
Ayu dan Tasya pun sudah sampai di rumah kembali, mereka melihat Byan yang sedang diajak main oleh pak Purnama dan bu Santi.
"Hai sayang nya aunty? Teriak Tasya sambil masuk membawa beberapa paper bag di tangan nya.
"Anak mamah ngga rewel kan? Tanya Ayu sambil menghampiri Byan dan ke dua mertua nya.
"Eh, kalian sudah pulang? Byan pintar kok, dia ngga nangis atau pun rewel, cuman pas lapar dan haus aja dia baru nangis" kata bu Santi.
"Kamu beli koper buat apa nak? Tanya pak Purnama sambil menatap ke arah koper yang di beli Ayu.
"Ini,,, ini hanya untuk jaga-jaga sih pak, dan juga aku suka dengan warna nya jadi aku beli" jawab Ayu dengan sedikit gugup.
"Oh, ya sudah kalian sana pada mandi dulu nanti kalau sudah pada bersih baru boleh mendekat dan menggendong Byan" kata pak Purnama.
Tasya dan Ayu pun pergi ke kamar nya masing-masing dengan belanjaan di tangan nya.
*
*
Raka yang terus mengingat kemarahan Ayu istri nya pun langsung menghubungi ibu nya.
"Halo mah, Ayu sudah sampai belum ke rumah? Tanya Raka setelah bu Santi menjawab panggilan nya.
"Sudah sekarang dia lagi membersihkan diri di kamar" jawab bu Santi.
"Syukurlah, aku kira dia pergi ninggalin aku" gumam Raka tanpa sadar.
"Apa nak? Siapa yang mau ninggalin kamu? Tanya bu Santi.
"Ngga mah, tadi habis makan siang yang di bawakan Ayu aku ketiduran dan bermimpi kalau Ayu ninggalin aku, makanya aku langsung nelpon mamah" Raka pun berbohong.
"Oh kirain ada apa? Jawab bu Santi.
"Ya sudah mah, kalau begitu Raka mau kerja lagi" kata Raka, lalu mematikan panggilan nya.
"Kenapa dengan anak itu? Tanya pak Purnama.
"Biasa saking takut nya di tinggalin Ayu sampai kebawa mimpi segala" jawab bu Santi.
Andre pun masuk bersama Lastri ke ruangan Raka setelah Andre memberitahukan semua pekerjaan sebagai sekertaris.
"Sekarang yang jadi sekertaris lo dia, dia adalah Lastri yang melamar kerja nya barengan sama Laura, dan lo tahu ngga, ternyata c Laura sudah merencanakan untuk menggoda lo dari awal" kata Andre.
__ADS_1
"Serius? Raka sedikit ngga percaya dengan apa yang di katakan Andre.
"Iya pak, dari awal dia masuk perusahaan ini dia terobsesi sama bapak" jawab Lastri.
"Aggggrrrhhhh brengsek, bodoh nya aku" teriak Raka sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
Lastri sedikit takut melihat kemarahan Raka, dia bingung antara diam atau pergi.
"Aduh pak Raka kalau marah seram juga ya? Aku harus gimana ini" gumam bathin Lastri.
Andre pun melihat wajah kebingungan dari Lastri, "Ya sudah kamu kembali ke meja kerja kamu" kata Andre pada Lastri.
"Baik pak" jawab Lastri lalu kembali ke meja kerja nya.
*
*
"Sini sama mamah nak, mamah kangen seharian ngga gendong kamu" kata Ayu dan mengambil Byan dari gendongan mertua nya.
"Mah,, pah,, maafkan Ayu ya? Sudah membuat mamah kerepotan dengan Byan? Kata Ayu sambil menatap ke dua mertua nya.
"Ngga apa-apa sayang, lagian sama cucu sendiri mana ada repot" jawab pak Purnama.
"Pah kok perasaan ibu mengatakan kalau Ayu akan pergi ninggalin kita deh" kata Bu Santi sambil menatap punggung Ayu.
"Itu kan cuma perasaan aja mah, ya sudah kita juga istirahat yuk? ajak pak Purnama sambil berdiri.
Bu Santi pun berdiri dengan perasaan yang masih ngga enak dengan perkataan Ayu yang terus-terusan minta maaf pada nya.
"Kak, udah tidur belum? Kata Tasya sambil mengetuk pintu.
"Masuk aja Sya ngga di kunci ko" jawab Ayu dari dalam.
"Byan belum bobo? Tanya Tasya sambil menghampiri Byan yang masih melek di atas kasur king size nya Raka.
"Kayak nya dia kangen seharian ini ngga ketemu jadi dari tadi ngajak main terus" jawab Ayu.
"Kak, aku mau tanya apa kakak yakin mau pergi? Tanya Tasya.
"Iya, kakak yakin, karena kalau kakak ngga pergi mas Raka ngga bakalan menyadari kesalahan nya, dan takut nya dia mengulang lagi kesalahan yang sama" jawab Ayu dengan wajah sendu nya.
__ADS_1
"Baik kalau memang kakak sudah yakin, jam dua pagi akan ada yang menjemput di depan, tapi gimana cara kakak keluar nya sedangkan di depan ada satpam yang jaga.
Mereka berdua pun terdiam memikirkan besok pagi.
"Aku ada ide kak, gimana kalau kita kasih obat tidur aja buat para pekerja" kata Tasya sambil menatap Ayu.
"Emang kamu punya obat nya? Terus gimana cara ngasih nya? Tanya Ayu.
"Aku punya kak soal nya kalau aku capek banget ingin istirahat tapi mata ngga bisa tidur baru aku mengkonsumsi nya" jawab Tasya.
"Ya sudah nanti sekitar jam satu kakak bangun lalu kasih mereka kopi yang sudah di campur obat nya, gimana? Tanya Tasya.
Terlihat Ayu berpikir sejenak, "Ya sudah kamu ambil obat nya sini" kata Ayu.
"Tunggu bentar kak" jawab Tasya lalu pergi meninggalkan Ayu.
Ayu pun melihat ke arah Byan yang sudah terlelap tidur.
"Besok kita pergi ya nak? Kita jauh dari Aby dulu ya sayang? Kamu jangan rewel ya nanti kalau jauh dari Aby" gumam Ayu sambil menatap Byan.
"Ini kak, kakak kasih segini aja, jangan terlalu banyak nanti mereka malah tidur tiga hari tiga malam" kata Tasya.
"Kamu ini Sya, ada aja yang buat kakak tersenyum" jawab Ayu sambil mengambil obat tidur nya.
"Nanti tiket dan lain-lain nya ada di orang yang menjemput kakak" kata Tasya.
"Memang pacar nya kamu itu kerja apa Sya? Ko bisa dalam sehari menyediakan tiket plus ganti nama kakak" tanya Ayu.
"Tapi kakak jangan bilang siapa-siapa ya? Alex ketua mafia dan orang yang berpengaruh di Paris" jawab Tasya.
"Sya? Kamu ngga takut sama mafia? Tanya Ayu.
"Dia itu bukan sembarang mafia kak? Dia itu jadi mafia hanya untuk menolong orang yang benar dan yang lagi kesusahan, dia memang terkenal dengan ketua mafia, tapi hati nya lembut dan ngga pernah berbuat kasar sama perempuan" jawab Tasya.
"Syukur lah kalau orang nya baik" jawab Ayu sambil tersenyum.
"Baru juga diomongin, ya udah ya kak aku angkat telepon dari Alex dulu" kata Tasya sambil menatap ponsel dan menggulir icon berwarna hijau.
__ADS_1
Ayu pun membereskan keperluan nya kedalam koper yang dia beli tadi.