya, ingetin Aby lagi ya? takut nya Aby lupa, sehat-sehat di dalam perut bunda ya nak? Kata Raka lalu mencium perut buncit Ayu.



Raka pun menggandeng tangan Ayu turun ke bawah untuk sarapan pagi, di meja makan sudah duduk pak Purnama dan bu Santi.



"Pagi mah, pagi pah" sapa Ayu dan Raka bersamaan.



"Pagi sayang-sayang nya mamah, ayo nak sarapan yang banyak biar kamu dan cucu mamah sehat" ajak bu Santi.



"Ternyata posisi ku di gantikan sama menantu nya, menantu nya aja diajak makan dan di suruh makan banyak, aku yang jelas-jelas anak nya malah diabaikan" protes Raka lalu duduk di samping istri nya.



"Kan di perut menantu mamah ada cucu mamah, jadi harus benar-benar menjaga nya" jawab bu Santi santai, sedangkan pak Purnama hanya tersenyum melihat istri dan anak nya berdebat.



Ayu pun seperti biasa mau mengambilkan makan buat suami nya, tapi pagi ini Raka mencegah nya.



"Sudah kamu duduk saja Yang, biar aku mengambilkan makan buat kamu dan buat aku sendiri" kata Raka yang langsung mengambil makanan buat istri nya.



"Nah gitu dong, itu baru anak papah, yang mengerti akan keadaan istri nya" kata pak Purnama sambil menatap ke arah Raka dan Ayu.




"Ko gitu sih pah, aku takut nya ngga sanggup memegang semua nya" jawab RAka.



"Papah yakin kamu bisa nak, kamu nanti di bantu sama Andre" jawab pak Purnama.



"Ya sudah kalau memang itu sudah menjadi keputusan bapak, berarti mulai sekarang aku harus banyak belajar lagi sama papah" Raka pun pasrah dengan keputusan papah nya.



"Kamu pasti bisa, ya sudah papah berangkat duluan" kata pak Purnama lalu berdiri dan meninggalkan Raka dan Ayu di meja makan, di ikuti bu Santi dari belakang untuk mengantar kan suami nya sampai depan rumah.



"Ya sudah Yang Aby berangkat ya? Jaga selalu anak kita ya? jangan kecapaian" kata Raka sambil mencium kening Ayu dengan mesra.



"Kamu sehat-sehat ya nak? Jangan membuat ibu mu capai" bisik Raka lalu mencium perut Ayu.



"Iya Aby, aku akan sellau menjaga ibu, Aby hati-hati ya? Jawab Ayu dengan suara yang di buat-buat seperti anak kecil.

__ADS_1



Raka pun pergi setelah mencium istri dan anak nya yang masih ada di dalam perut sang istri.


*


*


*


Di kantor pagi ini sudah ramai dengan banyak nya yang melamar kerja untuk di posisi kan di bagian sekertaris.


Mereka pun dandan habis-habisan karena ingin terlihat cantik, lebih fresh dan perfeck di hadapan bos nya.



Raka pun melewati para pelamar yang kebanyakan perempuan.



"Eh itu pak Raka bos di sini kan? Ganteng nya? Ah andai kan aku ke terima jadi sekertaris nya, aku akan mendekati pak Raka sampai aku mendapatkan dia" bisik Laura pada pelamar lain yang duduk di samping nya.



"Gimana kalau dia sudah punya istri? Tanya Lastri yang duduk di samping nya Laura.



"Ya ngga jadi masalah, yang penting aku merasakan kejantanan dia, kalian lihat kan barusan wajah nya tampan, dada nya bidang ah aku udah ngga sabar ingin memiliki dia secepat nya" jawab Laura sambil membayangkan dirinya ada di bawah Raka.



"Gila kamu" bisik Lastri, Laura pun hanya tersenyum mendengar bisikan kan dari Lastri.



"Kalau ngga di manfaatin sayang, aku mau ko sama bos walaupun cuma semalam saja" bisik Laura dengan senyum smirk nya.



Lastri hanya diam, dan tidak mau berkomentar lagi, karena menurut Lastri ngga akan ada ujung nya kalau perempuan seperti Laura berbicara, hingga tiba-tiba nama nya di panggil.



"Atas nama Lastri Larasati" Lastri pun di panggil bagian HRD untuk melakukan interview.



"Saya pak" jawab Lastri lalu masuk ke dalam ruangan.



Sekitar tiga puluh menit Lastri pun keluar dengan perasaan lega karena sudah menjawab semua pertanyaan dari pihak HRD.



"Selanjut nya atas nama Laura Amelia" panggil pihak HRD.



"Iya saya pak" jawab Laura lalu berdiri dan masuk ke dalam ruangan HRD.


__ADS_1


Laura pun melakukan interview dengan baik dan lancar serta lugas, membuat kepala HRD pun jatuh hati dengan cara penyampaian Laura yang lugas dan tegas, dia akan merekomendasi kan Laura kepada Raka presdir perusahaan itu.


__ADS_2