Nikah Paksa

Nikah Paksa
Bertemu nya sahabat lama


__ADS_3

Para orang tua beserta pak Dodi pun kini sudah berada di ruangan yang luas yang terdiri dari meja panjang dan deretan kursi di sepanjang meja, ruangan tersebut tempat para anggota polisi mengadakan pertemuan dan membahas perihal kepolisian dan lain nya.



"Maafkan anak kita yah Pur, San, entah kenapa dia jadi seperti itu, awal nya dia bilang mau menjemput calon istri nya buat di kenalin ke kita dan menghadiri wisuda nya kemarin, tapi sekarang bukan nya di wisuda malah ada di dalam jeruji besi" kata Bu Carla dengan mata berkaca-kaca.



"Sudah lah lagian anak mu juga sudah menyesali nya, lagian kita juga ngga tahu kalau Ayu sudah mempunyai pacar yaitu anak kamu, kita menikahkan Raka dan Ayu secara paksa awal nya, tapi sekarang mereka sudah menerima satu sama lain nya" jawab pak Purnama.



"Pantesan saya ngga di kasih tahu oleh anda tuan Purnama, ternyata mereka di paksa, apa alasan anda memaksa mereka menikah" Kata Dodi dengan sengaja menggunakan kata-kata formal.



"Semenjak Raka di sakiti dan di kecewakan mantan nya, dia jadi suka keluar masuk club malam dan juga mabuk-mabuk kan, pulang hampir pagi kerja kacau serta dia tidak mau lagi mempunyai pasangan apalagi sampai menikah, kita hampir-hampir menyerah menghadapi nya, kebetulan ada karyawan saya yang mempunyai anak perempuan dan menurut kata hati saya dia anak yang cocok buat jadi pendamping Raka dan bisa membuat Raka berubah, dan ternyata feeling saya benar adanya, sekarang Raka sudah berubah dan menerima istrinya" jawab Pak Purnama sambil tersenyum.



"Tapi kan mereka ngga mungkin nerima begitu saja, apa karena kamu orang kaya hingga mereka menerima nya begitu saja? Tanya pak Hasan.



"Kamu salah Hasan, Ramdan ngga bisa menolak walau pun di dalam hati nya dia ingin menolak mentah-mentah pernikahan paksa ini" jawab Pak Purnama.



"Pasti kamu gunakan akal licik mu itu" kata pak Dodi yang sudah hapal dengan watak pak Purnama, karena dia mendapatkan istri nya pun dulu pakai cara licik hingga Santi jatuh dalam pelukan nya.



"Ya mau gimana lagi, tapi disini kita mendapat keuntungan masing-masing, jadi ngga ada kata licik kalau menurut saya" pak Purnama emang pintar ngeles dari dulu.



"Pasti yang di untung kan juga kamu bukan keluarga mereka, buktinya sekarang Raka yang kamu harapkan berubah" kata pak Dodi.



"Sudah sudah jangan di bahas lagi kalau kalian sudah membahas sesuatu pasti ngga bakalan kelar sampai besok pun" Bu Santi pun menyela obrolan para laki-laki.



"Sudah lama ya kita ngga pernah bertemu, terakhir bertemu pas anak-anak kita kelas enam SD, dan sekarang sekali nya bertemu di kantor nya Dodi, enak banget ya pertemuan nya disini cuma di hidangkan air mineral saja" kelakar pak Purnama dan disertai gelak tawa mereka.



"Ya sudah nanti kapan-kapan kita kumpul sambil makan-makan, tapi tetep ya yang bayar Purnama" jawab pak Dodi.


__ADS_1


"Pasti ngga enak ujung nya, ya udah sekalian bawa isrti dan anak mu juga ya? Ajak pak Purnama. Mereka pun semua tersenyum dan mengangguk.


*


*


*


Rafi pun kembali di bawa ke ruang tahanan, dengan di iringi tangisan dari Yulia, walau pun Ayu sudah mencabut laporan nya tapi karena belum ada instruksi dari pak Dodi maka anggota polisi yang berjaga sel pun belum berani melepaskan Rafi.


"Sudah lah Yul, dia juga cuma sementara, nanti juga di bebaskan dengan bersyarat" kata Raka.



"Ya udah kita cari para cewek aja yuk? Daripada kita di sini" ajak Andre pada Yulia dan Raka.



Mereka pun keluar mencari Ayu dan para sahabatnya, tapi mereka tidak ada di ruangan menunggu, akhir nya Raka menghubungi Ayu lewat ponsel nya.



"Yang,, kamu dimana? Aby cari-cari ngga ada di ruang tunggu" kata Raka setelah Ayu menjawab panggilan nya.



"Kita di warung sebelah kantor polisi By, lagi jajan" jawab Ayu sambil makan sosis bakar nya.




"Ya udah ayo mereka ada di warung sebelah kantor ini lagi pada jajan" ajak Raka sambil berjalan.


*


*


*


Di kediaman pak Purnama bu Yanti mencari Ayu, lalu bu Yanti pun pergi ke dapur mencari bi Asih.


Nampak bi Asih lagi memasak banyak buat makan malam di bantu bi nani.



"Bi,,, Ayu kemana ya ko ngga kelihatan dari tadi? Tanya bu Yanti lalu menghampiri bi Asih dan bi Nani.



"Eh nyonya kenapa kesini? Nyonya istirahat saja" kata bi Asih sambil mencuci sayuran yang akan dia olah.

__ADS_1



"Bosen ah bi dari tadi di kamar mulu, jangan panggil nyonya bi, saya ngga enak karena saya bukan yang punya rumah, saya juga cuma menginap di sini" jawab bu Yanti.



"Ngga apa-apa nyonya kan nyonya ibu nya non Ayu jadi sudah sepantas nya saya memanggil anda dengan panggilan nyonya, eh iya nyonya tadi nanyain non Ayu ya? Tanya bi Asih, dan bu Yanti pun hanya mengangguk.



"Non Ayu tadi keluar diajak den Raka, ngga tahu mau kemana, mau jalan-jalan kali nyonya" jawab bi Asih, bu Yanti pun hanya mengangguk.



"Ini masak banyak banget bi, mau ada tamu ya? Tanya bu Yanti sambil melihat ke arah masakan.



"Kan nyonya dan tuan hari ini pulang katanya, makanya bibi masak banyak buat makan malam nanti" jawab bi Asih.



"Assalamualaikum? Ayah dan anak pun mengucapkan salam dan masuk kedalam rumah setelah bi Nani membuka kan pintu nya.



"Bi, pada kemana ko sepi? Tanya pak Ramdan.



"Non Ayu lagi keluar sama den Raka, kalau nyonya ada di dapur, sebentar saya panggilkan" jawab bu Nani lalu pergi menuju keruang dapur.



"Kemana ya mereka Ram? Tumben-tumben nya nak Raka ngajak keluar kakak mu di jam kerja seperti ini? Tanya pak Ramdan sambil mengernyitkan dahi nya.



Rama hanya diam dan berpikir, "Apa jangan-jangan kakak ipar dan kak Ayu pergi ke kantor polisi ya? Gumam Rama yang masih terdengar oleh pak Ramdan.



"Ya udah pak kalau begitu Rama nyusul kakak ke sana ya sekalian Rama pengen tahu orang yang telah menculik kak Ayu" kata Rama.



"Mau apa kamu ke kantor polisi dek? Siapa yang di culik? Tanya bu Yanti yang tanpa di ketahui oleh pak Ramdan dan Rama ternyata sudah ada diantara mereka.



"Emmmm, itu bu emmmm teman Rama kucing nya di culik saking sayang nya dia sama kucing nya sampai-sampai dia mau lapor polisi" jawab Rama lalu menghembuskan nafas nya pelan sambil mengusap dada nya, "untung ibu percaya" gumam nya.

__ADS_1


__ADS_2