Nikah Paksa

Nikah Paksa
Mencari kampus


__ADS_3

Pagi pun datang menjelang Yulia pun mulai mengerjapkan matanya, dia merasa perut nya berat dia pun melirik kearah perut dan ternyata sebuah tangan kekar yang lagi memeluk tubuh polos nya dengan erat, Yulia pun tersenyum dan memejamkan kembali matanya.



Dia mengingat kembali kejadian malam tadi, dimana dia telah menyerahkan sesuatu yang berharga dalam dirinya.Tidak ada penyesalan sama sekali dalam diri Yulia, dia malah tersenyum bahagia.



Rafi pun terbangun, dia sedikit kaget karena dia lagi memeluk tbuh polosnya Yulia dengan erat, Rafi pun mengingat kejadian malam tadi, lalu dia melepaskan pelukan nya.



"Kamu sudah bangun? Tanya Yulia sambil meraih selimut untuk menutupi tubuh polos nya.



"Apa yang kita lakukan ini salah Yul, seharusnya ini tidak terjadi" kata Rafi.



Yulia pun membalikkan badan nya lalu memeluk erat tubuh Rafi yang masih polos, "Dimana letak kesalahan nya, kamu masih sendiri aku pun masih sendiri dan kita sudah sama-sama dewasa" jawab Yulia.



"Kamu ngga ngerti Yul, dihatiku masih ada Ayu, aku ngga bisa,,,kita lupakan semua ini" jawab Rafi sambil memakai baju nya kembali.



"Maksud kamu mau melupakan semua yang telah kita lakukan? semalam kesucianku kamu ambil dan sekarang kamu bilang kita harus melupakan nya? Kamu jahat Fi, jahatttt" teriak Yulia sambil meneteskan airmatanya.



"Lihat baik-baik sama kamu, lihattt" Yulia pun menyingkapkan kasur yang memperlihatkan bercak darah segar di sprey putih milik Yulia.



"Darah ini menjadi saksi kalau kamu yang telah mengambil kesucianku" teriak Yulia.



Rafi pun terdiam lalu pergi keluiar meninggalkan Yulia yang masih dalam keadaan polos.



"Ini semua gara-gara kamu Ayu, awas saja kamu akan kucari gimana pun cara nya" teriak Yulia dengan mata yang memancarkan amarah nya.


*


*


*


Sedangkan dikamar Raka mereka baru saja membuka mata mereka, tidak ada ritual malam seperti Rafi dan Yulia dari pasangan suami istri yang di paksa nikah ini.


Raka pun memandang wajah cantik nya Ayu dengan senyuman manis nya, "jangan ngelihatin terus mas, aku masih jelek baru bangun tidur" kata Ayu sambil meringsek kembali kedalam pelukan Raka.

__ADS_1



"Kamu tetep cantik ko meski baru bangun tidur, morning kiss" kata Raka sambil menyentuh bibir nya dengan jari telunjuk nya.



"Ngga ah mas Ayu belum sikat gigi, eh iya mas kapan Ayu kuliah? Ayu jenuh kalau di rumah terus seharian" Kata Ayu sambil memeluk raka.



"Mau kuliah dimana? Tapi jangan ngambil jurusan kedokteran ya? Jawab Raka sambil membelai rambut Ayu.



"Kampus yang deket aja, terus aku ngambil jurusan apa dong mas? Ayu pun balik bertanya.


" Ya udah kamu ngambil jurusan Akuntansi saja, biar nanti kamu jadi sekretaris pribadi mas" jawab Raka sambil tersenyum.


"Ya terserah mas saja lah yang penting aku kuliah dan dibayarin semua nya sama mas" jawab Ayu.



"Ternyata kamu ada niat mau ngabisin duit mas ya? Raka pun bercanda.



"Kalau bukan aku terus siapa lagi yang mau ngabisin duit nya mas? Jawab Ayu yang masih memeluk Raka.




"Ya sudah ayo bangun kita cari kampus yang cocok buat kamu" kata Raka sambil melepaskan pelukan nya pada Ayu.



"Mas maaf aku belum bisa jadi istri seutuh nya buat mas? Kata Ayu sambil menunduk.



"Ngga apa-apa, mas akan sabar menunggu, dimana saat nya nanti kamu mau melaksanakan kewajiban kamu sebagai seorang istri seutuh nya buat mas" jawab Raka.


*


*


*


"Aaarrgghhh sial, kenapa aku sampai bisa melakukan nya dengan Yulia, terus kalau dia hamil? Tidak,,,tidak,,, ini tidak boleh sampai terjadi, karena dihatiku masih ada Ayu" gumam Raka sambil menjalankan motor nya dengan kecepatan kencang.


Rafi pun sepanjang jalan terus memikirkan apa yang telah terjadi semalam dengan Yullia.



Yulia yang sudah segar dan rapi dengan baju kerja nya pun bercermin, dia melihat sebuah kissmark dileher nya dan dia pun mengembangkan sebuah senyuman mengingat kejadian panas semalam bersama Rafi.

__ADS_1



"Kamu pasti kembali padaku Rafi, dan pada saat itu kamu sendiri yang akan meminta nya, dan aku akan siap melayani mu dengan suka rela.dan akan membuat kamu terus ketagihan dan melupakan Ayu" gumam Yulia sambil mengambil tas kerja nya.


*


*


*


Raka dan Ayu sudah rapi dengan baju mereka masing-masing, Raka yang memakai baju kerja yang di pilihkan Ayu istrinya sudah terlihat tampan, Ayu yang hanya menggunakan kaos tangan pendek dan celana jeans serta rambut nya yang dibiarkan terurai kelihatan sangat cantik sekali.


"Kamu cantik sekali, jangan keluar deh, aku ngga rela kamu dipandang laki-laki lain selain aku" kata Raka sambil memeluk Ayu dari belakang dan menampakkan mereka berdua di cermin meja rias.



"Mas kamu kan udah janji? Masa aku kaya tahanan yang dari pagi sampai pagi harus diam di kamar" Ayu pun protes.



"Ya udah ayo, tapi jangan deket-deket sama laki-laki lain ya? Jawab Raka.



"Mas ngga percaya sama aku? Bagiku walaupun awal nya kita dinikahkan secara paksa, dan tidak ada rasa dihati mas buat aku, aku akan selalu setia, karena bagiku menikah satu kali untuk seumur hidup, mas jangan ragukan aku, atau mas sendiri yang suka tebar-tebar pesona sama cewek yang ada di kantor mas? Atau mungkin mas suka tebar pesona juga sama sekretaris mas? Ayu pun membalikkan omongan Raka.



"Mas ngga pernah tebar pesona sama siapa pun kecuali sama istri mas sendiri yang paling cantik ini" jawab Raka sambil mencium pipi nya Ayu.



Mas udah ah ayo kita kebawah sarapan nanti yang ada kita terlambat" kata ayu sambil berjalan keluar kamar.



Mereka pun turun kebawah dan menuju ruang makan, disana sudah ada bi Asih yang sedang menata sarapan pagi buat mereka.



"Silahkan den Raka non Ayu, sarapan nya sudah siap" kata bi Asih.



"Baik bi terimakasih, maaf ya bi aku ngga bantuin soalnya pagi ini Ayu mau cari kampus sama mas Raka" jawab Ayu.



"Ngga apa-apa non lagian ini semua juga sudah tugas nya bibi ko" jawab bi Asih sambil pergi ke ruang belakang, Ayu cuma menampilkan senyuman manis nya.



Raka dan Ayu pun pergi kesebuah kampus ternama tapi sebelum nya mereka mampir dulu di sebuah toko buku karena ada yang mau dibeli oleh Ayu.


__ADS_1


Ketika mereka lagi di toko buku ternyata ada sepasang mata yang melihat kearah mereka dengan tatapan yang penuh amarah.


__ADS_2