Nikah Paksa

Nikah Paksa
Raka meminta maaf


__ADS_3

Tidak lama Andre keluar dari ruangan Raka, masuk lah sekretaris Raka dengan baju minim dan sexy dengan membawa setumpuk berkas ditangan nya, dia sengaja memakai baju yang kurang bahan hanya untuk menggoda Raka.



''Pak ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani'' kata Yulia dengan suara yang sengaja di buat-buat.



"'Taro saja diatas meja, nanti saya periksa dan saya tanda tangani''jawab Raka tanpa melihat kearah Yulia sekretaris nya.



Yulia pun keluar dari ruangan Raka dengan menggerutu dihatinya, ''Kali ini kamu boleh ngga memandang saya tapi lihat nanti kamu akan bertekuk lutut dihadapan saya'' gerutu Yulia sambil berlenggak lenggok bak model profesional dengan harapan Raka melihat nya.


*


*


*


Ayu yang tidak ada kerjaan pun menghabiskan waktu nya bersama bi Asih membuat berbagai macam kue untuk cemilan.


"'Non kalau buka toko kue pasti laris, kue-kue buatan non Ayu ini semua enak-enak lo'' kata bi Asih sambil menicipi kue buatan Ayu dan dirinya.



''Buka toko kue itu membutuhkan modal yang lumayan besar bi'' jawab Ayu sambil menata kue di toples, kali ini Ayu membuat kue kering.



''Kan bisa minta modal awal sama den Raka non? jawab bi Asih.



"Ngga lah bi, aku itu ngga mau nyusahin orang lain, dulu cita-cita ku itu pengen jadi dokter tapi keadaan yang membuat nya hancur dan berantakan'' Ayu pun sedikit bercerita tentang keinginan nya.



"Ya non karena sebagai manusia kita hanya bisa berharap dan bermimpi selebih nya kita serahkan sama yang kuasa" jawab bi Asih dan dibalas dengan senyuman oleh Ayu.


*


*


*


Jam pun sudah menunjukkan jam lima sore dan waktunya pulang untuk para pekerja, Raka pun sudah membereskan meja kerja nya, lalu dia melangkah keluar menuju lift perusahaan, Yulia yang sengaja menunggu Raka pun secepat mungkin mensejajarkan langkah nya agar bisa berdampingan sama Raka.


''Langsung pulang pak? atau mau mampir dulu kesuatu tempat? Yulia pun basa basi sama Raka, "Pulang" singkat padat dan akurat jawaban yang Raka berikan.



"Irit amat bicara nya, tunggu tanggal main nya kamu pasti aku dapatkan" gumam bathin Yulia.



Mereka pun sudah ada di lobi dan disana Raka ketemu Andre yang sengaja nungguin Raka.

__ADS_1



"Sore pak Andre" sapa Yulia sambil tersenyum pada Andre.



"Sore juga Yulia, tumben turun nya bareng sama pak Raka? Tanya Andre sambil melirik kearah Raka.



"Kebetulan saja tadi saya bareng sama pak Raka" jawab Yulia.



Andre pun beralih menatap Raka yang sudah melangkah kan kakinya ke parkiran"Bro gue ikut ke rumah lo ya? Soalnya mobil gue masih di bengkel lagi servis" kata Andre sambil terus mengikuti langkah Raka menuju parkiran.



Yulia pun yang dikacangin sama Raka hanya bisa menatap dengan tatapan obseesi nya. "Semakin menantang" gumam Yulia.



Diperjalanan Andre melihat toko bunga, "Bro berhenti di depan sebentar deh" pinta Andre pada Raka.



"Mau ngapain lo" tanya Raka sambil menepikan mobil nya meski belum paham Andre mau ngapain.



"Lo beli bunga sana buat kakak ipar, biar hati nya luluh dan lo nanti minta maaf sama kakak ipar" Andre pun memberikan saran buat Ralka.




"Yakin lah asal lo minta maaf nya dengan senyuman yang tulus" jawab Andre.



Raka pun berpikir sebentar, "dicoba aja lah dulu" gumam bathin Raka sambil turun dari mobil nya.



Setelah Raka membeli sebucket bunga mawar mereka pun langsung pulang ke rumah.



Nampak Ayu yang lagi duduk santai di depan rumah sudah cantik dengan baju santainya, padahal Ayu cuma memoleskan bedak nya tipis tapi aura kecantikan kan nya memancar.



Raka yang sudah melihat dari dalam mobil pun merasa salah tingkah dan degdeg gan, "Istri lo tanpa make up saja udah cantik apalagi kalau dia dipoles dengan make up, lo jangan sia-sia in kakak ipar karena gue yakin diluaran sana banyak yang menunggu nya" kata Andre sambil turun dari dalam mobil Raka.



Raka hanya diam dan mencerna kata-kata Andre lalu dia pun turun mengikuti langkah Andre.

__ADS_1



"Sore kakak ipar yang cantik" sapa Andre dengan gaya genit nya.



Raka pun kesal dengan tingkah laku Andre yang memuji istri nya dengan genit, Setengah berlari Raka menghampiri Andre lalu menggeser badan Andre kesamping.



"Apaan sih lo main geser-geser aja, kn kasihan kakak ipar ngga bisa memandang wajah ku yang tampan rupawan ini" kata Andre dengan tingkat kepedean yang melabihi kapasitas.



Ayu pun tertawa lepas mendengar kenarsis san Andre, Raka sangat terpana melihat Ayu yang lagi tertawa.



"Cantik" gumam Raka yang masih bisa di dengar oleh Ayu dan Andre. Ayu pun diam lalu mencium tangan Raka.



"Masuk ndre kakak tadi bikin kue banyak, ayo cobain" Ajak Ayu pada Andre, sebenar nya usia Ayu dibawah Usia nya Andre, tapi Andre yang minta kalau Ayu harus dipanggil kakak, Ayu pun cuma mengikuti mau nya Andre.



Andre dan Ayu pun masuk kedalam tanpa menghiraukan Raka yang lagi menahan cemburu nya.



"Kenapa gue ngga ikhlas nya kalau dia sama laki-laki lain, padahal dia cuma jalan bareng Andre tapi hatiku sakit melihat nya" gumam bathin Raka.



Andre yang langsung duduk disofa langsung mencicipi kue buatan Ayu, "Kakak ipar memang jago nya kalau bikin kue" kata Andre sambil terus memakan kue buatan Ayu.



Ayu cuma tersenyum aja melihat Andre yang lagi makan kue buatan nya sambil terus memuji dirinya, lalu Ayu pun pergi ke kamar buat menyiapkan keperluan Raka.



Raka pun kembali ke mobil untuk membawa bunga yang ia beli tadi, dan langsung menuju kamar nya.



Raka mencari cari istrinya di kamar, terdengar suara gemericik air di kamar mandi, rupanya Ayu lagi menyiapkan air hangat buat suaminya. Raka pun menunggu Ayu di depan pintu kamar mandi.



Begitu pintu kamar mandi dibuka raka segera berlutut di depan Ayu, Ayu yang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Raka pun hanya diam memandang kearah Raka.



"Ayu aku minta maaf atas semua yang telah aku lakukan kepadamu, aku mengaku salah jadi kumohon maaf kan aku, beri aku kesempatan buat menebus semua kesalahanku kepadamu " Kata Raka sambil memberikan sebucket mawar untuk Ayu.


__ADS_1


Ayu bingung disatu sisi dia ingin memaafkan nya karena cara Raka meminta maaf menyentuh hati Ayu, tapi disatu sisi dia masih kesel sama Raka, akhirnya Ayu pun cuma diam dan menatap kearah Raka yang sedang berlutut di depan nya.


__ADS_2