
Semakin hari hubungan Andre dan Siska pun semakin lengket saja, Ayu pun semenjak dia di nyatakan positif semakin manja sama Raka.
Di kampus Faisal terus saja mendekati Dewi, walaupun Dewi selalu bersikap dingin, tapi menurut Faisal semua itu adalah tantangan buat dirinya.
Semenjak Faisal tahu kalau Ayu sudah mempunyai suami, Faisal pun tidak pernah bertanya lagi tentang Ayu, dia menyadari kalau Ayu sudah menjadi milik orang lain.
Karena sering nya Faisal dan Dewi bertengkar lama-lama Faisal menaruh rasa sama Dewi.
Begitu juga sebalik nya Dewi memang sudah ada rasa sama Faisal semenjak Faisal mengejar-ngejar Ayu, tapi Dewi menutupi nya dengan sikap datar nya kepada Faisal.
Sore itu Dewi berdiri sendirian menunggu ojek online dekat kampus nya, karena Siska dan Nisa tidak masuk hari ini.
Selagi menunggu ojek online nya menjemput tiba-tiba datang dua orang yang berperawakan tinggi dengan tangan dan leher nya di tato menghampiri Dewi.
"Serahkan tas dan ponsel kamu, kalau tidak kita ngga akan segan-segan membunuh kamu" bisik salah satu preman yang sudah mencekal tangan nya Dewi.
"Jangan teriak, dan turuti kemauan kita" bisik pria satu nya lagi
Dewi pun ketakutan badan nya gemetar, dalam hati berdo\*a meminta pertolongan.
"Ya Allah tolong hadirkan aku seseorang yang bisa menolong ku dari dua preman ini" gumam bathin Dewi.
"Cepat serahkan, jangan main-main kamu, atau kita nikmati saja tubuh nya, seperti nya masih pe ra wan nih" kata pria yang punya tato di leher nya sambil menatap Dewi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Boleh juga ide kamu Cok" kata pria yang bertato di tangan nya sambil mengelus pipi mulus Dewi
"Jangan, kumohon lepaskan aku, jangan,,," Dewi pun memohon sambil menangis, tapi ke dua pria itu seakan tuli tidak mendengar rengekan Dewi.
Kondisi di situ memang sudah sepi karena para mahasiswa sebagian sudah pada pulang, dan sebagian lagi pada di dalam kampus, membuat ke dua pria itu semakin leluasa dengan Dewi
__ADS_1
"Ayo Cok kita nikmatin dulu tubuh nya, setelah itu kita pergi dengan barang berharga nya" kata Bobi yang punya tato di tangan nya.
"Mereka pun membawa Dewi kesamping pohon besar yang ada di situ, Dewi terus melawan, meronta tapi apalah daya dia hanya seorang perempuan sementara mereka dua pria dengan perawakan besar.
"To,,,Lo,,ngggg" teriak Dewi sambil mulut nya di bekap oleh Ucok
"Sudah di bilang jangan teriak, kalau kamu teriak aku semakin bergairah sayang" kata Ucok sambil berusaha mencium Dewi.
Dewi terus-terus san berusaha menghindar dengan derai an air mata yang terus mengalir di pipi nya.
"Siapa pun tolong aku, please? bathin Dewi dengan linangan air mata nya
"Srekkkkk,,,,," Suara baju Dewi yang di sobek oleh Bobi terdengar dengan jelas, Dewi pun langsung menutupi ke dua gunung nya yang indah, tapi sayang ke dua tangan nya di pegang erat oleh Ucok.
Ucok yang memegang Dewi dan Bobi yang beraksi duluan, Bobi menyobek pakaian bagian atas Dewi dan terlihat lah dua gunung yang masih padat dan berisi, kulit yang putih bersih membuat ke dua pria bertato itu menaik turun kan jakun nya dengan mata terus memandang ke arah tubuh Dewi
"Kalau dia masih pe ra wan sisain setengah ke pe ra wan nya buat gue" kata Ucok
"Iya gue sisa in kalau ngga ke bablasan" jawab Bobi yang berhasil melorotkan celana nya.
"Bobi pun memeluk Dewi yang masih di pegang Ucok dan berusaha mencium Dewi
"Jangan,,,,aku mohon,,,,,,lepaskan aku" kata Dewi lemah karena dia sudah lelah berontak dengan air mata yang tiada henti nya.
"Diam kamu nikmati saja, kita berdua akan membuat mu melayang sayang" kata Bobi yang sudah ngga sabar ingin menikmati tubuh Dewi
"Buggghhhh,,,,,Ba ji Ngan, lepaskan perempuan itu, ja ha nam , bisa-bisa nya kalian berbuat asusila di sini" teriak seorang pria dari belakang tubuh Bobi sambil memukul tubuh Bobi dengan keras dan membabi buta hingga membuat Bobi tersungkur ke trotoar.
Ucok yang kaget dengan kehadiran seorang pria dan memukul teman nya, dia pun melepaskan pegangan nya pada Dewi dan menghampiri pria itu, sedangkan Dewi jongkok dengan kedua tangan nya menutupi ke dua gunung yang sudah terlihat karena baju nya di sobek tadi.
__ADS_1
"Bareng sek lu, ngapain ikut campur urusan kita, cari mati Lo" teriak Ucok.
Dewi menatap pria yang menolong nya dengan air mata yang mengalir di pipi nya dan tangan yang masih menutupi aset berharga nya
Begitu pun pria yang menolong Dewi, dia juga menatap ke arah Dewi yang dalam kondisi mem prihatin kan.
"Dewi,,,,,," Faisal,,,," teriak mereka berdua bersamaan
"Sal tolong aku Sal ku mohon? pinta Dewi. "Tenang aku ada di sini,,,,,,,"
"Sal,,,,,,,,,Awas,,,,," teriak Dewi yang melihat Ucok dan Bobi mau memukul Faisal dari arah belakang.
Faisal pun menghindar lalu menyerang balik mereka dengan pukulan dan tendangan yang sangat keras
Ngga ada yang banyak tahu kalau Faisal ini jago karate dan taekwondo, semasa sekolah menengah dia selalu juara satu dan tak pernah ada yang mengalahkan nya.
Walaupun Faisal sudah jarang mengikuti lomba karate sama taekwondo tapi Faisal sering berlatih di rumah nya, jadi kemampuan Faisal masih maksimal.
Faisal pun terus melawan mereka berdua dengan ke dua tangan dan kaki nya, ada kala nya Faisal juga kena pukul di wajah nya tapi tidak membuat Faisal takut dan menyerah dia malah merasa tertantang dengan ke dua preman ini.
Baku hantam satu lawan dua pun terus terjadi, hingga akhirnya pria yang bernama Bobi tumbang duluan karena tendangan keras ke dada nya Bobi hingga membuat Bobi tergeletak di atas trotoar.
Kini tinggal Ucok yang masih bertahan, dia pun terus menyerang Faisal tanpa arah, Faisal yang tahu dimana dia harus melumpuhkan lawan pun dengan santai nya melawan Ucok hingga akhir nya Ucok pun tumbang di samping Bobi dengan darah yang mengalir dari hidung dan bibir nya
"Ampun,,, maaf kan kami, kami ngaku salah tapi tolong lepaskan kami" teriak Ucok meminta ampun
"Bugghhhh". Faisal yang masih di Landa emosi karena melihat Dewi seperti itu pun menendang keras bagian perut Ucok hingga Ucok terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulut nya.
"Makan tuh maaf, pergi kalian kalau ngga pergi gue bunuh" Teriak Faisal dan berhasil membuat mereka lari sambil menahan rasa sakit nya.
__ADS_1