Nona Galak & Tuan Posesif

Nona Galak & Tuan Posesif
Bab 63 Season 2 Chap 1 Perjodohan untuk Terry


__ADS_3

Belasan tahun kemudian


Ravella menghampiri adik sepupunya yang termenung. Saat ini usia gadis itu 26 tahun, Terry sendiri kini berusia 20 tahun.


"Kenapa kamu melamun di sini Terry? " tanya Ravella pada sang adik.


"Aku kangen sama Mama dan Papa kak. " gumamnya lirih. Ravella menghela nafas panjang, mengusap kepala sang adik lalu memeluknya.


Setelah tenang, Terry pamit pergi ke kamarnya. Ravella menggeleng pelan melihat kelakuan sang adik barusan. Gadis itu memilih kembali ke dalam, menemui sang mommy tercinta.


"Mom, aku pamit ke luar sebentar. " ujarnya pada sang mommy tercinta.


"Hati hati sayang. " tegur mommy Zarin. Ravella mengangguk, dia lebih dulu mengambil tas dan kunci mobilnya setelah itu barulah ke luar.


Ravella melajukan roda empat nya dengan kecepatan sedang. Diapun pergi menjemput sahabatnya kemudian mengajak nya ke Cafe.



Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Saskia dan Ardan. Gaby langsung menyenggol lengan sang sahabat. Ravella menoleh, dia hanya diam saja dan memanggil pelayan. Keduanya memesan minuman dan desert.


"Kau tak marah dengan kelakuan adikmu itu Vella? " cecar Gaby.


"Aku enggak peduli Gab, lagipula aku malas berurusan dengan si manja itu. Palingan entar dia ngadu lagi sama mommy Agista. " cetus nya yang di angguki Gaby.


"Lagipula mereka cocok kok sama sama ganjen. "


Gaby tertawa mendengar ucapan Ravella barusan. Pelayan mengantar pesanan mereka. Keduanya lantas menikmati kopi masing masing. Keduanya hanya acuh gak acuh kala Ardan mencuri pandang ke arah mereka.

__ADS_1


Setelah menghabiskan kopi, Ravella lekas membayarnya. Kedua gadis itu beranjak dari sana lalu ke luar. Setelah mengantarkan sahabatnya pulang, Ravella lekas pulang ke villa keluarga Brighton.


Dia lebih nyaman tinggal bersama keluarga Brighton dari pada keluarga ibu kandung nya. Tiba di sana, ternyata sang mommy telah datang dan mengobrol dengan mommy Zarina.


"Hei sayang kamu sudah pulang? " tanya Mommy Zarina.


"Sudah mom, ini ada apa? " tanya Ravella tak mengerti.


Mommy Agista menyela, wanita paruh baya itu mengenalkan seorang pria untuk Terry. Wanita itu mengingatkan jika gadis itu hanya pembawa masalah.


"Jaga bicara mommy ya, Terry sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Bagaimana bisa mommy beranggapan seperti itu. " sahut Ravella dengan tatapan tajamnya.


"Apa begini didikan Zarina padamu Vella. " sindir mommy Agista.


Mommy Zarina menengahi keduanya. Tak lama Terry datang, dia telah mendengar obrolan mereka. Tamu yang di undang telah datang, mommy Agista langsung pamit setelah utusannya selesai.


"Elton Grey. " sapa El dengan ramah.


"Teresa Jelita panggil saja Terry. " sahut Terry singkat.


"Aunty, Uncle aku menerima perjodohan ini dengan tuan El. " ungkap Terry. Semua orang tercengang mendengar pernyataan Terry barusan.


Mommy Zarina berusaha membujuk sang keponakan untuk memikirkan lagi namun Terry tetap dengan keputusannya. Ravella sendiri tak bisa berbuat apapun, dia menghargai keputusan Terry saat ini.


Dia lekas pamit pergi ke kamar. Terry sendiri hanya diam, mendengarkan obrolan paman dan bibinya beserta orang tua El.


Elton meminta izin berbicara dengan Terry berdua. Keduanya lekas bangkit, meninggalkan ruang tamu dan pergi ke taman samping.

__ADS_1



Elton melirik kearah gadis yang di jodohkan dengannya. Dia begitu penasaran dengan sosok Terry.


"Apa kau tertekan dengan perjodohan ini Terry? " tanya Elton.


"Tidak! "


"Aku harap keputusan ini sangatlah tepat demi balas budi. Oh ya Tuan El, apa kau sudah mencari informasi mengenai diriku? "


Elton tak mengerti maksud ucapan dari Terry. Pria itu ingin mengenal Terry lebih jauh lagi. Dia hanya diam saat Terry mulai meragukannya niatnya yang menerima perjodohan mereka.


Keduanya saling bertukar nomor ponsel. Mereka berdua beranjak dari sana dan ke luar, Namun sebelumnya dia pamit pada aunty dan uncle nya.


Sore harinya mereka tengah berkumpul di ruang tamu. Terry sendiri menginap di kediaman Papi Davian. Essie lekas menyenggol lengan kakaknya. Ravella menoleh, menatap kearah adiknya itu.


"Ada apa Essie? " tanya Vella pada adiknya.


"Aku perhatikan sejak tadi, kakak terus terusan melamun. " ceplos Essie.


"Kakak hanya kecewa dengan nada bicara mommy Agista tadi. " ungkapnya. Essie tak lagi bertanya, gadis itu melirik kearah sang mommy. Mommy Zarina mengusap punggung putri sulungnya, sedikit memberikan nasehatnya.


Ravella terdiam, dia menyerap nasehat yang di berikan sang ibu sambung pada dirinya. Wanita paruh baya itu memilih membahas hal lain, dia tak ingin sang anak terus menerus kepikiran.


Canda tawa mewarnai obrolan mereka kali ini. Ravella kembali menyaksikan perdebatan Erland dengan Essie. Gadis itu hanya menggeleng pelan melihat kelakuan keduanya yang baik tom and jerry. Mommy Zarina sendiri hanya pasrah, terbiasa dengan kelakuan anak anaknya itu.


Daddy Morgan sendiri kini berada di ruangan kerjanya di temani asisten yang tengah membahas bisnis. Merasa bosan, Erland memilih menyusul sang daddy ke ruangan kerja paruh baya itu.

__ADS_1


__ADS_2