Nikah Paksa

Nikah Paksa
Kesedihan Yulia


__ADS_3

"Maaf bu mengganggu waktu istirahat nya ibu" kata Yulia.



"Panggil Ayu saja mbak, aku juga baru mau sembilan belas tahun" jawab Ayu yang sudah melunak hati nya.



Raka cuma jadi saksi diantara mereka berdua sambil tangan nya menggenggam tangan Ayu dengan erat dan sesekali mengelus nya membuat hati Ayu merasa tenang.



"Ngga enak dan ngga sopan kalau saya manggil cuma nama aja" jawab Yulia.



"Ya sudah terserah mbak nya saja" kata Ayu.



"Jadi kedatangan saya kesini pertama-tama saya minta maaf atas kelakuan saya kepada ibu waktu itu, saya tahu saya salah dan sikap saya keterlaluan kepada ibu" Yulia pun berhenti sebentar dan menghembuskan nafas nya secara perlahan.



"Jadi saya mohon ibu memaafkan kelakuan saya" kata Yulia sambil menunduk kan kepala nya.



"Ya sudah mbak, untuk masalah itu saya juga sudah melupakan nya ko, mbak sudah saya maafkan, jadi mbak ngga perlu bersedih lagi" jawab Ayu yang melihat Yulia sedih.



"Makasih bu, makasih banyak ibu telah memaafkan semua kesalahan saya" jawab Yulia setengah senang, karena yang setengah lagi belum dia cerita kan dan masih ragu untuk men cerita kan nya.



"Ada yang mau mbak bicarakan lagi? Ayu melihat Yulia seperti ada yang mau di ucapkan tapi kayak nya Yulia masih ragu.



"Begini mbak, emmm,,,"Yulia pun ragu dan melirik ke arah Raka.


__ADS_1


Ayu yang sadar dan peka pun mengerti dengan lirikan Yulia.



"Aby tolong tinggalkan kita berdua dulu ya? Kayak nya Mbak Yulia ngga nyaman bercerita kalau ada Aby" Ayu pun menyuruh Raka pergi.



"Tapi kamu gimana Yang? Raka masih merasa takut meninggalkan istri nya berdua sama Yulia.



"Ngga apa-apa Aby, lagian ini juga kan di rumah kita, eh salah rumah Aby, jadi aman" jawab Yulia sambil tertawa.



"Kamu ini Yang, milik aku adalah milik kamu juga, ingat itu" jawab Raka.



"Ya udah kalau gitu Aby mau mandi dulu aja soalnya gerah" Raka pun pamit lalu pergi masuk kedalam rumah.




"Bu andaikan saya meminta sesuatu mau kah ibu memberikan nya? Tanya Yulia sambil menatap ke arah Ayu.



"Mbak boleh minta apa pun asal jangan minta suami saya" jawab Ayu sambil mengerutkan kening nya.



"Bukan bu saya bukan meminta pak Raka, atau harta lain nya, saya hanya meminta sama ibu untuk meringankan hukuman mas Rafi" kata Yulia yang sudah berkaca-kaca.



"Deg" hati Ayu pun berdegup mendengar nama Rafi di sebut. Ayu sekuat tenaga menahan rasa gemetar di tubuh nya



"Maaf mbak aku ngga bisa" jawab Ayu dengan ketus.

__ADS_1



"Saya mohon bu, saya ngga tahu harus minta tolong sama siapa lagi, yang ada di ingatan saya hanya ibu seorang" jawab Yulia sambil menyentuh tangan Ayu.



"Menghukum Rafi yang sudah berbuat kejahatan bukan hak saya mbak, tapi itu adalah hukum dari negara ini, jadi mbak salah meminta saya untuk meringankan hukuman Rafi, dan juga memang nya mbak siapa nya Rafi sampai-sampai mbak bela-belain ke rumah suami saya hanya untuk meminta saya untuk me ringankan hukuman nya" jawab Ayu dengan tatapan datar nya.



"Saya adalah orang sebatang kara di dunia ini, saya dari kecil sudah tinggal di panti asuhan sampai sekolah menengah, pas kuliah saya hidup sendiri karena jarak antara panti asuhan ke kampus sangat jauh, saya ngontrak di sebuah kontrak kan sederhana sambil bekerja hingga lulus kuliah dan sekarang menjadi karyawan nya pak Raka, saya mengenal Rafi dari sekolah menengah dan dari situ juga saya mencintai dan menyayangi nya, tapi mas Rafi hanya menganggap ku sahabat saja, sakit hati ini ketika dia bilang dia menyukai seorang perempuan yang bernama Ayu, tapi saya menguatkan hati saya dan terus memberi dukungan pada nya, hingga suatu saat dia pergi meneruskan kuliah nya di Ln, dia sering bercerita tentang Ayu, di mata dan hati dia hanya ada nama Ayu, Ayu dan Ayu saja, suatu hari dia pulang ke sini untuk menemui dan membawa nya untuk menghadiri dia wisuda, tapi ternyata orang yang dia harapkan telah menikah dengan orang lain, dia datang dengan membawa kisah sedih nya, dan tanpa sadar, kita melupakan semua nya dan terjadi lah diantara kita dimana malam itu adalah malam pertama bagi saya menyerahkan kesucian saya pada mas Rafi" Yulia pun menghela nafas sesaat lalu melanjutkan lagi cerita nya.



"Dari situ saya berharap mas Rafi sadar dan menerima saya yang dengan tulus mencintai dan menyayangi nya, kita pun melakukan nya lagi dan lagi, tapi itu semua tidak menggoyah kan hati nya, mas Rafi tetap mau membawa Ayu ke Ln, padahal saya sudah mencegah nya tapi obsesi dia tinggi dan akhir nya mas Rafi membawa paksa ibu, jadi saya mohon sama ibu dengan sangat tolong ibu bicarakan sama pak Raka, barang kali dengan mencabut laporan nya Mas Rafi sedikit ringan hukuman nya dari segala tuntutan" kata Yulia sambil menitik kan air mata nya.



Ayu pun shock dan sedih mendengar kisah yang Yulia ceritakan pada nya.



"Mbak, saya bisa saja mencabut laporan saya ke polisi, tapi hukum pasti akan terus berlanjut, karena yang di lakukan mas Rafi adalah sebuah kejahatan" jawab Ayu.



"Saya tahu mas Rafi akan tetap di penjara, tapi sengga nya hukuman mas Rafi sedikit ringan dari segala tuntutan, saya hanya ingin di samping mas Rafi disaat-saat ngidam seperti sekarang, dan saya ingin mas Rafi menyaksikan anak nya lahir ke dunia, jadi saya mohon sama ibu bantu saya meringankan hukuman mas Rafi, saya mohon bu, saya mohon" Yulia pun bersimpuh di kaki Ayu sambil menangis dan memohon.



"Mbak bangun, jangan begini" kata Ayu sambil menarik bahu Yulia agar bangun.



"Jadi sekarang mbak hamil? Dan ayah dari bayi mbak adalah anak nya mas Rafi? Darah daging mas Rafi? Ayu terus bertanya seakan-akan dia ingin memastikan semua nya.



Yulia pun hanya bisa mengangguk dengan deraian air mata nya, Ayu pun merasa sedih dan kasihan melihat Yulia seperti itu, Ayu pun memeluk Yulia dan mengusap punggung Yulia dengan lembut.



Ayu memeluk nya dengan tulus, hingga membuat Yulia merasa nyaman dalam pelukan Ayu, selama ini pelukan tulus seseorang yang dia harap kan, dan sekarang dia merasakan pelukan tulus itu dari Ayu.

__ADS_1


__ADS_2