
"Rafi" teriak Raka yang tanpa sengaja melihat Rafi yang seperti nya lagi kebingungan.
Rafi pun membelakangi Raka dan Ayu, dia mengabaikan panggilan dari Raka.
"Rafi, kenapa kamu diam di sini? Buruan masuk ke dalam, Yulia dan anak kamu lagi menunggu di dalam" kata Raka setelah berada di dekat Rafi.
"Tolong bawa Ayu keluar dari sini, saya ngga mau dia kembali trauma seperti yang kamu bilang dulu" jawab Rafi yang masih membelakangi Raka dan Ayu
"Kak Rafi, masuk lah, kasihan mbak Yulia di dalam dari tadi nungguin kak Rafi" Ayu yang melihat Rafi cuma berdiam diri di situ pun menghampiri nya.
"Tapi Yu,,,," Rafi pun menggantungkan kalimat karena merasa tidak enak dan takut Ayu trauma bila melihat dirinya.
"Ngga apa-apa kak, masuk lah aku sudah melupakan apa yang terjadi dulu" jawab Ayu sambil menggenggam tangan Raka.
"Maafin aku ya Yu, dan aku minta do\*a dari kalian buat Yulia yang mau melahirkan" kata Rafi lalu membalik kan badan nya.
"Iya kak, sekarang kakak masuk saja kasihan mbak Yulia dari tadi nungguin kakak" jawab Ayu, Rafi pun langsung berlari dan masuk ke dalam ruangan.
"Sayang" teriak Rafi sambil membuka pintu ruangan bersalin.
"Alhamdulilah akhir nya kamu datang nak? Kalau begitu ayo mah kita keluar" Pak Purnama pun keluar dengan mengajak istri nya.
Pak Purnama dan bu Santi pun keluar dari ruangan.
"Mas sakit,,," teriak Yulia sambil memegang erat tangan Rafi.
"Iya sayang sabar ya? Kamu pasti bisa" jawab Rafi lalu mencium kening Yulia.
"Mari bu kita periksa dulu ya? Tanya dokter dan langsung memeriksa jalan lahir nya Yulia.
"Oke siap bu, sudah waktu nya, jangan mengejan dulu ya bu, tunggu aba-aba dari saya" dokter itu memberi peringatan.
Rafi yang berada di samping Yulia pun harus rela tangan nya kena tusukan kuku tajam dari Yulia hingga merah dan berdarah.
"Ayo bu, 1, 2, 3," dokter pun memberi aba-aba, Yulia pun berusaha mengeluarkan bayi nya dengan tangan sudah menjambak rambut dan memukul kepala Rafi.
Rafi pun pasrah dengan apa yang di lakukan Yulia terhadap diri nya, Rafi pun menahan rasa sakit di tangan dan kepala nya.
"Sekali lagi bu, ayo, semangat 1, 2, 3" untuk ke dua kalinya Yulia pun mengejan dan lahir lah seorang bayi cantik dan mungil.
__ADS_1
"Oekkk, oekkk, oekkk" bayi Yulia pun menangis dengan suara yang sangat nyaring.
Yulia pun merasa lega dan bahagia mendengar suara anak nya, yulia pun mengatur nafas nya sambil tersenyum.
"Makasih sayang, kamu telah memberiku seorang anak perempuan yang cantik seperti kamu" kata Rafi, lalu mencium seluruh wajah nya Yulia..
Sementara di luar Ayu yang mendengar suara tangisan bayi pun tersenyum bahagia sambil mengelus-ngelus perut nya.
"Dua bulan lagi kamu juga akan melihat luas nya dunia ini sayang" gumam Ayu.
"Pur, dimana menantu saya" teriak pak Hasan yang baru sampai di rumah sakit bersama bu Carla istri nya.
"Menantu kamu ada di dalam bersama anak kamu, dan baru saja Yulia melahirkan" jawab pak Purnama.
"Jadi bayi nya sudah lahir? Alhamdulilah ya ALLAH" teriak bu Carla.
Bayi Yulia pun sudah bersih dan wangi, Yulia pun sudah dibersihkan, Kini kebahagiaan pun datang pada Yulia dan suami nya karena hadir nya sang putri diantara mereka.
Yulia kini di pindahkan ke ruang rawat inap, Rafi menggendong bayi nya yang sudah cantik dan sudah di adzan nin.
Pak Hasan dan istri nya beserta keluarga pak Purnama pun masuk ke dalam ruangan Ayu.
Semua pun memberikan ucapan selamat kepada Yulia dan Rafi.
"Selamat ya mbak, sekarang mbak sudah menjadi seorang ibu" kata Ayu.
"Makasih bu, saya juga terima kasih buat keluarga bapak yang telah menolong dan membawa saya kesini" kata Yulia sambil tersenyum.
"Bu maafkan sikap mas Rafi yang dulu ya? Kata Yulia, Yulia pun sebenar nya kaget kenapa Rafi bisa muncul di hadapan Ayu.
"Sudah lah mbak, aku sudah melupakan nya ko, saya sudah mengubur masa lalu saya" jawab Ayu.
"Mbak boleh ngga saya gendong bayi nya" Ayu pun meminta untuk menggendong bayi Yulia yang baru lahir.
"Jangan Yang, nanti bayi kita ke tekan" Raka pun melarang Ayu menggendong bayi Yulia.
"Ngga apa-apa Aby, aku pengen nyoba, itung-itung belajar" kata Ayu sambil mengambil bayi Yulia dari tangan Rafi.
Rafi pun memberikan bayi nya kepada Ayu tanpa melihat ke arah Ayu.
__ADS_1
"Raka pun memeluk bahu Ayu, "Cantik ya Yang bayi nya" kata Raka.
"Kalian juga sebentar lagi akan segera mempunyai nya" jawab pak Hasan.
"Jadi sudah ngga sabar ingin segera mempunyai cucu" kata pak Purnama.
"Sabar sebentar lagi juga menantu mu akan melahirkan" jawab pak Hasan sambil menepuk bahu pak Purnama.
Keluarga pak Hasan pun sedang bahagia saat ini mereka terus menyunggingkan senyuman di bibir nya.
"Baiklah karena hari sudah sore kami semua pamit pulang" kata pak Purnama.
"Baiklah Pur, makasih ya sudah membantu menantu saya" jawab pak Hasan.
Mereka pun akhirnya pulang karena hari sudah sore.
Kini Raka dan Ayu pun sudah di dalam mobil, sedangkan pak Purnama dan bu Santi sudah duluan meninggalkan mobil Raka.
"By aku ingin makan bakso ya? Kata Ayu dengan nada manja nya.
"Masih ingat aja kamu Yang, ya udah mau makan bakso dimana? Jawab Raka.
"Aku ingin makan bakso gerobak yang di jual di pinggir jalan By" jawab Ayu.
"Kok makan bakso di pinggir jalan Yang? Emang steril? Raka pun meragukan nya.
"Ya kita cari pedagang gerobak nya yang bersih dan rapi dong Aby, dan liat juga tempat nya bersih apa ngga nya" kata Ayu.
"Oke deh kalau begitu, terserah nyonya Raka saja mau nya gimana, yang penting istri cantik ku ini senang dan bahagia" jawab Raka sambil mengusap rambut Ayu dengan sebelah tangan nya.
"By beli bakso yang itu aja" Ayu pun nunjuk salah satu penjual bakso di pinggir jalan.
Raka pun menepikan mobil nya, lalu turun duluan setelah itu Raka membuka kan pintu mobil buat membantu Ayu turun.
"Bersih juga tempat nya" kata Raka sambil berjalan dengan menggenggam tangan Ayu.
"Hai Yu, rupanya kamu juga makan bakso di sini? Tanya Nisa.
"Hai Nis, udah lama ya kita ngga ketemu" sapa Ayu sambil mencium pipi kiri dan pipi kanan nya Nisa.
__ADS_1