Nikah Paksa

Nikah Paksa
Amarah Siska


__ADS_3

"Aku sadar kalau semua ini memang kesalahan ku, aku salah selalu menolak lamaran kakak, tapi kenapa di saat aku akan menerima lamaran kakak, kakak malah sedang bermesraan dengan wanita lain" kata Siska dalam isak tangis nya.



"Aku ngga suka kalau orang menerimaku dengan terpaksa" jawab Andre.


"Aku ngga terpaksa kak" jawab Siska dengan deraian air mata nya.


"Kalau kamu ngga merasa terpaksa kenapa ngga dari kemarin-kemarin pas aku melamar kamu? Aku melamar kamu lebih dari satu kali, tapi apa!! Apa!!! Jawaban nya selalu saja sama" teriak Andre, Andre ingin tahu sampai mana Siska mempertahan kan diri nya.



""Ya, aku memang salah, aku akui, tapi sengga nya aku ngga jalan bahkan bermesraan dengan yang lain, tidak seperti kakak, kakak malah bermesraan di hadapan kita semua" teriak Siska.



Dewi yang bingung harus ngomong apa, dia pun hanya bisa diam menyentuh dan mengelus lembut pundak Siska.



"Oh jadi kamu cemburu? Kemarin kemana saja? Bahkan kamu ngga perduli sama aku" jawab Andre.



Dibalik pohon besar Tasya sedang tersenyum sambil melihat ke arah mereka.



"Bagus bang, ayo lanjutkan, akting mu keren bang" gumam bathin Siska.



"Ya aku cemburu, aku cemburu melihat kakak semobil berdua, aku cemburu melihat kakak bermesraan dengan nya, dan aku cemburu di kala kakak di peluk sama dia" Siska terus berteriak dalam tangisan nya.



"Ternyata cinta mu besar pada ku sayang, maafin aku ya, hanya dengan cara ini kamu bisa menerima lamaran ku" gumam bathin Andre.



"Kapan aku semobil bareng dia? Kata Andre.



"Kemarin, di lampu merah, aku melihat kakak berduaan di dalam mobil, aku hubungi kakak beberapa kali tapi ngga ada jawaban, rupanya aku mengganggu kakak yang sedang berduaan sama wanita itu, siapa dia kak,,,,,siapa? Teriak Siska yang langsung terduduk di kursi taman sambil terus menangis.



Andre pun berpikir lalu tersenyum kecil, karena dia mengingat semobil berdua bareng Tasya pas membawa Ayu ke Rumah Sakit ini.



"Bukan kah semua sudah jelas dan kamu sudah melihat nya? Kenapa kamu harus bertanya siapa dia? Jawab Andre dengan chuek.



Sebenar nya Andre sudah merasa kasihan sama Siska, tapi dia terus menahan rasa itu, dia ingin tahu seberapa besar cinta Siska untuk diri nya.

__ADS_1



"Baik, kalau memang aku harus bersaing sama perempuan itu, aku akan hadapi dia" Kata Siska dengan wajah yang penuh amarah.



Siska pun menatap ke arah Andre lalu berdiri tepat dihadapan nya, sungguh semua di luar dugaan, Siska pun meraih tengkuk Andre lalu mencium nya dengan rakus.



Andre kaget tapi hati nya sangat bahagia sekali, karena selama pacaran dia cuma mencium kening dan pipi Siska saja, tapi hari ini di taman Rumah Sakit ini dia mendapat kan ciuman langsung di bibir dan Siska yang memulai nya duluan.



Dewi yang melihat kelakuan Siska pun sungguh kaget dan membuat nya terdiam sambil menatap ke arah mereka yang sedang ciuman.



"Cinta sudah membuat kamu gila Sis, kamu bahkan sampai mencium bibir kak Andre di tempat umum" gumam bathin Dewi.



Sedang kan Tasya melihat kakak angkat nya yang sedang di cium sama pacar nya pun terlintas ide jahil di kepala nya.



Tasya pun keluar dari balik pohon dan menghampiri mereka yang sedang Asyik berciuman, ralat hanya Siska yang mencium bibir Andre, Andre hanya menikmati nya saja.



"Mas Andre" panggil Tasya dengan nada yang tinggi.




"Ngapain kamu kesini? Tanya Siska yang sudah mengibarkan peperangan dengan Tasya.



"Ya mau menjemput calon ayah dari anak yang sedang ku kandung lah" jawab Tasya santai.



Andre melongo, dia ngga habis pikir sama kelakuan Tasya yang sudah dia anggap adik nya sendiri, bisa-bisa nya membuat sandiwara seperti ini.



Andre memegang tangan Tasya, Tasya pun pura-pura melepaskan pegangan Andre sambil berbisik, "Tenang saja bang"Andre pun mengikuti permainan Tasya.



Belum juga rasa kaget dengan kelakuan Siska hilang, kini datang lagi dengan ucapan Tasya yang membuat Dewi kaget.



Dewi pun menyerah dengan masalah sahabat nya ini, dia memilih untuk duduk dan diam.

__ADS_1



"Kamu,,,,jangan bohong kamu, aku menjalin hubungan dengan kak Andre sudah mau satu tahun" teriak Siska sambil menunjuk ke arah Tasya.



"Hubungan mau satu tahun tapi ko ngga mau diajak nikah" jawab Tasya dengan menyimpan kedua tangan di dada nya.



"Diam kamu, tahu apa kamu tentang aku dan kak Andre" jawab Siska.



"Saya tahu semua tentang kalian, justru kamu yang ngga tahu tentang saya sama mas Andre" Tasya semakin menantang dan membuat Siska semakin emosi.



"Buktikan kalau anak yang ada dalam perut kamu adalah anak nya kak Andre" teriak Siska.



"Siapa takut? Tapi ingat, kalau emang benar anak yang ku kandung ini adalah anak nya kak Andre mu, apa kamu akan melepas kan dia untuk saya seutuh nya? Kata Tasya.



"Sis, sudah lah kita pergi saja, sudah biarkan saja mereka, mungkin kak Andre memang jodoh nya dia" Dewi pun mencoba untuk membawa Siska pergi dari tempat itu.



Tapi sayang Siska sudah di kendalikan dengan emosi nya, jadi dia ngga mau mendengar omongan Dewi sama sekali pun.



"Tidak Wi, masalah ini belum selesai, siapa tahu cewek ini telah membohongi aku" jawab Siska.



"Sejak kapan kamu kenal sama kak Andre? Tanya Siska yang masih penasaran dengan sosok Tasya.



"Lebih dari lima tahun , bahkan dari semenjak kamu kenal sama dia, saya sudah mengenali nya luar dan dalam" jawaban yang di berikan Tasya membuat hati dan pikiran SIska entah di simpan di mana, hingga membuat dia langsung menuju ke adegan yang lain setelah mendengar kata dalam.



Siska pun terdiam mendengar jawaban dari Tasya.



"Jadi gimana? Masih mau nantang saya dengan cara tes DNA? Dengar ya? Kamu sebagai perempuan harus nya jangan membuat seorang pria menunggu, kamu jangan kasih harapan palsu, seorang pria juga punya batas kesabaran, seandainya kamu yang jadi kak Andre mu ini, apa yang akan kamu lakukan? Coba kamu pikir kan, kamu sudah dewasa kamu pasti paham yang saya katakan ini" kata Tasya sambil terus menatap wajah Siska.



Siska pun terdiam, dia pun menyadari dengan semua kesalahan nya, kesalahan yang telah membuat Andre merasa di gantung dengan hubungan nya ini.


__ADS_1


"Kak, maafkan aku, selama ini aku membuat kak Andre selalu menunggu, aku membuat kak Andre merasa di gantung dengan hubungan ini, semoga kakak bahagia dengan nya" jawab Siska sambil menunduk kan kepala nya.


__ADS_2