
Pak Dodi dan pak Hasan pun berlari masuk ke ruang besuk dan menahan Pak Purnama untuk tidak memukul Rafi lagi, di ikuti Raka dan Andre.
Sedangkan Ayu menunggu di luar bersama Yulia dan ke tiga sahabat nya, karena sampai detik ini Ayu ngga mau bertemu dengan Rafi.
"Pur sudah cukup, dia sudah cukup menderita semenjak di bawa kesini, kondisi dia sudah lemah dan babak belur karena Andre menghajar nya habis-habisan" teriak Pak Dodi.
"Pah sudah cukup, jangan sampai papah yang jadi terdakwa" teriak Raka.
"Papah tidak perduli di penjara se umur hidup pun asal menantu papah baik-baik saja dan dia mati di tangan papah" teriak Pak Purnama sambil mau melayangkan kembali kepalan tangan nya ke tubuh Rafi.
Pak Hasan dan bu Carla yang tahu sifat sahabat nya itu hanya bisa diam.
Sebelum tangan pak Purnama mengenai wajah Rafi tangan nya tiba-tiba diam karena ada seseorang yang memeluk tubuh nya dari belakang.
"Pah, apa papah tega mau meninggalkan mamah sendirian? Apa papah tega melihat mamah nangis setiap waktu karena melihat papah di penjara, kalau papah tega silahkan bunuh dia" teriak bu Santi sambil melepaskan pelukan nya.
Semua yang ada di ruang besuk pun diam tak ada yang bicara.
Bu Santi membalik kan badan dan mau melangkahkan kaki nya meninggalkan suami nya yang lagi di landa emosi, tapi tiba-tiba pak Purnama memeluk nya dari belakang.
"Maafkan papah mah, papah emosi karena ternyata yang menculik menantu kita ada di depan mata papah" kata pak Purnama sambil mencium pucuk kepala istri nya.
__ADS_1
Semua yang ada di ruang besuk pun tersenyum kecuali Rafi, dia hanya diam meratapi nasib nya, wajah nya yang babak belur serta darah yang mulai menetes dari bibir dan hidung nya efek pukulan dari sang ayah dan ayah mertua Ayu.
"Memang kamu adalah pawang dia dari dulu San, aku salut sama kamu yang bisa menidurkan macan yang lagi ngamuk" kata Pak Dodi dan mendapat kan lirikan tajam dari pak Purnama. Pak Dodi pun mengabaikan lirikan dari pak Purnama.
Rafi pun berjalan tertatih-tatih menghampiri Raka, Andre sudah pasang kuda-kuda menjaga kalau Rafi menghajar Raka.
Rafi pun bersimpuh dan bersujud di kaki Raka dengan deraian air mata dan penyesalan.
"Maafkan saya, saya khilaf saya terlalu mencintai Ayu sehingga saya tidak terima kalau Ayu ada yang memiliki, tapi dari kejadian ini saya sadar mata dan hati saya sudah terbuka, memaksakan orang lain demi kebahagiaan kita ternyata salah, sungguh saya sangat menyesal, jadi tolong maafkan saya" kata Rafi dengan suara lemah nya.
Bu Carla sangat sedih melihat anak nya yang sudah babak belur dengan tetesan darah yang menetes dari bibir dan hidung nya ditambah dia bersujud menahan segala rasa yang ia rasakan, hati bu Carla menjerit melihat anak nya seperti itu, tapi mau gimana lagi semua adalah kesalahan dan kebodohan dirinya sendiri, bu Carla hanya bisa menangis dalam pelukan suami nya.
"Sudah berdiri saja ngga usah begini, kita juga sudah memaafkan kamu demi anak kamu yang di kandungan Yulia, kamu harus menjaga anak kamu dan jadikan lah Yulia istri kamu, dia sangat tulus mencintai dan menyayangi kamu hingga dia rela bersimpuh di kaki istri saya hanya untuk meminta supaya istri saya mencabut tuntutan nya, tapi maaf untuk sementara kamu jangan muncul dihadapan Ayu, karena Ayu masih trauma sama kejadian yang menimpa nya, dia juga kesini melawan rasa trauma nya sendiri walau badan nya sedikit gemetar tapi alhamdulilah Ayu bisa mengatasi nya, jadi saya mohon pengertian nya untuk menjauh dari Ayu" kata Raka sambil menepuk bahu Rafi.
"Tapi kalau sampai kakak ipar kambuh lagi trauma nya gara-gara kamu, saya ngga akan segan-segan membunuh kamu" Andre pun mengancam Rafi.
"Baik saya akan berusaha menghindar dari Ayu, tapi kalau misal kan dia sudah sembuh dari trauma nya tolong sampai kan permintaan maaf saya kepada nya.
"Saya pegang janji kamu, karena pria sejati adalah orang yang bisa memegang janji nya sendiri" Rafi pun memeluk Raka dan Raka pun membalas nya.
__ADS_1
Bu Santi sangat bangga pada anak nya yang bisa berlapang dada menerima semuanya, dan itu semua tidak lepas dari Ayu yang telah merubah Raka anak nya menjadi lebih baik lagi.
Rafi pun melepaskan pelukan dari Raka lalu meminta maaf pada Andre, setelah mendapatkan kata maaf dari Andre dan Raka, Rafi pun menghampiri pak Purnama dan bu Santi, beserta kedua orang tua nya.
Yulia yang sudah ngga tahan mendengar pukulan demi pukulan dan juga teriakan yang gaduh berdiri dari duduk nya dan masuk ke dalam ruangan besuk.
Sedangkan Ayu di bawa para sahabat nya ke depan membeli makanan, para sahabat Ayu mengerti dengan keadaan Ayu maka dari itu mereka membawa Ayu menjauhi ruang besuk yang lagi gaduh.
Yulia melihat semua nya hati nya sangat sedih melihat orang yang dia cintai kondisi nya hancur wajah yang sudah babak belur darah yang menetes dari bibir dan hidung nya Yulia pun menangis melihat kondisi RAfi seperti itu.
Rafi pun melirik ke arah pintu, di sana ada Yulia yang sedang menangis sambil meilhatnya ke arah Rafi.
Rafi pun menghampiri Yulia, semua yang ada di ruangan besuk hanya menatap dalam diam.
Rafi pun bersujud di kaki Yulia, "Sayang, maafkan aku yang selama ini telah menyakiti hati kamu, aku tidak melihat kesungguhan dan ketulusan kamu" lalu Rafi pun terbangun dari sujud nya dan menyentuh perut Yulia yang masih rata.
Maafkan papah sayang, papah telah menjadi orang jahat, kamu pasti malu kan mempunyai papah seperti papah yang telah berbuat kejahatan, maafkan papah sampai saat ini papah belum bisa menjadi papah yang baik buat kamu dan ibu kamu, papah janji sama kamu kalau mulai saat ini papah akan berubah, papah akan selalu mencintai dan menyayangi kalian berdua" kata Rafi lalu mencium perut Yulia.
Yulia pun ikut berlutut dan memeluk erat Rafi, "Makasih mas kamu sudah menerima semua nya, kami berdua berharap kamu akan segera bebas dan bisa berkumpul bersama kita berdua" Kata Yulia di sela-sela tangisan nya.
__ADS_1
Semua yang melihat menjadi terharu dan ikut menitik kan air mata nya.