Nikah Paksa

Nikah Paksa
Rencana Laura


__ADS_3

"Ka kamu jadi ikut ngga ke acara nya Raymon sekarang? Tanya Andre yang sudah ada di lobi perusahaan.



"Tadi nya gue ngga akan ikut tapi Raymon terus menghubungi gue, gue ke sana hanya sebentar saja, hanya sekedar setor muka setelah itu gue balik" jawab Raka.



"Ya sudah kita berangkat bareng aja, gue yang nebeng mobil kamu ya? Kata Raka.



"Ya sudah ayo" jawab Raka lalu mereka pun masuk ke dalam mobil.



Andre mengambil ponsel nya lalu menghubungi Siska, setelah menghubungi SIska, Andre pun menghubungi Ayu.



"Halo kakak ipar, maaf mengganggu ini aku lagi sama Raka, habis lembur terus sebelum pulang mau mampir dulu ke tempat acara nya Raymon sebentar" kata Andre.



"Iya Ndre" jawab Ayu singkat.



"Gimana kak? Boleh kan aku sama Raka mampir ke acara teman dulu? Tanya Andre.



"Iyah" jawab Ayu dengan jawaban yang masih singkat.



"Makasih kakak ipar, ngga lama ko kak, cuma sebentar saja" kata Andre lalu mematikan ponsel nya.



"Gimana? Marah ngga? Tanya Raka.



"Ngga, biasa aja, cuman jawaban nya singkat, mungkin masih kesal dengan kejadian tadi siang" jawab Andre.



"Ya sudah kita sebentar saja di sana nya, jangan lama-lama, kalau lama gue tinggalin lo" kata Raka.



"Iya, iya, takut kan sama kakak ipar? Makanya kalau masih takut dengan kakak ipar jangan so, so an tergoda sama perempuan" jawab Andre.



"Breng sek lo" jawab Raka sambil terus fokus mengemudi.


*


*


"Terserah mau pulang mau ngga, aku ngga perduli, yang penting besok pagi aku sudah ngga ada di rumah ini lagi" gumam Ayu sambil menyeret pelan koper nya ke kamar Tasya.


"Sya? Ayu pun memanggil Tasya pelan-pelan sambil mengetuk pintu.



"Iya kak? Kenapa? Tanya Tasya setelah membuka kan pintu kamar nya.



"Kakak mau titip koper di sini, takut nya nanti kelihatan sama mas Raka" jawab Ayu dengan pelan.


__ADS_1


"Oke kak, ya sudah aku taro di sini saja biar nanti pagi enak ngambil nya" jawab Tasya.



"Ya sudah kakak ke kamar dulu ya? Kasihan Byan sendirian" kata Ayu lalu pergi ke kamar nya.


*


*


Mobil Raka pun memasuki parkiran club tempat Raka dulu kumpul dan minum bareng teman nya.


"Jangan minum lo ya? Kalau lo minum habis lo sama kakak ipar dan ibu" kata Andre mengingat kan Raka.



"Iya gue ngga bakalan minum" jawab Raka lalu mereka turun dari mobil nya.



Raka dan Andre pun masuk ke dalam club, di dalam sudah ramai dengan orang-orang dan music yang menggema.



"Hai Bro, akhir ya kalian datang juga, thanks ya sudah hadir di acara gue" kata Raymon sambil salaman ala-ala pria gaul.



"Gue ngga lama ya? Soal nya masih ada kerjaan" jawab Raka.



"Ah ngga asik lo, masa cuma sebentar doang" jawab Raymon.



"Ya mau gimana lagi, sekarang gue ngga bisa kaya dulu lagi masalah nya" jawab Raka.




"Soal nya kalau dia minum dan mabuk lagi dia akan di hapus dan di buang dari keluarga pak Purnama" jawaban Andre sedikit menolong Raka yang bingung harus menjawab apa, soal nya pernikahan diri nya dan Ayu belum melaksanakan resepsi dan belum di publikasikan.



Sementara ada sepasang mata menatap ke arah Raka dengan tatapan yang penuh dengan amarah.



"Ini saat nya gue menghancurkan lo Raka, ini saat nya gue merasakan kejantanan kamu" gumam Laura sambil tersenyum smirk.



Dia pun memakai masker nya dan mendekati Raka yang sedang berbincang-bincang dengan Raymon dan Andre.



Laura pun mendengar semua yang mereka perbincangkan, lalu Laura pun pergi menuju pelayan bar dan membisik kan sesuatu kepada pelayan itu serta memberikan beberapa lembar uang kepada nya.



"Lo kenal mereka? Tanya Laura pada Risky.



"Iya, mereka teman kita juga ko, kenapa? Tanya Risky yang memang iri dengan kesuksesan Raka, dan ingin sekali menghancurkan nya.



"Gue ingin merasakan tubuh nya dong? bisik Laura pada Risky.



"Serius lo? Tapi dia itu ngga bakalan mau untuk diajak tidur, banyak ko cewek di sini yang kecewa sama dia, dia cuma sebatas ciu man saja main nya" jawab Risky.

__ADS_1



Laura pun membisikan sesuatu pada Risky, hingga Risky tersenyum penuh dengan kemenangan.



"Gimana? Tanya Laura dengan senyuman jahat nya.



"Boleh juga, sudah lama gue ingin menghancurkan dia dan membuat video tentang dia dengan seorang perempuan" jawab Risky.



"Ya sudah kamu bawa pergi tuh c Andre jauh dari si Raka, terus lo liatin kalau obat nya sudah beraksi, lo bawa dia ke kamar biasa yang gue tempati ya? bisik Laura, lalu pergi ke kamar tempat dia melayani bos besar.



Risky pun tersenyum sambil mengangkat jempol nya ke atas, lalu menghampiri Raka,, Andre,, dan Raymon.



"Bang Ray ada yang mau bertemu sama bang Ray di meja pojok" kata seorang pelayan club.



"Oke, kalau gitu gue tinggal dulu y? Kata Raymon lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.



"Ndre lo masih ingat ngga sama si Hendri? Tanya Risky.



"Masih lah mana mungkin gue lupa, datang ngga sih dia ke sini? Tanya Andre sambil melihat ke sekitar club.



"Tuh dia di meja paling pojok dan tadi bilang ke gue sih mau ada yang diomongin ke elo" jawab Risky.



"Eh dia ada ternyata, ya sudah Ka gue samperin Hendri dulu ya? Kata Andre lalu berdiri dan menghampiri Hendri yang lagi duduk diapit oleh dua perempuan.



"Ya sudah sana, tapi jangan lama-lama sebentar lagi kita balik" jawab Raka sambil minum jus yang sudah di campur sama obat perangsang.



"Kemana aja lo ngga pernah kelihatan? Tanya Risky hanya sekedar basa basi.



"Gue lagi sibuk sama kerjaan saja" jawab Raka sambil terus minum jus di gelas nya hingga habis tak bersisa.



"Ya walaupun sibuk kamu sekali-kali datang lah ke sini, kita having a good time" kata Risky sambil terus merhatiin gerak gerik nya Raka.



Obat pe rang sang pun sudah mulai beraksi, Raka merasakan hormon nya naik tinggi, seluruh badan nya terasa panas dan ingin sekali junior nya mengeluarkan sesuatu.



Raka pun sekuat tenaga menahan nya, dia sudah mulai gelisah, tatapan nya yang lapar seakan-akan siap melahap mangsa nya.



"Lo kenapa bro? Tanya Risky yang pura-pura peduli sama Raka.



"Ngga tahu badan gue tiba-tiba panas dan seakan-akan sesuatu harus keluar dari tubuh gue" jawab Raka sambil terus menahan nya.

__ADS_1


__ADS_2