
"Kamu lama di sini? Tanya Raka pada Tasya.
"Paling satu atau dua bulan saja, pokok nya sampai kakak ipar melahirkan dan menghadirkan keponakan yang lucu baru aku pulang dengan membawa bayi nya" jawab Tasya.
Begitulah Tasya kalau sudah bertemu sama Andre dan Raka, bawaan nya bercanda terus.
"Enak aja kamu mau main bawa anakku, kalau kamu mau kamu bikin dong" jawab Raka yang mendapat pukulan pada bahu dari istri nya.
"Sakit Yang,,, Mah, aku mendapatkan kdrt dari istri cantik ku" kata Raka.
"Apaan sih By, ngga usah lebay deh" kata Ayu.
"Lebay lo bang, baru juga di sentuh gitu udah bilang sakit dan kdrt" jawab Tasya.
"Begitulah dia Sya, dulu aja ngga mau, sekarang bucin nya tingkat dewa" jawab Andre.
"Emang dulu gimana? Tanya Tasya dengan wajah penasaran nya.
"Dulu itu dia bilang ke abang,, emmm,,," Andre pun tidak bisa meneruskan bicara nya karena mulut nya di bekap sama Raka.
"Sudah becanda nya, kita lanjutkan pembicaraan tadi yang mengenai dengan Siska, pacar nya Andre" Bu Santi pun menengahi candaan mereka yang ngga bakalan selesai-selesai.
"Ya ampun jahat sekali mereka padaku ini, aku baru datang bukan nya di kasih makan atau minum malah langsung di kasih permasalahan" teriak Tasya.
"Ya ampun nak maafkan mamah, sampai lupa mamah ngajak kamu makan, ya udah ayo makan dulu" ajak bu Santi.
"Ngga mah becanda, aku udah makan ko tadi di cafe bandara" jawab Tasya sambil tersenyum.
"Dari dulu ngga pernah berubah" kata Raka.
"Biasa anak manja, kepingin nya di perhatiin" kata Andre.
"Syirik aja kalian, Jadi gimana mah ada permasalahan apa hingga semuanya pada kumpul di sini" tanya Tasya dalam mode serius.
"Jadi gini nak, Abang mu Andre punya kekasih, tapi setiap diajak untuk menikah selalu alasan nya belum siap" kata bu Santi.
"Ya kalau memang dia nya selalu menjawab belum siap, putusin aja cari yang sudah siap, berarti dia memang belum siap" dengan enteng nya Tasya menjawab.
"Gampang kali kamu ngomong Sya" jawab Andre sambil mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"Tapi kan emang benar yang aku omongin, ya kan pah? Tanya Tasya.
"Benar nak, omongan mu memang ngga ada yang salah, tapi hati abang mu yang salah" jawab pak Purnama.
Mereka pun semua nya tersenyum mendengar penuturan dari pak Purnama.
"Jadi kakak ipar mu menyarankan supaya abang mu ini membuat pacar nya cemburu dengan cara menggandeng wanita lain, begitu nak" bu Santi pun memberikan penjelasan pada Tasya.
"Oh,,, oke aku paham, pasti kalian menyarankan kalau aku lah wanita yang akan membuat pacar nya bang Andre ini cemburu" kata Tasya.
"Pintar nya adik abang ini" kata Andre sambil mencubit kedua pipi Tasya.
"Abang,,,, sakit" teriak Tasya sambil mengelus pipi nya.
"Kalau abang nyubit adek lagi, adek ngga mau membantu abang, cari aja sono cewek lain yang mau di ajak kerja sama" kata Tasya sambil cemberut.
"Iya abang janji ngga akan mencubit pipi adik abang yang gemoy ini, maafin abang ya cantik?" kata Andre sambil mengatupkan kedua tangan di dada nya.
"Au ah abang sebel deh, dari dulu suka nyubit pipi adek? Jawab Tasya sambil memanyunkan bibir nya.
Mereka pun tertawa, kecuali Ayu wajah nya kelihatan menahan sakit di perut nya karena sebelah tangan nya menahan perut bagian bawah.
Raka yang merasa genggaman istri nya semakin kuat pun melirik ke arah istri nya, nampak lah Ayu yang lagi menahan sakit dengan keringat di dahi nya.
"Kamu kenapa Yang? Raka pun langsung menghadap ke arah Ayu sambil mengusap keringat yang ada di dahi nya Ayu.
Semua orang pun langsung melihat ke arah Ayu dengan tatapan kaget nya.
"Sakit By,,," teriak Ayu sambil terus meringis dan menahan perut bagian bawah nya.
"Kamu sakit sayang, apa kamu mau melahirkan? Tanya bu Santi.
"Andre siapkan mobil, kita bawa Ayu sekarang ke rumah sakit" Pak Purnama pun langsung ke depan memanggil pak Asep untuk menyiapkan mobil yang satu nya.
"Mah kaki Ayu basah" teriak Raka cemas.
"Cepat kamu bawa Ayu ke mobil, air ketuban nya sudah keluar, istri mu mau melahirkan" teriak bu Santi.
"Raka pun langsung menggendong Ayu dengan sekuat tenaga untuk di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
"Bi,,,,, Bi Asih,,,"teriak bu Santi.
"Nya nyonya besar" jawab bi Asih.
"Tolong ambilkan koper di kamar calon cucu ku, Tasya kamu ikut nemenin ke rumah sakit ayo" bu Santi dan Tasya pun berlari menghampiri Andre dan pak Purnama yang sudah ada di mobil.
Calon anak Raka memang sudah di sediakan kamar khusus buat nya, di dalam nya pun sudah di dekor dan di rapihkan.
"Nyonya ini koper nya" teriak bi Asih sambil berlari.
Tasya pun mengambil koper lalu memasuk kan nya ke mobil pak Purnama.
"Mah aku sama bang Andre dan bang Raka ya? Teriak Tasya lalu masuk ke mobil Andre dan duduk di samping Andre yang sedang mengemudi.
Andre pun melajukan mobil nya dengan kecepatan agak tinggi karena khawatir dengan Ayu.
Pak Purnama sengaja ngajak pak Asep sopir nya, karena pak Purnama kalau dalam keadaan panik suka ngga fokus bawa kendaraan.
Mobil yang di kendarai pak Asep pun terus mengikuti laju nya mobil yang di kemudikan Andre.
"By,,, sakit,," teriak Ayu sambil mencengkeram tangan Raka dengan kencang.
Raka pun hanya bisa menahan rasa sakit yang diberikan Ayu lewat cengkeraman tangan Ayu.
"Iya sayang sebentar ya? Kata Raka sambil mencium kening Ayu sekedar untuk menenangkan nya.
"Ndre cepetan sedikit bisa ngga? Teriak Raka.
"Sabar bang, bang Andre juga lagi berusaha cepat ini, lagian juga ini lagi di lampu merah" kata Tasya.
"Sayang jangan buat mamah mu kesakitan ya? gumam Raka sambil mengelus perut istri nya.
"Lo lihat ke depan, ini lagi di lampu merah" jawab Andre.
Di samping mobil Andre ada dua orang perempuan yang sedang di dalam taxi melihat ke arah Andre.
"Sis, lo lihat deh, bukan nya itu mobil kak Andre, terus yang mengemudi nya juga kayak kak Andre, tapi siapa perempuan di samping nya itu? tanya Dewi sambil menepuk bahu Siska.
Siska pun melihat ke arah mobil yang di tunjuk Dewi, "Kak Andre? Gumam Siska sambil menatap dengan tatapan cemburu karena Siska melihat ada seorang wanita cantik sedang bersama Andre, dan mereka ngga melihat ke arah jok belakang.
__ADS_1