Nikah Paksa

Nikah Paksa
Bukti Yang Salah


__ADS_3

Laura dan Risky pun masuk mengikuti langkah bi Asih dengan penuh percaya diri.



"Ternyata pak Raka ini orang yang sangat kaya raya, ah sebentar lagi aku akan menguasai rumah ini, kalau pun tidak, aku akan meminta aparteman dan mobil mewah saja" gumam bathin Laura sambil berjalan dan melihat ke setiap sudut rumah besar nya pak Purnama.



"Mampus lo Raka, hari ini gue akan melihat kehancuran di hidup lo, lo akan menjadi gelandangan karena di usir oleh keluarga lo sendiri" gumam bathin Risky demgan senyuman smirk nya.



"Tuan ini tamu nya, dan saya permisi kembali kebelakang lagi" ucap bi Asih lalu pergi meninggalkan ruang keluarga setelah mendapat sebuah anggukan dari pak Purnama.



"Silahkan duduk, ada keperluan apa sehingga kalian datang ke kediaman saya ini? Tanya pak Purnama.



Sedangkan mereka semua yang hadir di ruangan itu menatap ke arah Laura dan Risky dengan pemikiran mereka masing\=masing.



"Saya kesini hanya mau minta tanggung jawab dari Raka anak bapak" jawab Laura sambil melirik ke arah Raka.



"Tanggung jawab apa,. Saya ngga melakukan apa-apa sama kamu, jangan fitnah kamu" teriak Raka dengan penuh emosi.



"Raka!!! Diam kamu!! Teriak pak Purnama yang membuat Raka langsung terdiam.



"Sabar bro, tenang saja kamu aman ko" bisik Andre pada Raka.



"Memang nya apa yang telah Raka lakukan kepada anda nona, hingga Raka harus bertanggung jawab segala? Tanya pak Purnama se santai mungkin, padahal di hati nya sudah ingin menghabisi Raka anak nya.



Semalam kita sudah menghabiskan malam panjang berdua sampai pagi, saya takut nya benih pak Raka tumbuh dalam rahim saya" jawab Laura dengan wajah yang di buat-buat.



Andre dan Raka pun saling menatap tak percaya, sedang kan Tasya dan bu Santi hanya diam menunggu selanjut nya apa yang akan di lakukan ulat gatel ini pada mereka.



Pak Purnama orang yang pintar, dia ngga akan terhasut dengan omongan orang lain apalagi seorang perempiuan yang jelas-jelas ingin menghancurkan rumah tangga nya.


__ADS_1


"Apa ada bukti nya kalau Raka sudah menanam benih di rahim kamu nona? kembali pak Purnama bertanya kepada Laura.



Laura pun mengambil camera mini infared nya dari dalam tas lalu memberikan nya kepada pak Purnama.



Pak Purnama pun mengambil camera mini dari tangan Laura, sedang kan bu Santi sudah ngga enak hati dengan sebuah camera yang di berikan, dia takut kalau yang dikatakan Laura itu benar adanya.



"Ndre tolong sambungkan ke tv" kata pak Purnama sambil memberikan camera mini nya kepada Andre.



Andre pun mengambil camera mini yang di berikan kepada nya, lalu menyambung kan nya ke televisi yang berukuran sangat besar yang ada di ruang keluarga.



Laura pun tersenyum penuh kemenangan sambil menatap ke arah Risky.



"Mampus kamu pak Raka, kalau kamu ngga mau bertanggung jawab maka aku akan meminta mobil mewah dan apartemen elit" gumam bathin Laura.



Televisi pun sudah di nyalakan dan camera pun sudah disambung kan, mereka menunggu, isi rekaman yang di bawa Laura dengan jantung yang sudah berdebar.




Tasya dan bu Santi langsung memejamkan mata nya, karena merasa malu melihat penyatuan dua tubuh secara langsung di depan para pria apalagi di situ ada anak dan suami nya, sedang kan Tasya merasa kalau meta nya sudah terkena virus.



Andre dan Raka saling menatap sambil tersenyum



Laura sangat kaget di buat nya, karena laki-laki yang ada di video tersebut ternyata bukan Raka melainkan seorang pria yang tidak dia kenali.



"Tidak, ini tidak mungkin, kamu kan yang semalam membawa dia ke kamar ku? Tanya Laura kepada Risky.



Risky pun yang merasa kaget dengan apa yang di lihat pun menjawab, "Benar ko semalam aku yang langsung membawa dia ke kamar kamu" jawab Risky.



Pak Purnama pun mematikan layar televisi nya, "Bisa di jelaskan dengan video yang kamu kasih? Tanya pak Purnama dengan nada yang agak melunak, karena hati nya sedikit tenang kalau bukan anak nya yang melakukan semua itu.

__ADS_1



Laura dan Risky diam sedang mencari alasan buat menghindar dan kabur dari kediaman pak Purnama.



Tapi pak Raka juga sudah merasakan bibir saya dan jelas-jelas menikmati nya" Laura terus menyudutkan Raka dengan mencari-cari alasan.



Mereka semua menggelengkan kepalanya, mereka ngga habis pikir dengan Laura yang tidak tahu malu membuka kan aib nya ssendiri.



"Dasar ulet gatel gila, andai saja bukan di depan papah, sudah aku habisi kamu" teriak Tasya yang sudah gatal ingin menghabisi Laura.



"Sabar sayang, biarkan papah yang menyelesaikan nya" kata bu Santi sambil menyentuh bahu Tasya, dan mengajak Tasya duduk kembali di samping nya.



"Jadi yang semalam mencampurkan obat ke minuman Raka itu kalian? Tanya Andre.



"Bukan gue tapi dia, gue hanya membantu membawa Raka ke kamar nya saja" jawab Risky yang takut di penjara, karena dia tahu siapa keluarga pak Purnama.



"Bisa di jelaskan yang terjadi Ndre? Tanya pak Purnama.



"Semalam kita ke club hanya untuk menghadiri acara teman kami Raymon, dan kita kesana hanya sebentar dan kita juga ngga minum alkohol, kita hanya minum jus saja, tapi rupanya jus yang di gelas Raka sudah di campur obat sama wanita ini, tapi untung Andre melihat Risky membawa Raka ke sebuah kamar lalu Andre suruh pelayan club masuk dan Andre membawa pulang Raka ke kamar kakak ipar" Andre pun menjelaskan semua kejadian nya.



"Breng sek kamu Ndre" teriak Laura.



"Sudah ayo kita pergi dari sini sebelum mereka lapor polisi" bisik Risky, lalu mereka pun pergi dengan sedikit berlari dari ruang keluarga nya pak Purnama.



"Mau kemana kalian" teriak Andre"



"Sudah Ndre biarkan mereka nanti kita lapor kan smeua nya, dan kamu Raka, urusan kamu belum selesai" kata pak Purnama.



"Mau kita apakan ke dua orang ini? Tanya dua orang yang baru masuk sambil memegang erat tangan Laura dan Risky yang mereka taro di belakang tubuh nya.

__ADS_1



Mereka semua yang berada di ruang keluarga pun melihat ke arah suara yang baru saja masuk, dan mereka pun kaget dengan kedatangan mereka.


__ADS_2