Nikah Paksa

Nikah Paksa
Memperebutkan Byan


__ADS_3

KIni Raka dan Ayu sudah kembali ke kediaman pak Purnama, mereka saat ini sedang berkumpul dalam rangka penyambutan buat baby Byan.



Semua nya berkumpul dengan penuh kebahagiaan, termasuk keluarga dan para sahabat nya Ayu.



Nisa yang sedang hamil pun berusaha hadir bersama Fadil sang suami.



"Sudah berapa bulan sekarang nak? Tanya bu Yanti pada Nisa.



"Sudah mau empat bulan bu" jawab Nisa sambil mengelus perut nya.



"Sehat-sehat ya nak, jangan terlalu capek, jagan lupa konsumsi makanan sehat" kata bu Yanti dan di balas sebuah angguk kan oleh Nisa.



"Cepat besar ya Byan, nanti om ajak kamu jalan-jalan pakai motor" kata Ram,a sambil menatap Byan yang berada dalam gendongan bu Santi.



"No, kamu jangan macam-macam dek, Byan ngga boleh kamu bonceng di motor kamu itu" jawab Ayu.



"Memang nya kenapa Yang? Ngga apa-apa lah, kan naik motor keren, iya ngga Ram? Raka pun malah mendukung Rama dan mendapatkan pukulan di bahu oleh istrinya.



Mereka terus berbagi cerita dan bercanda hingga tak terasa waktu pun sudah beranjak malam, satu persatu mereka pun pamit pulang hingga rumah kembali sepi dan menyisakan hanya keluarga pak Purnama saja.



"Semuanya aku pamit istirahat duluan ya? Kata Tasya lalu berdiri dan pergi ke kamar nya.



"Ya sudah kita semua istirahat saja, sudah malam juga" kata bu Santi.



Mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing, Byan untuk saat ini tidur di kamar orang tua nya, karena Ayu belum tega meninggalkan Byan sendirian.


*


*


Pagi hari ini Raka sudah mau beraktifitas kembali, Ayu pun seperti biasa menyiapkan segala kebutuhan suami nya.


Sekarang yang di urus sama Ayu pun bertambah, kalau kemarin cuma ngurusin Raka tapi sekarang dia di sibuk kan lagi dengan ngurus baby Byan.


__ADS_1


Setelah suami nya selesai kini Ayu ngurusin baby Byan, dengan telaten Ayu memandikan dan memakai kan baju buat baby Byan.



Ayu memang terbilang muda di usia dua puluh tahun dia sudah mempunyai anak, tapi Ayu orang nya selalu belajar hingga dia pun terampil mengurus baby Byan.



"By tolong pegangin Byan dulu ya? Aku mau mandi" kata Ayu sambil mengaitkan kembali kancing baju bagian depan nya karena Byan baru selesai minum ASI.



"Sini sama Aby dulu ya nak, mamah nya mau mandi dulu, kita kan sudah wangi, tapi mamah mu masih bau acem" kata Raka sambil mencium pipi Byan.



"Ya iya lah masih bau acem, orang ngeduluin dulu dua raja tampan" jawab Ayu sambil berjalan masuk ke kamar mandi.



Raka pun tersenyum mendengar jawaban istri nya, "Nak kalau udah besar, kita jangan saingan merebutkan kasih sayang dari mamah mu ya? Kata Raka.


*


*


Kini mereka pun sudah berada di ruang makan.


"Bi tolong pegangin Byan dulu ya? Kata Ayu sambil memberikan Byan kepada bi Asih, bi Asih pun dengan senang hati menggendong Byan yang sudah tampan dan wangi.




"Mana cucu kakek yang tampan? Tanya pak Purnama sambil menghampiri Byan yang ada di gendongan bi Asiah.



Pak Purnama sama bu Carlota pun terus memperebutkan Byan.



"Pah sudah lah ayo kita sarapan, memang papah ngga akan kerja apa? Tanya Raka.



"Lah kan papah emang mau berhenti bekerja kalau cucu papah sudah lahir" jawab pak Purnama santai.



"Papah curang, masa aku yang ayah nya cuma sebentar ketemu sama Byan nya? Sedang kan papah bisa dari pagi sampai malam" kata Raka sambil me manyun kan bibir nya.



"Itu kan memang kewajiban kamu buat cari nafkah buat istri dan anak kamu, memang nya anak kamu ngga butuh biaya apa" jawab pak Purnama sambil duduk di kursi makan nya.



"Sudah-sudah masih pagi sudah berdebat" kata bu Santi sambil menyiapkan sarapan untuk suami nya, sedang kan Ayu hanya diam sambil tersenyum melihat suami dan mertua nya mem perebut kan Byan.

__ADS_1



"Ya sudah Aby berangkat dulu Yang" Raka pun pamit setelah selesai dengan sarapan nya, Ayu mencium tangan Raka dan Raka mencium kening nya Ayu lalu mencium gemas pada Byan, dan tak lupa sama ke dua orang tua nya pun Raka pamit dan mencium tangan ke dua nya.


*


*


Setiba nya Raka di kantor, seperti biasa dia langsung naik ke lantai atas dan menuju ruangan nya.


Laura yang baru saja sampai pun melihat ke arah punggung Raka yang baru saja masuk ke ruangan nya.



"Akhir nya pak Raka masuk juga, pak Raka aku kangen nih" gumam bathin Laura sambil merapih kan penampilan nya, dan membuka satu kancing kemeja bagian atas biar gunung nya yang montok terlihat dan menggoda Raka.



Laura pun langsung menyiapkan berkas yang harus di tanda tangani oleh Raka.



"Oke, saat nya beraksi kamu Laura, pelan-pelan saja tapi pasti" gumam bathin Laura sambil mulai melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan Raka.



Laura pun mengetuk pintu dengan tangan lembut nya sampai terdengar suara Raka yang menyuruh nya untuk masuk.



"Pagi pak? Gimana keadaan bapak hari ini? Laura pun basa basi dengan nada yang di buat-buat.



"Pagi juga, saya baik, gimana kerjaan seharian kemarin saya tinggal" kata Raka sambil menatap ke arah Laura.



"Alhamdulilah sampai saat ini pekerjaan lancar dan semua nya terkendali, dan kemarin ada berkas yang harus di tanda tangani oleh bapak sudah di wakil kan sama pak Andre" jawab Laura.



"Oke, bagus tingkat kan lagi kinerja kamu biar perusahaan semakin maju pesat" kata Raka.



"Baik pak dengan sebisa dan semampu saya, saya akan berusaha untuk memajukan perusahaan ini" jawab Laura dengan senyuman menggoda nya.



Raka pria normal, apalagi sudah beberapa hari ini dia menjalani puasa sama istri nya, dia tidak menyia-nyiakan wanita sexy dan montok di depan nya dengan wajah yang lumayan cantik, tapi tetap cantik Ayu kemana-mana.



"Oke, mana berkas yang harus saya tanda tangani" tanya Raka sambil mengambil balpoint kesayangan nya.



"Ini dari perusahaan Mega buana, dan ini dari perusahaan Bintang dan ini dari perusahaan lain nya yang bekerja sama dengan perusahaan kita, ini semua harus di tanda tangani oleh bapak hari ini juga" jawab Laura sambil memberikan berkas kepada Raka dengan sedikit membungkuk kan badan nya hingga Raka melihat dengan jelas buah dada milik Laura yang putih dan montok.

__ADS_1


__ADS_2