Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 10 Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Dua hari kemudian


Kedua orang tua Zarina kini bertemu dengan tuan Kenzo, Daddy dari Morgan.


"Ternyata Morgan itu putramu


dude. " cetus Tuan Alvan pada teman lamanya.


"Yeah, apa kau tak tahu nama belakang Morgan, Al? " ujar Kenzo dengan nada mencibir.


Nyonya Hera menggeleng melihat kelakuan dua pria di hadapannya saat ini. Tuan Alvan hanya tersenyum lebar tanpa merasa bersalah. Tuan Kenzo sendiri berdecak pelan, sahabatnya ini benar benar keterlaluan begitu pikirnya.


Mereka langsung membahas masalah anak anak mereka. Keduanya sepakat menjodohkan Zarina dengan Morgan, dua pihak keluarga itu juga membahas rencana pernikahan anak mereka.


"Ehem maaf saya terlambat. " Seorang wanita yang tak lain nyonya Amelia baru datang. Dia langsung bergabung bersama sang mantan suami.


Tuan Alvan bersiul, dia meledek kearah calon besannya itu. Nyonya Hera menyenggol lengan sang suami agar berhenti menggoda tuan Kenzo dan nyonya Amelia.


Tuan Kenzo mencuri pandang kearah mantan istrinya itu. Merasa di perhatikan nyonya Amelia seketika menoleh. Wanita itu lekas memalingkan wajah, dia merasa malu di perhatikan mantan suaminya.


"Mel, kami sepakat ingin menjodohkan Zarina dengan Morgan. Bagaimana menurut


kamu? " tanya Nyonya Hera pada calon besannya.


"Aku sih setuju saja Hera, lagipula baik Morgan dan Zarina sudah pada dewasa. Aku hanya tak ingin memaksakan kehendak yang akan menghancurkan kehidupan anak anak. " ungkap Nyonya Amelia dengan bijak.


Semua orang tentu saja sangat bahagia dengan jawaban bijak dari nyonya Amelia barusan. Tuan Kenzo lekas memanggil pelayan, segera memesan makanan kemudian kembali mengobrol dengan calon besannya.


Pelayan mengantarkan pesanan mereka setelah itu beranjak pergi. Kini mereka berempat makan siang lebih dahulu setelah itu melanjutkan obrolan mereka yang tertunda.


Selepas makan siang, mereka kembali melanjutkan obrolan mengenai persiapan pernikahan Zarina dan Morgan.


Canda tawa mewarnai obrolan dua keluarga tersebut. Selain membahas anak anak mereka, mereka berempat juga tengah bernostalgia membahas waktu muda mereka dulu.

__ADS_1


"Amel, Kenzo apa kalian tak berniat rujuk? " tanya Nyonya Hera pada keduanya.


"Aku sudah membujuk Amel namun dia selalu memberiku alasan. " sahut tuan Kenzo dengan lesu. Nyonya Hera beralih menatap kearah Nyonya Amelia. Wanita itu menyesap kopinya dengan santai.


Nyonya Amelia tersenyum canggung, semua orang menatap kearah dirinya. Dia memberikan alasan yang tepat pada kedua temannya itu.


Selesai berbicara orang tua Zarina pamit pulang. Tuan Kenzo langsung mengajak sang mantan pergi setelah membayar makanan mereka. Pria paruh baya itu menariknya hingga masuk ke dalam mobilnya. Tuan Kenzo melajukan roda empatnya dengan kencang. Selama perjalanan tak ada yang berbicara sedikitpun.



Kini mereka telah sampai di mansion. Keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam. Tuan Kenzo langsung mengajaknya masuk ke dalam kamar. Grep pria paruh baya itu memeluk tubuh wanita yang masih dia cintai.


"Sayang, please kembalilah padaku. Morgan dan Monica menginginkan orang tuanya bersatu kembali. " ungkap Tuan Kenzo sambil berbisik.


"Aku takut kembali terluka mas. " gumam Nyonya Amelia. Tuan Kenzo melepaskan pelukannya, dia berusaha meyakinkan sang mantan atas kesungguhannya.


Setelah beberapa menit berpikir nyonya Amelia mengangguk. Tuan Kenzo mengulas senyum lebarnya, dia langsung menciumi wanitanya dengan liar.


Pluk


Keduanya kembali berpelukan kemudian. Mereka memilih ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Kini Tuan Kenzo dan Nyonya Amelia duduk bersebelahan. Mereka berdua kembali mesra seperti mereka muda dulu.


"Aku tak sabar bertemu dengan calon menantu kita Dad. " ungkap nyonya Amelia sambil tersenyum.


"Aku juga mom, untuk saat ini mereka tengah liburan dan daddy tak akan menganggu Morgan. " ungkap Tuan Kenzo.


Tuan Kenzo mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi sang asisten. Dia ingin rujuk dengan mantan istrinya secepat mungkin. Pria itu mengatakan rencananya pada calon istrinya itu. Nyonya Amelia tentu saja setuju dengan keputusan Tuan Kenzo.


Tring


Ponsel milik Tuan berdering, pria itu langsung menunjukkan foto putra mereka pada sang calon istri. Nyonya Amelia langsung melihat wajah calon menantunya.


"Ternyata calon menantuku sangat cantik, pantas saja Morgan tergila gila padanya. " gumam Nyonya Amelia sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yeah, aku harap putra kita itu berhasil meluluhkan Zarina jika tidak maka Morgan akan jadi duda karatan selamanya haha. " Tuan Kenzo tak bisa membayangkan bagaimana nasib putranya nanti jika di tolak Zarina.


Pluk


"Hei diam kau pak tua, berhentilah menertawakan putra


kesayangan aku. " geram nyonya Amel pada sang mantan.


Tuan Kenzo berdecak pelan, dia tak terima di sebut pria tua oleh mantan istrinya yang super seksi ini. Kini keduanya kembali ribut dam berdebat membahas tentang Morgan.


"Kau lupa Morgan dan Monica itu berasal dari bibit unggulku sayang. " ujar Tuan Kenzo dengan nada sombongnya. Nyonya Amelia membelo jengah, dia memilih pasrah dan tak meladeni prianya itu.


Tawa renyah terdengar dari bibir tuan Kenzo. Pria paruh baya itu langsung memeluk erat sambil menciumi wanitanya. Nyonya Amelia hanya tersenyum geli, membalas pelukan prianya.


Sebenarnya dia telah memaafkan mantan suaminya itu sejak lama. Selama ini dia memilih menikmati statusnya sebagai janda karena tak ingin terluka lagi. Monica seringkali mendesaknya untuk rujuk dengan Daddy Kenzo.


"Awas aja jika setelah kita rujuk nanti mata kamu masih jelalatan pada perempuan lain,aku bakal kabur lagi dan mungkin mencari daddy baru untuk Morgan dan Monica. " ancam nyonya Amelia tak main main.


Tuan Kenzo melepaskan pelukannya, dia berjanji tak akan nakal lagi. Nyonya Amelia hanya tersenyum tipis melihat tingkah lucu mantan suaminya yang terkadang menyebalkan dan kekanakan.


"Aku tak akan rela jika Morgan dan Monica memiliki papa tiri. " dengus Tuan Kenzo.


"Mommy, Daddy. " Monica Alisia Brighton, putri dari pasangan tuan Kenzo dan Nyonya Monica. Gadis itu merupakan adik kandung Morgan.


Monica langsung duduk berhadapan dengan orang tuanya. Nyonya Amelia memberitahu putrinya mengenai rencananya yang ingin rujuk dengan daddy Kenzo.


Monica tentu saja tampak bahagia mendengarnya. Akhirnya setelah sekian lama keluarganya akan kembali utuh seperti dulu waktu dia dan kakaknya masih kecil.


"Sayang, kamu ke sini di antar sopirkah? " tanya mommy Amel pada sang anak.


"Er itu mom. " Monica tampak panik mendengar pertanyaan dari sang mommy. Gadis itu mau tak mau berkata jujur pada orang tuanya.


"Oh princess, ternyata kamu masih mengejar lelaki tua yang harusnya menjadi om kamu itu. " tebak Daddy Kenzo tak percaya.

__ADS_1


Monica langsung nyengir tanpa merasa bersalah. Sementara kedua orang tuanya saling menepuk jidat satu sama lain. Nyonya Amelia berusaha memberi nasehat pada putri tercintanya itu.


__ADS_2