Nikah Paksa

Nikah Paksa
Sandiwara Ayu


__ADS_3

Semenjak Yulia menyerahkan kesucian nya kepada Rafi, Yulia belum bertemu lagi sama Rafi, Yulia pun mengambil ponsel nya dan menghubungi Rafi berkali-kali, tapi tidak pernah satu kali pun di respon sama Rafi.



"Kamu kemana sih Fi, kenapa kamu ngga angkat telepon aku, aku ini kangen sama kamu" gumam bathin Yulia.



Yulia sangat berharap sekali bertemu sama Rafi kembali, dan sampai sekarang Yulia masih mencari sosok Ayu yang dicintai Rafi.



"Andai aku tahu wajah dan rumah kamu sudah kupastikan aku tidak akan melepaskan kamu Ayu" Gumam Yulia sambil terus berjalan keluar kantor.


*


*


*


"Oeeee, dicari-cari ternyata kalian masih disini? Ditoilet? Lagi ngapain sih kalian sampai-sampai kelas pak Beno kalian tidak masuk.


"Ya ampun, kita sampai lupa waktu" kata Ayu sambil menepuk jidat nya.



"Ni kita ambilkan tas dan buku kalian berdua, emang bener-bener ya kalian berdua, hayo ngaku lagian dari tadi ditoilet, lagi pada ngapain? Tanya Dewi.



"Tadi Ayu sakit perut dan ngga mau ditinggal, katanya takut makanya aku tungguin, barusan Ayu baru selesai dan aku tanya sanggup ngga jalan ke kelas, gitu" Jawab Siska berbohong.



Ayu pun cuma mengangguk dan tersenyum sambil mengambil tas dan buku nya dari tangan Nisa.



"Ya udah ayo kita berangkat, takut nya udah ada jemputan di depan" ajak Ayu sekaligus menghindar dari berbagai pertanyaan mereka berdua.



Mereka berempat pun jalan bersama keluar kampus, di depan sudah ada Faisal yang sengaja menunggu Ayu keluar.



"Ayu aku antar pulang ya? Sekalian aku mau ajak kamu jalan, biar aku yang izin sama orangtua mu" kata Faisal to the poin.



"Maaf Sal aku ngga bisa, aku ada acara malam ini" jawab Ayu.



"Lagian apaan sih Sal, biasa nya juga lo pulang sama si Rani, dikemanain tuh si Rani" kata Nisa.



"Biasa kalau sudah bosan pasti ditinggalkan dan cari mangsa yang baru" kata Dewi yang udah tahu sifat nya Faisal.



"Apaan sih kalian, jangan bawa-bawa dia napa? Kan sekarang aku mau nya cuma sama Rahayu seorang" jawab Faisal sambil menatap Ayu dan memainkan kedua alis nya.



"Jangan terlalu berharap dan jangan deketin Ayu kalau tidak kamu akan menyesal" jawaban Siska membuat semua orang bingung kecuali Ayu seorang yang paham dengan kata-kata Siska.


__ADS_1


"Maksud lo Sis" tanya Faisal, sebelum Siska menjawab, jemputan Ayu sudah sampai, pak Asep pun membunyikan klakson mobil nya membuat mereka spontan menatap ke mobil itu.



"Ayo kita berangkat, kita duluan ya Sal" kata Ayu sambil masuk kedalam mobil, dia duduk di depan. Faisal pun cuma menatap kearah mobil yang dinaikin Ayu bersama teman-teman nya sampai menghilang dari pandangan nya.



"Ya ku kira kakak mu yang jemput Yu? Padahal aku sudah membayangkan di jemput sama babang ganteng" kata Dewi dengan wajah yang so sedih.



"Ngarep lo Wi, siapa tahu juga dia udah punya istri jangan maen embat aja lo" jawab Siska.



Dewi pun mengerucutkan bibir nya, Pak Asep cuma senyum aja mendengar celotehan Ayu dan teman-teman nya, Pak Asep udah dikasih tahu sama Raka gimana harus bersikap karena mereka belum tahu status Ayu.


*


*


*


Rafi datang ke kampus Ayu, dia menunggu di balik pohon besar berharap Ayu ke;luar kampus sendirian, tapi sayang sudah hampir satu jam Ayu belum kelihatan juga.


"Maaf mau tanya kenal sama Rahayu ngga? Tanya Rafi pada salah satu mahasiswa perempuan yng kebetulan lewat depan dirinya.



"Rahayu jurusan apa ya mas? Soalnya yang bernama Rahayu banyak" jawab mahasiswa tersebut.



Rafi pun diam, karena dia memang ngga tahu Ayu ngambil jurusan apa, mahasiswa tersebut lalu pergi dari hadapan Rafi.




"Maaf Yul aku belum bisa nemuin kamu dulu, aku masih nyari Ayu" gumam Rafi sambil menjalankan kembali motor nya.


*


*


*


Mereka pun sampai di rumah Ayu, teman-teman Ayu pun semua pada melongo lihat rumah Ayu yang bak istana ini.


"Gila rumah Ayu gede banget" teriak Dewi sambil turun dari mobil yang diikuti oleh NIsa dan Siska.



"Ini sih istana kerajaan Wi" kata Nisa sambil terus berjalan masuk tanpa mengedipkan matanya.



Sedangkan Siska cuma tersenyum melihat kelakuan kedua sahabat nya itu.



"Ya udah ayo masuk, kalian duduk dulu aja ya? Aku mau ganti baju dulu" kata Ayu sambil naik keatas tangga menuju kamar nya.



Mereka bertiga pun menatap takjub kesetiap sudut rumah yang isi nya hiasan barang antik semua.


__ADS_1


"Non minuman nya? Kata bi Asih sambil menyiapkan minuman dan berbagai cemilan di meja.



"Makasih bi, eh bi ko sepi amat pada kemana orangtua nya Ayu" tanya Dewi yang suyper kepo.



"Tuan dan nyonya besar lagi perjalanan bisnis keluar negeri" jawab bi Asih.



"Mari non semua saya tinggal dulu, masih banyak pekerjaan di belakang" bi Asih pun pamit karena takut banyak pertanyaan dari temen-temen Ayu.



"Hai guys ngga lama kan nunggu ny? teriak Ayu sambil berjalan menuju mereka dan duduk bersama mereka.



"Ngga ko Yu santuy aja, lagian enak banget sih rumah lo, bikin gue ngga mau pulang" kata Dewi sambil makan cemilan yang disediakan bi Asih buat mereka.



"Ya iya lo ngga mau pulang orang rumah nya gede banget terus makanan nya banyak, itu mah mau nya elo" jawab Nisa.



Mereka pun terus bercanda dan apapun dibahas nya, hingga suara bariton terdengar memberikan salam.



"Assalamualaikum? Rame banget? Lagi pada ngapain? Sapa Raka yang baru masuk dan di ikuti oleh Andre di belakang nya.



"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka serempak.



"Eh mas sudah pulang? Ayu pun menghampiri Raka dan mencium tangan nya Raka.



"Eh mas Andre juga kesini? Kirain jalan-jalan bareng pacar nya" kata Ayu lagi menjalankan drama nya dengan memanggil Andre dengan sebutan Mas.



Andre yang fokus lagi menatap Sisca pun mengalihkan pandangan nya kearah Ayu lalu berbisik.



"Kakak ipar kenalin aku sama yang pake baju pink dong? Bisik Andre.



"Kenalan aja sendiri" jawab Ayu sambil kembali duduk bersama teman-teman nya.



"Wah kalu begini mah aku makin ngga mau pulang deh Nis" bisik Dewi pada NIsa.



Siska yang merasa ditatap terus sama Andre pun mengalihkan pandangan nya kearah televisi.



"Mas sama Andre keruang kerja dulu ya? Kata Raka sambil tersenyum, Ayu pun cuma mengangguk dan tersenyum penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2