
" Alana bisa kita berbicara sebentar" ujar Darwin terhadap Alana...
Setelah mereka pergi dari ruang tamu ke balkon sedang kan Alana mengikuti nya dari belakang....
" Sini saja" ujar Darwin selaku papa nya Alana..
" Apaan sih pa kok aku di jodohin aku masih SMA lu aku mau kuliah bukan mau jadi istri tembok" Ujar Alana ceplas-ceplos...
"Alana kanu harus mengerti dengan ke adaan kita sekarang kita krisis keuangan jadi keluarga ke anu menawarkan untuk menjodohkan anak nya dan anak papa yaitu Lana dengan Elvin " Ujar Darwin memberikan perhatian....
" Tapi kok Lana sih?Lana gak minat yang minta Itu Lina pa bukan Lana" ujar Alana kesal ke arah ayah nya....
" Lina belum paham apa apa Lana?" ujar Darwin mulai kesal...
" Lana pun belum paham apa apa pa" ujar Lana juga ikutan kesal....
" Alana papa tegas kan kalau kamu tidak menerima untuk menikah dengan Elvin papa tidak akan membawa ibu mu ke rumah sakit lagi dan obat obatan papa stop " ujar Darwin sudah sangat emosi dengan sikap Alana...
" Pa jangan begitu lah kasihan mama " ujar Alana lirih....
__ADS_1
" Kalau kamu masih ingin melihat mama mu hidup menikah lah dengan Elvin Alana..!" ujar Darwin sudah marah marah terhadap Alana...
" Tapi kenapa harus Alana kenapa tidak Alina? kenapa papa selalu membedakan Lana sama Lina? apapun yang Lina mau papa turutin giliran Lana harus bekerja? kenapa pa?" ujar Lana lirih sambil menangis menatap Papa nya...
..
" Karena kamu bukan anak kandung ku Alana" ujar Dawin keceplosan lagi....
Bruk...
Alana jatuh dan terduduk mendengar apa yang di bilang oleh Ayah nya sendiri...
" Karena itu kakek mu yang taruh biar kalian terlihat kembar padahal kalian sangat beda jauh? sekarang kau harus membalas budi kebaikan kami dengan menikah di keluarga Keanu" bentak Darwin kepada Alana...
" Aku menunggu kamu di meja makan hapus air mata kamu itu? dan kamu WAJIB MENERIMA NYA?" tegas Darwin di kalimat terakhir...
Sedang kan Alana yang masih tertunduk dan menangis mendengar perkataan ayah nya barusan...
" Lana anak pungut?" tanya Lana pada diri sendiri...
__ADS_1
" LA NAAA " ujar Darwin teriak seketika itu Lana segera menghapus air mata nya dan menarik nafas dan setelah itu ia membuat senyuman terpaksa nya dan jalan ke meja makan sedang kan Darwin sedari tadi melotot ke arah Lana...
Setelah itu ia duduk di kursi tadi sambil menatap kosong ke arah piring di depan nya..
" Bagaimana Lan kamu menerimanya?" tanya Darwin manis di buat buat dan membuat senyuman terpaksa...
" I iya l Lana m menerima n nya" ujar Lana menahan sakit yang di pijak kaki oleh ayah nya tersebut....
Sedang kan Elvin yang mendengar nya hanya memasang wajah datar nya sebenarnya ia ingin sekali membantah tapi hati nya berkata lain untuk diam saja...
" Syukur lah" ujar Karina selaku ibu nya Elvin...
Sedang kan Alina menahan emosi karena yang Wajid nikah sama Elvin dia bukan Alana ia hanya menatap tajam ke arah Alana sedang kan Alana tidak takut apa pun dia tetap menatap kosong ke arah piring....
" Kapan kita gelar acara resepsi nya?" tanya Darwin semangat...
" Bagaimana minggu ini?" ujar Karina memberi saran...
Seketika itu Lana dan Elvin melotot ke arah mereka...
__ADS_1
" Minggu?" ujar Mereka berdua kompak ...