
Pagi ini serasa berbeda dengan pagi-pagi yang telah dilalui, pagi ini Raka sering menampilkan senyuman di bibir nya.
"Ndre sebelum ke kantor kita antar Ayu dulu ke rumah ibunya" kata Andre sambil menghabiskan makanan nya.
"Oke siap pak bos" jawab Andre, "Eh kakak ipar emang kakak mau kuliah dimana? Tanya Andre pada Ayu.
"Gimana mas Raka saja, kalau kakak mah yang penting kuliah" jawab Ayu sambil tersenyum pada Andre.
"Ekhem" Raka pun bedehem karena melihat Ayu tersenyum pada Andre.
Ayu pun pura-pura minum, padahal Ayu tahu kalau Raka barusan menegur nya.
"Emang mau ngambil jurusan apa? Andre pun bertanya kembali dan mengabaikan Raka.
"Kalau cita-cita kakak sih dari dulu pengen jadi dokter" jawab Ayu.
"Ngga, aku ngga ngizinin jadi dokter" jawab Raka sambil membersihkan mulut nya pake tisu.
"Lah, kenapa ngga diizinin bro? Jadi dokter itu bagus lo" Tanya Andre pada Raka.
"Kalau Ayu jadi dokter yang ada aku di campakkan dan dia sibuk dengan semua pasien nya" jawab Raka udah mulai posesif.
Andre pun menyadari kalau Raka sudah benar-benar membuka hatinya untuk Ayu dan melupakan Ratna mantan nya.
"Tapi itu cita-cita aku dari dulu mas" jawab Ayu agak kesal karena Raka ngga ngizinin, Raka ngga nanggapin omongan Ayu.
"Emang apa alasan kakak pengen jadi dokter? Sampai kakak ngebet pengen jadi dokter" Tanya Andre.
"Kakak pengen nyembuhin ibu, semenjak ibu sakit kakak sudah bertekad akan menjadi dokter" jawab Ayu dengan mata berkaca-kaca.
Andre pun mengangguk-anggukan kepala nya, sedangkan Raka diam tak bersuara.
Mereka pun berangkat dengan Andre yang mengemudi, sedangkan Raka dan Ayu duduk manja dibelakang.
"Gue menyesal nginep dirumah elo" kata Andre sambil terus fokus kejalanan.
"Nyesel kenapa kak? tanya Ayu sambil melihat kearah Andre.
__ADS_1
"Lihat saja sekarang propesi ku jadi ganti begini" jawab Raka.
"Oh kamu ngga ikhlas sopirin kita? Bilang aja jujur" jawab Raka.
"Ikhlas ko ikhlasssssss banget malah" jawab Andre, karena kalau bilang ngga ikhlas Andre tahu konsekwensi nya, pasti nanti di kantor dikasih kerjaan banyak dan di suruh lembur.
Ayu pun hanya tersenyum, kalau mereka udah berdebat Ayu malah merasa lucu.
Akhir nya sampai juga di rumah Ayu, "Mas mampir dulu? Tanya Ayu.
"Ngga dulu deh soalnya udah siang, ngga enak sama karyawan lain kalau aku datang terlambat" jawab Raka.
Raka di didik oleh ayah nya dari kecil untuk menghargai waktu, jangan mentang-mentang anak yang punya perusahaan terus bisa berbuat seenak nya.
Pernah suatu hari Raka terlambat datang karena semalam dia banyak minum, dan akhirnya Raka dimarahin plus dikasih Sp sama papah nya.
"Baiklah kalau begitu aku turun duluan yah? Kata Ayu sambil meraih tangan nya Raka seperti biasa.
Ayu pun turun bersamaan dengan keluar nya pak Ramdan dan Rama keluar dari dalam rumah.
Raka yang melihat mereka keluar dari rumah pun membuka pintu mobil nya dan menghampiri bapak mertua nya.
"Pagi pak, pagi Rama? sapa Raka kepada mertua dan adik ipar nya.
"Tumben amat dia ramah, awas aja kalau kamu apa-apain kakak, aku ngga segan-segan untuk menghajarmu ngga peduli kamu siapa" gumam bathin Rama.
"Pagi nak Raka? ada apa dengan Ayu nak sampai-sampai pagi ini dia diantar pulang, apa Ayu membuat kesalahan? Tanya pak Ramdan.
"Pak, Ayu pulang mau menjenguk ibu, Ayu sudah kangen sama ibu" jawa Ayu.
Hati pak Ramdan pun lega setelah mendengar alasan Ayu pulang. "Alhamdulilah bapak kira Ayu telah membuat kesalahn" kata pak Ramdan sambil mengelus dada.
"Ya udah masuk aja nak Raka, bapak mau berangkat kerja sekalian bareng sama Rama sekolah" kata pak Ramdan.
"Rama udah mulai sekolah? Tanya Ayu pada Rama dengan mata yang berbinar saking bahagia nya kalau adik nya mau melanjutkan sekolah nya.
__ADS_1
"Iyah kak baru mulai hari ini, ya udah pak ayo berangkat nanti kesiangan" jawab Rama.
"Sebentar, gimana kalau kita berangkat nya sama-sama, biar saya antar Rama dulu ke sekolahan" Raka pun menawarkan diri.
"Ngga usah Nak, nanti kamu kesiangan, sekolah Rama beda arah sama kantor nya nak Raka" tolak pak Ramdan.
"Ngga apa-apa pak masih ada waktu kok, kan bapak juga sekantor sama saya" jawab Raka.
"Ya udah pak, dek, ikut aja bareng mas Raka biar ngga kesiangan" kata Ayu sambil menatap kearah Raka yang dibalas dengan sebuah anggukan sama Raka.
Akhirnya pak Ramdan dan Rama pun ikut bersama Raka, Ayu pun melepas kepergian mereka dengan senyuman yang mengembang.
*
*
*
Setelah kepergian suami dan ayah nya Ayu pun masuk kedalam rumah dan langsung mencari ibu nya yang sudah dia rindukan.
"Assalamualaikum bu? Sapa Ayu yang melihat ibu nya sedang duduk santai di ruang keluarga ditemani bi Iyem.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab bu Yanti sama bi Iyem bersamaan.
"Ayu? Sama siapa kamu kesini nak? Tanya bu Yanti pelan.
"Tadi diantar mas Raka bu, tapi mas Raka ngga sempat mampir karena mau langsung ke kantor katanya, tadi juga bapak sama Rama berangkat nya bareng ko sama mas Raka" jawab Ayu.
"Bibi kebelakang dulu ya non, bu? Kata bi Iyem karena merasa ngga enak dan ngga sopan mendengar kan obrolan majikan nya.
"Gimana ibu sehat? Maafkan Ayu ya bu baru sempat menjenguk ibu" kata Ayu sambil merengkuh bahu ibu nya.
"Ngga apa-apa nak, asalkan kamu bahagia ibu sudah seneng, gimana kamu sama nak Raka, baik-baik saja kan? Tanya bu Yanti sambil menatap kearah matanya Ayu.
"Jangan khawatirin Ayu bu, ayu baik-baik saja, ibu tenang saja, ibu fokus saja pada pengobatan ibu, jangan banyak pikiran" kata Ayu yang membuat hati bu Yanti senang mendengar nya.
"Maafkan bapak sama ibu ya nak? gara-gara ibu kamu ngga lanjut kuliah, malah di paksa menikah sama laki-laki yang tidak kamu kenal, tapi ibu percaya sama bapak mu dia ngga bakalan menyerahkan anak nya kepada orang yang salah" kata bu Yanti dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ibu ngga usah banyak pikiran, Ayu bahagia ko, malah Ayu mau lanjut kuliah" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Apa nak? Kamu mau kuliah? Emang nak Raka mengizinkan nya? Tapi nak, biaya nya dari mana? Ayah dan ibu ngga punya biaya buat kamu masuk kuliah" jawab bu Yanti menunduk sedih.
__ADS_1