Nikah Paksa

Nikah Paksa
Mulai membuka hati


__ADS_3

Raka pun hanya bisa diam menunduk dan menyesali semua yang telah dia lakukan pada istri nya. "Maafkan aku" gumam Raka.



Raka berjanji pada diri nya sendiri, mulai sekarang dia akan kembali menjadi Raka yang dulu, Raka yang lemah lembut dan Raka yang penyayang.



Mulai sekarang Raka akan membuka hati nya buat Ayu dan melupakan semua masa lalu nya bersama Ratna, dia akan memgubur dalam-dalam semua kenangan manis dan kenangan terpahit nya bersama Ratna.



Raka pun meraih baju dan celana nya yang berserakan dilantai lalu memungut dan memakai nya.



Ayu pun selesai dengan mandi nya, lalu pergi ke walk in closet, karena sehari-hari nya Ayu ngga ada kegiatan jadi dia cukup memakai kaos dan celana pendek saja, sebenar nya Ayu membeli pembalut kemarin hanya untuk stok saja, karena sudah menjadi kebiasaan Ayu kalau habis suka langsung membelinya lagi.



Raka yang melihat Ayu sudah keluar dari kamar mandi pun, giliran dia yang masuk dan membersihkan tubuh nya.



Ayu walaupun marah dan benci tapi dia tetap melayani Raka dengan baik, Ayu menyiapkan baju kerja Raka tidak lupa dasi dengan warna senada, walaupun Ayu bukan orang kaya tapi masalah fashion Ayu tahu mana yang pantas buat di pakai dan mana yang ngga.



Ayu pun membereskan kamar nya sendiri, diambil nya baju basah dia bekas semalam kehujanan yang masih tergeletak diatas lantai, dia masukan ke keranjang cucian.



Setelah dirasa semua telah rapi dan bersih, Ayu pun pergi kedapur, tidak lupa Ayu menyiapkan jam tangan diatas meja rias nya dan juga sepatu buat Raka kerja.



Ayu memang di didik untuk selalu menghormati dan menghargai orang lain terlebih dia adalah suami nya, walaupun mereka dinikahkan dengan secara paksa, tapi menurut hukum dan agama mereka pasangan suami istri yang sah.


*


"


*


"Pagi bi? Sapa Ayu yang melihat bi Asih lagi asik memasak di dapur.


"Pagi juga non? Tumben non agak siangan bangun nya, pulang nya larut malam ya? Tanya bi Asih sambil masak.



"Iya bi, tadi pas bangun agak pusing sedikit, mungkin karena semalam kehujanan" jawab Ayu sambil duduk di kursi makan.

__ADS_1



"Malam non kehujanan? Kalau gitu bibi akan buatkan non minuman jahe, biar badan nya enakan" kata bi Asih sambil menyiapkan masakan nya di meja makan.



"Makasih bi, tapi maaf ya bi Ayu ngga bantuin buatin sarapan pagi ini" Ayu pun minta maaf padahal itu sudah kewajiban bi Asih memasak.



"Ngga apa-apa non, lagian juga ini kewajiban bibi, jadi ngga usah minta maaf juga, kan lebaran masih lama non" jawab bi Asih dan sedikit bercanda.



Ayu pun yang mendengar nya tertawa lepas, bi Asih ini selalu tahu kalau hatinya lagi sedih atau pun lagi marah, selalu saja ada kata-kata yang bikin Ayu tertawa.



Sementara di kamar Raka selesai dengan acara mandi nya, dia pun keluar dari kamar mandi dan melirik kearah ranjang.



"Walupun lagi marah, tapi dia selalu ingat dengan kewajiban nya untuk melayani aku, betul kata mamah kalau dia adalah istri idaman" gumam Raka sambil tersenyum dan mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Ayu.



Raka pun sudah lengkap dengan pakaian nya dia berdiri di depan meja rias dia melirik ke jam tangan nya sambil tersenyum Raka pun memakai nya.




"Ini kan uang yang dia minta kemarin? Kenapa masih utuh? Apa dia ngga beli apa-apa buat dirinya? Terus kebutuhan dia? Aarrgghh suami macam apa aku ini" gumam Raka sambil berjalan menuju ke ruang makan.



Raka pun berjalan menuju meja makan, disana sudah ada Ayu dengan minuman jahe yang dibuatkan bi Asih untuk dirinya.



Raka pun duduk di depan Ayu, Ayu yang tahu Raka sudah duduk di kursi makan pun langsung menyiapkan sarapan dan tidak lupa Ayu pun menuangkan segelas air putih untuk suaminya.



"Makasih" ucap Raka sambil menerima piring yang sudah berisikan makanan buat sarapan nya.



Ayu kaget mendengar ucapan terimakasih dari suami nya, semenjak menikah dengan Raka, baru kali ini Ayu mendengar dia mengucapkan kata terimakasih.


__ADS_1


Ayu pun cuma mengangguk lalu memgambil sarapan untuk dirinya, mereka pun sarapan dalam diam tidak ada yang mau memulai perbincangan, mereka disibuk kan dengan pemikiran mereka masing-masing.



"Kerasukan apaan dia mengucapkan terimakasih, apa semalam kejedot dia" gumam bathin Ayu sambil terus mengunyah makanan nya.



"Gimana cara aku menyampaikan nya ya? Kok aku jadi grogi gini sih? Apa dia masih marah ya? Apa dia akan memaafkan kesalahan aku? Raka pun seakan lagi perang bathin menghadapi Ayu pagi ini.



Dan Raka pun sudah selesai dengan sarapan nya, Ayu dengan cekatan mengambil piring kotor bekas makan suaminya.



"Ini ambil lah kartu ini buat kebutuhan kamu sehari-hari" kata Raka sambil memberikan sebuah kartu ATM pada Ayu.



Ayu yang mau menyimpan piring kotor pun seketika terdiam dan melihat kearah Raka.



"Makasih, tapi maaf saya tidak membutuhkan kartu itu, dan lagian saya juga sadar diri kalau saya disini cuma penebus hutang orangtua saja" setelah berucap Ayu pun pergi memyimpan piring kotor ke tempat cucian.



Raka pun terdiam ada rasa sakit dihati nya mendengar Ayu bilang kalau dia cewek penebus hutang, padahal dia sendiri sering mengucapkan nya.



Raka pun meninggalkan kartu ATM nya di meja makan, "Saya berangkat, kalau kamu perlu sesuatu pakai saja, pin nya tanggal pernikahan kita" kata Raka sambil membalikkan badan nya.



Ayu pun menghampiri Raka dan mencium tangan Raka seperti biasa nya, karena ibu nya selalu mendidik dia bagaimana cara menghargai orang tua, cara memghargai orang lain dan cara menghargai suami sendiri.



Jadi semarah apa pun Ayu, dia akan tetap melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.



Raka pun dibuat diam membeku karena sikap Ayu, "sungguh malu aku dengan semua perbuatan yang telah aku lakukan ke kamu, walaupun aku sudah berbuat kasar dan menghina kamu tapi kamu tetap melayani dan menghargai aku sebagai suami kamu, mulai saat ini aku akan mempertahankan pernikahnan kita, aku akan mencoba membuka hati ini untuk kamu istri ku" gumam bathin Raka.



Raka pun tersadar dengan lamunan nya, Ayu pun melepaskan tangan suami nya dan hendak berbalik ke arah ruang makan.


__ADS_1


Tapi Ayu dibuat diam membeku ditempat dan menunda langkah nya untuk kembali ke ruang makan karena tiba-tiba Raka mencium kening nya dengan lembut.


__ADS_2